
Cahaya
Lihatlah cahya itu, Kawan. Sekalipun tertutup awan, terangnya tetap menerangi sekitarnya. Hanya sekitarnya, tapi cukup untuk sekedar memberi kehangatan.
Pelajaran yang kupetik dari fenomena alam ini adalah, segelap apapun hati seseorang pasti ada sedikit cahaya kebaikan dibaliknya. Tinggal kita bantu untuk menyibak awan gelap di hatinya, maka cahaya itu akan keluar memberi kehangatan. Trus gimana menyibak awan gelap itu? Yah, musti sabar, dengan bantuan angin sedikit demi sedikit awan gelap itu akan pergi. Memang butuh kesabaran dan kekuatan, setidaknya harus berusaha sebelum sang matahari si pembawa cahaya itu terbenam untuk selamanya.
Sebetulnya cahaya indah ini ada yang lebih indah, pas di daerah Pekayon, sayangnya aku gak isa parkir untuk sekedar mengabadikannya. Kadang-kadang di tol ngeliat juga keindahan dalam bentuk yang berbeda, cahayanya keluar tipis-tipis menembus awan seperti labirin indaaaaah banget. Tapi gak isa motretnya. Untunglah di dekat rumah kutemui lagi keindahan itu so brenti sebentar motret dehh. Norak ya, orang-orang ampek pada ngliatin he…he…. Biarin deeehhh…..
Foto diambil dengan Soner K800
Posted by Emanuel Setio Dewo on Maret 25, 2009 at 7:10 pm
Bahkan pada malam hari pun Tuhan memberikan kita penerang, yaitu bulan dan bintang.
Choco:
Posted by syelviapoe3 on Maret 25, 2009 at 9:29 pm
PUt juga pecinta awan dan langit…
Tiap hari memandang langit dan “jap…jepret” langsung tervisualisasikan di my personal hP
Choco:
Posted by nh18 on Maret 27, 2009 at 10:27 am
Ini tidak norak Ibu …
Ini sangat sensitif dengan fenomena alam …
Orang-orang itu aja yang ndak punya sense of nature
So kalem aja bu …
Nice Photo …
Salam saya