Perempuan. Hmm, siapa sih yang tidak tertarik dengan perempuan? Bahkan seorang perempuan pun bisa sangat tertarik pada perempuan lain. Baik dalam arti kagum, sekedar tertarik, atau bahkan tertarik secara seksual. Namun sekaligus makhluk yang bisa sangat dibenci oleh kaumnya sendiri. Rasanya tidak ada habisnya membahas makhluk yang konon katanya indah dan mempesona ini. Benarkah? Ya, daya tarik perempuan tidak melulu pada kecantikan atau kemolekan tubuhnya saja. Banyak hal, Kawan. Kalau kau tak percaya juga, lihatlah ibumu, adik perempuanmu, istrimu, kekasihmu, bibimu. Semua punya daya tarik, bukan? Begitu banyak sajak dan lagu, drama dan buku tentang perempuan.
Perempuan. Bukan rahasia lagi jika dibalik kemegahan seorang laki-laki ada perempuan dibaliknya. Walau secara adil pula, tak sedikit perempuan yang juga menghancurkan kesombongan mereka. Kawan tentu tau yang kumaksud. Tanpa perlu kusebut tentu kau tau nama-nama kaum lelaki yang berjaya memimpin karena ada kekuatan perempuan istri di belakang mereka. Tanpa perlu kusebut juga, Kawan tentu tau para penguasa yang akhirnya ambruk karena ulah makhluk memesona itu.
Perempuan. Makhluk yang bisa menyimpan rahasia serapat tiram mempertahankan mutiaranya. Namun sekaligus pembicara yang ulung laksana sangkakala yang mampu membangunkan naga dari lelapnya. Begitu banyak lelaki berkeluh kesah tentang pekerjaan kepada istrinya sekaligus menceritakan rahasia perusahaan pada kekasihnya.
Namun, layakkah jika para maskulin itu saling membunuh, saling menjatuhkan, saling menghancurkan karena perempuan? Sebenarnya apa arti perempuan buat mereka? Aku tidak berbicara mengenai perempuan yang istri, Kawan, tapi mengenai perempuan-perempuan bukan istri yang berhasil menguasai hidup para lelaki. Perempuan yang entah telah diberi apa sehingga mampu menyimpan rahasia terbesar dalam hidup para lelaki itu, yang bahkan istrinya pun takkan pernah tau. Perempuan yang bukan sekedar memuaskan nafsu birahi, namun yang juga memegang kendali atas hidup kaum lelaki.
Kini kau percaya bukan, takkan habisnya membicarakan makhluk titisan bidadari ini. Tentu kau pernah dengar lagu ini:
Wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu……
……….
Namun adakala pria tak berdaya tekuk lutut di sudut kerling wanita…..
Nah, kau lihat Kawan, syair itu sudah tak berlaku lagi sekarang. Karena kini kaum macho itu sudah banyak dijajah perempuan, dijadikan mainan hingga saling menyakiti, saling menghancurkan. Dan makhluk memesona itu hanya tersenyum dan kadang berlinang menyaksikan kebodohan kaum adam!
Aku juga perempuan. Untunglah aku bukan perempuan kejam, karena aku bukanlah titisan bidadari hyahahahaha…… hush!!
Catatan: Semoga para titisan bidadari ini tidak memanfaatkan kemolekannya untuk mengeruk keuntungan semata.
Posted by reallylife on Mei 18, 2009 at 3:37 pm
dan aku masih suka perempuan
Choco:
Hahaha… itu berarti kau masih normal, Nak…
Posted by nh18 on Mei 19, 2009 at 9:28 am
Yang beginian aku ndak ngerti Bu …
(sok.naif.gitu.deh)