Aku tentu sudah pernah cerita tentang Guantengku yang selalu memakai baju tentaranya. Ke manapun pergi bahkan kalo baju kebesarannya itu dicuci Guanteng enggan ikut bepergian. Sudah kubelikan jaket yang lain, bukannya untuk pengganti malah dirangkapnya pula. Duh, aku sering sumuk sendiri ngeliatnya. Calon Jendral yang sudah sangat terobsesi.
Kali ini kisahnya tentang kaos kaki. Setelah rapi memakai pakaian kebesarannya, segera aku pakaikan kaos kaki. Belang-belang putih abu-abu. Dengan tegas Guanteng menolaknya. Maunya pakai kaos kaki yang putih beralas hitam. Lho, ini kan sama aja, Kakak, gak kiatan juga kok, kataku. Tapi Guanteng tetap menolak, Gak mau, Bunda, itu kan kaos kaki anak-anak. Masa tentara pake kaos kaki anak-anak? Duh, sedangkan kami buru-buru untuk segera pergi. Maka segera kukatakan padanya, Enggak, ini kaos kaki tentara juga. Tuh, belang-belang, tentara waktu masih kecil kaos kakinya juga begini, macem-macem kok, malahan warna-warni. Dengan setengah memaksa kupakaikan juga kaos kaki itu. Guanteng pun setengah gak percaya menurut juga. Oh Kawan, segitu terobsesinya dia tuk menjadi tentara. Padahal sungguh aku takut kalo benar kelak Guanteng jadi tentara. Mbok ya jadi arsitek aja, ato dokter, ato pengusaha, ato insinyur. Tapi, terserahlah, jadi apapun semoga menjadi yang terbaik.

Kaos kaki belang-belang

Duh, gayanyaaa....

Menanti panggilan tugas
Posted by Emanuel Setio Dewo on September 15, 2009 at 2:56 pm
Wakakaka…
Untung belum punya ransel tentara. Coba kalau nemu, bisa digendong kemana-mana. Asyik tho? Manteb tho?
*hayah*
Choco:
Dah punya, baru minggu maren nemunya. Bakal digendong-gendong terus tuh
Posted by nh18 on September 16, 2009 at 3:08 pm
Masih untung Belang-belang …
Bukan Kaos kaki bergambar Mickey Mouse …
“Tentara cinta kartun …”
hehehe
Choco:
Udah gak mau yang gambar begituan, Om. Dah sok gede
Posted by adipati kademangan on September 16, 2009 at 4:48 pm
masih untung keduanya warnanya sama. coba kalo warna dan coraknya lain, pasti bakalan ditolak mentah-mentah. “iki kaos kaki kok sisian ??!”
Choco:
Wahahaha, klao itu sih bakal ngamuk, bisa-bisa ditembaknya aku ini