Anak Pertama

Rumah Sakit siang ini tak begitu ramai. Bayi perempuan dalam gendonganku masih menangis meminta susu. Sementara anak lelakiku erat berpegangan pada kemeja batikku. Dan sebelah kiri anak perempuanku merengek minta gendong. Jarak usia anakku tak banyak satu sama lain, dan aku ingin ikut menangis bersama mereka. Lihatlah diriku, seorang ayah dengan tiga balita yang ditinggal ibunya.

Seorang ibu yang iba menghampiriku. Berusaha membantuku yang kerepotan meramu susu dengan bayi dalam gendonganku.

“Aduuh, lucunya bayi ini. Mau imunisasi ya, Pak? Mari saya bantu,” ujar Ibu itu ramah. Dengan lega kuserahkan bayi dalam gendonganku. Kini kedua tanganku bebas meramu susu untuk anakku. Sementara Si Ibu menimang bayiku dengan luwes.

“Wah, ini kakak-kakaknya ya?” Tanya Si Ibu sambil tersenyum ramah pada kedua anakku yang lain.

“Iya, Bu. Terimakasih, mari saya gendong susunya sudah siap,” jawabku lalu meminta bayiku. Namun dengan ramahnya Si Ibu mengambil botol susu dari tanganku dan memberikannya pada bayiku yang menyesap dengan rakusnya.

“Lapar sekali kau, Nak? Oh ya, mana ibunya? Sedang kontrol ya?” Tanya Si Ibu.

“Eh, Ibunya eh…pergi…eh… pulang ke rumah orang tuanya,” jawabku kikuk sambil menenangkan anak perempuanku yang rewel. Si Ibu memandang iba pada bayiku dan kedua anakku yang lain dan aneh padaku. Mungkin dalam hatinya berpikir, setega itukah ibunya pergi meninggalkan anak-anak manis ini? Ah, namun aku maklum.

“Ooh. Ini yang mana anak pertama yang mana kedua? Kok sepertinya tak beda jauh usianya ya?” Tanya Si Ibu lagi melihat aku menggendong anak perempuanku dan memeluk anak laki-lakiku.

“Eh…oh… mereka bertiga anak pertama saya semua, Bu,” jawabku tersipu.

Si Ibu terbelalak, bengong sejenak, lalu segera mengembalikan bayiku dalam gendonganku. Tanpa senyum Si Ibu pergi meninggalkan kami. Dan aku kembali kerepotan mengurus ketiga anak pertamaku.

About these ads

20 pemikiran pada “Anak Pertama

  1. Imelda April 24, 2012 pada 2:48 pm Reply

    hahahaha bank sperma ya? Jadi 3 anak dari 3 ibu? weleh-weleh :D

    Qiqiqiqiqi…buka cabang di mana-mana, BuEm :mrgreen:

  2. Lidya April 24, 2012 pada 3:02 pm Reply

    saudara beda ibu :-p

    Begitu tau ibunya kabur semua :mrgreen:

    • ndutyke April 24, 2012 pada 9:28 pm Reply

      exactly what I have in mind, hahaha….

      :lol: then… :D

  3. ~Amela~ April 24, 2012 pada 3:04 pm Reply

    jadi intinya itu kembar atau masing2 anak dari istri yang berbeda?

    Qiqiqiqiqi….istrinya banyak, Mellaa :mrgreen:

  4. LJ April 24, 2012 pada 4:34 pm Reply

    whuihhh.. xixii. tp toh bapaknya bertanggung ngurusin anak-anak pertamanya tersebut.. itu temen kantornya bude ya..? titip salam ajah. :P

    Waaa, bukan teman kok, Mak. Terinspirasi dari becandaan teman ajah :P

  5. Orin April 24, 2012 pada 4:55 pm Reply

    ckckckckck…. bad boy bgt si ayah :P

    Rasanya pengen ngulek ya, Rin :mrgreen:

  6. bundadontworry April 24, 2012 pada 5:14 pm Reply

    jiahahahaaa…………….hebat euy , anak pertama semua nya…. :D :P

    salam

    Bandel ya, Bundoo, rasain tuh ditinggal semua ama emaknya :P

  7. Tebak Ini Siapa April 24, 2012 pada 7:07 pm Reply

    Owalah, hahaha…
    Baru nyambung pas baca komen-komennya :P

    Ra popo, Na, kan kamu emang belom cukup umur :P

  8. sulunglahitani April 24, 2012 pada 7:27 pm Reply

    kembar tiga, kah? tapi ide ceritanya unik :D

    Bukan, Lung, anak pertama semua tapi beda umur lho… :mrgreen:

  9. prih April 24, 2012 pada 8:42 pm Reply

    Jeng Choco, baik hati benar si ‘aku’ ….. mengurus imunisasi anak adiknya sementara juga momong anak lelaki kakak sepupunya serta anak perempuan tetangga RT sebelah, dan semua disayangnya bagaikan anak sendiri, piye jal …

    Owh, Mbakyuu, panjenengan baik hati sekali, selalu berpikir positif. Tapi sayangnya itu anaknya “Si Aku” semua :P
    Piye jal… :mrgreen:

  10. kabutpikir April 24, 2012 pada 10:11 pm Reply

    aku udah baca potingannya, udah baca pula komen2nya…. tapi tetep aja gak ngerti maksudnya gimana ya?

    Tak usah kau risaukan, Nak, biarlah hatimu tetap jernih dan positif saja :mrgreen:

  11. Bibi Titi Teliti April 25, 2012 pada 2:32 pm Reply

    Whuaaaa…
    aku suka banget baca baca cerita disinih…
    endingnya selalu tak terduga…

    ‘element of surprise’ nya nendang banget gitu lho…hihihi…

    Qiqiqiqiq….tapi gak ketendang kan, Bi? :D

  12. Millati Indah April 25, 2012 pada 2:39 pm Reply

    Produktif ya bapaknya. Pabriknya di mana-mana. Pantes aja ibu yang nolongin langsung pergi, bete lihat bapak2 yang istri dan anaknya kececer di mana2 :p

    Wkwkwkwk…biar rasain dia :P

  13. Emanuel Setio Dewo April 25, 2012 pada 3:22 pm Reply

    Lha mbok nyari baby sitter

    Tak usaah, nanti dijadiin kantor cabang pula :mrgreen:

    • Pakde Cholik April 26, 2012 pada 4:34 am Reply

      gak puna uang kok cari baby sitter sih oom

      Ach, Pakdee….nuduh kok pas to?

  14. Pakde Cholik April 26, 2012 pada 4:38 am Reply

    Bagus, cerita ini multi tafsir

    1. Bayi itu adalah kembar 3, lalu mamanya meinggal dunia, seperti yang dialami oleh isteri anak buah saya dulu di Balikpapan.
    2. Bapak itu punyo tigo bini, dan melahirkan pada hari H yang sama, lalu isterinya bareng2 minggat..kok sadis ya.
    3. Bapak itu punyo tigo bini, dan melahirkan pada hari H yang sama, lalu isterinya bareng2 meninggal dunia…kok tragis ya
    4. Bapak itu penculik bayi…kok kriminalis gitu ya

    Mana yang benar menurut si empunya cerita ??

    Salam sayang selalu

    Wkwkwkwk…analisa Pakdee :P
    1. Tak mungkin kembar, yang digendong bayi yang dua balita :D
    2. Lahirannya ndak bareng kok, Pakdee tapi ketahuannya bareng :mrgreen:
    3. Ndak ada yang meninggal lho :P
    4. Waaa, ndak… dia baik kok, cuma bobi ajah (boyo bingung)
    Nah, jadi gimana, Pakdee :D
    Salam hangaaaattttt….

  15. harikuhariini April 26, 2012 pada 8:16 am Reply

    Itu khilaf, atau memang sengaja mau koleksi?, tambah 9 lagi buat tim sepak bola..

    Khilaf yang disengaja :P Waduh, 3 aja repot jeh

  16. Dewi Fatma April 26, 2012 pada 1:15 pm Reply

    Aku kmrn nonton On The Spot, Mbak. Ada 1 pria diperkirakan telah punya 600 anak sepanjang hidupnya karena dia ‘berprofesi’ sebagai penyumbang sperma terbesar di bank sperma yang didirikannya. Gila ya?

    Si ‘aku’ diatas juga ‘begitu’? Atau cuma ‘nyebar’ benih sana-sini? iiiiiyyy…takuuuttt…

    Hiiiiiiyyy, menebear benih di mana-mana weeksss….
    Yang itu cuma buka cabang aja kok, Jeng :P

  17. Interior Design April 26, 2012 pada 1:49 pm Reply

    jadi 3 tunggal donk.. hehehe

    Ditunggu kunjungan baliknya yah…

    Belum punya adik dah ditinggal kabur sih :P

  18. pulsa November 8, 2012 pada 7:29 am Reply

    wah waah bapak super ini :D

    Super njelehi :lol:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 81 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: