Arsip untuk Februari, 2009

Wetonnya Gak Cocok

Pada suatu siang, Yanto salah satu karyawan di kantor menunjukkan seuntai kalung emas. Liontinnya terdiri dari dua huruf “YL” yaitu Yanto – Lisna calon istrinya. Dia minta pendapatku dan sobatku mengenai kalung itu, bagus gak? Yah, jelas kubilang bagus wong dah jadi dan gak isa diapa-apain lagi. Critanya Yanto mo nglamar kekasihnya di Lampung. Oya [...]

Continue reading »

Ususnya Lurus

Di kantorku ada beberapa karyawati yang berbadan tipis alias kurus. Yah, hanya bagian tertentu saja yang menonjol Tapi biarpun tipis mereka ini manis, katanyaaaaa… wong lom pernah jilat kok hiiiiiiiyyyyy……
Tapi Kawan, kau akan sangat terkejut kalo melihat porsi makan mereka. Wuihh, tuh nasi membukit di piring dengan lauk pauk lengkap. Kalo ada yang [...]

Continue reading »

Putus

Percakapan menjelang bobok.
Cantik : Bunda, Adek sekarang gak mo lagi main sama Bagus. Adek udah putus!
Glek! Putus? Kapan nyambungnya?
Aku      : Memangnya kenapa, Dek?
Cantik : Soalnya Bagus “meletusin” balon Adek yang warna orens
Aku      : Oo, trus Adek menangis gak waktu balonnya meletus?
Cantik : Iya, tapi gak kenceng kok Bunda, cuma keluar air matanya doang
Aku  [...]

Continue reading »

Ooo, Pak Polisi to?

Kemaren pagi aku harus menemui Big Boz di daerah Kebayoram jam 07.30. Weks, terbayangkah aku harus berangkat jam berapa? Secara rumah ada di daerah yang di peta pun gak nampak kali, “Jakarta Gembrobyos” nah disitulah aku tinggal. So sejak jam enam pagi aku dah berada di jalanan, padahal biasanya jam segitu masih peluk-pelukan ma Guanteng [...]

Continue reading »

Kepala Tikus ato Ekor Harimau?

Kawan, kau pasti pernah mendengar ungkapan di atas bukan? Suatu penggambaran posisi kerja kita. Jadi Kepala Tikus ato Ekor Harimau? Maksudnya kira-kira gini, jadi boz di perusahaan kecil ato staf biasa di perusahaan besar. Hmm, kalo boleh pilih sih maunya jadi Kepala Harimau yaaa? Tapi hidup ini sudah ada yang mengatur, Kawan.
Bagi orang [...]

Continue reading »

Malu pada Semut Merah

Kawan, pernah dengar lagu ini gak:
“…..Malu aku malu
pada semut meraaaah
yang berbaris di dinding
menatapku curiga
seakan dia bertanya
sedang apa di sanaaaa
menanti pacar jawabkuuu
………”
Apa yang terbersit di benakmu, Kawan? Kalo aku jelas bingung, ni yang kurang seprapat yang ngarang, yang nyanyi, yang dengerin, apa aku sendiri ya? Kok malu ma semut merah sih? Dah gitu semut gak ngapa-ngapain [...]

Continue reading »

Guanteng Punya Pacar

Tadi pagi sewaktu anter Guanteng ke sekolah, kami berdua ngobrol. Begini obrolan dengan cintaku itu:
Guanteng   : Bunda, sekarang Kakak duduknya deket Alya, lhoo…
Aku              : Wah, asyik dong. Trus Kakak ngobrol terus dong, di kelas?
Guanteng   : Gak laahh. Tapi Kakak cemburu kalo Alya ngobrol sama Dafa.
Ups! Kaget aku mendengarnya. Cemburu? Guanteng mang pernah cerita Alya itu pacarnya. [...]

Continue reading »

Menawar “Undertable”

Masih terkait dengan tulisanku sebelumnya soal “Turunkan Harga”. Kali ini yang terjadi adalah naikkan “undertable”. Capeeek, deeehhh!!! Memang sudah bukan rahasia lagi kalo kita menjual sesuatu pada perusahaan pasti ada “oknum” yang meminta komisi. Terutama bagi para key person. Merekalah yang akan membawa proposal  kita ke rapat direksi, sampai diputuskan siapa yang akan menang tender. Dan [...]

Continue reading »

Turunkan Harga!

Ini bukan demo emak-emak minta turunkan harga minyak goreng ato demo BBM, ato kampanye caleg yang mengumbar janji. Tapi sebuah permintaan. Permintaan yang sangat sederhana dari klien agar dia tak pindah ke lain hati. Turunkan harga. Ooh, sungguh membingungkan! Bagaimana mungkin kuturunkan harga sementara semua supplier sudah mengirimkan proposal kenaikan harga??? Ya, terserah. Kalo gak [...]

Continue reading »

Candle Light…

Mungkin banyak yang melewatkan malam minggu kemaren dengan candle light dinner ya, secara Valentine’s day gitu. Beda denganku yang harus melewatkan malam minggu dengan “Candle light sleeping” (halah, po meneh iki?). Gara-gara listrik mati! Uh, sebel bangets. Listrik mati dari abis maghrib sampe jam dua pagi. Sungguh mengesalkan! Dan seperti biasa aku nelpon ke PLN [...]

Continue reading »