Semua orang pasti pernah berada pada situasi sulit. Hanya saja kadar kesulitannya berbeda-beda
Nah, Sabtu kemaren aku juga mengalami situasi sulit yang membuatku tertunduk malu dan tak bisa berbuat apa-apa.
Berawal dari si Mbak yang memberi tahu bahwa aku diundang syukuran menempati rumah baru di pojok gang. Memang penghuni lama sudah pindah dan sudah ada penghuni barunya. Berhubung waktu halal bihalal bulan lalu aku gak datang karena ada acara di sekolah kedua malaikatku, maka aku memutuskan untuk datang. Kan gak enak ama tetangga
Maka Sabtu pagi aku mengajak bareng tetangga sebelah. Sayangnya dia gak ada, sedang mengantar anak sekolah. Waduh, aku kan pemalu banget kalo datang sendirian. Tengah aku bimbang, dari arah berlawan ada seorang ibu yang mengajakku bareng. Dandanannya rapi sekali.
“Waduh, kok cantik banget, Bu?” Sapaku sembari melihat bajuku yang hanya blouse merah membara dan celana panjang.
“Ah, bisa aja. Ibu pakai kerudung aja,” jawabnya. Aku mulai curiga. Waduh, acaranya apa nih?
“Wah, aku gak punya jilbab, Bu,” sahutku. Si Ibu tersenyum.
“Pakai selendang aja, gak apa. Yuk, aku tungguin.”
Akupun segera masuk ke dalam. Sempat kutanya Mbak apa nih acaranya? Si Mbak bilang cuma syukuran kok. Untunglah aku punya pasmina oleh-oleh sobatku dari Turki. Dengan manis kupakai begitu saja pasmina berwarna pink obar-abir itu.
Lalu kami pun berangkat bersama. Dan sesampai di tujuan, kecurigaanku terbukti. Kawan, ternyata acaranya pengajian! Dan sudah terlambat pula! Aku duduk di luar bersama tetangga. Namun si tuan rumah segera menyuruh kami masuk ke dalam. Dan di sinilah situasi sulit itu membuatku tak berkutik!
Semua ibu yang ada di situ melafalkan surat Yasin (eh, bener kan?) sementara aku diam seribu bahasa sambil sesekali mengheningkan cipta seolah sedang melafal juga. Mana baju lengan pendek pula dengan kerudung yang terus menerus melorot. Sementara ibu-ibu yang lain rapi dan serasi antara busana dan kerudungnya
Melihat aku yang diam saja, seorang ibu menawariku meminjami bukunya. Aduh, dengan senyum merona dan bisikan halus aku menolak. Lha piye, dipinjami juga aku buta huruf hiks…hiks…
Akhirnya situasi sulit berdurasi 1 jam itu selesai sudah. Kami semua bersalaman dan menyalami tuan rumah. Beberapa ibu yang satu RT memaklumi kehadiranku yang salah kostum ini
Memang gak semua tahu kondisiku sih
Sampai rumah aku langsung berteriak, “Mbaaaaaaak, acaranya pengajiaaaaan, duhhh malu deh akyuuu!”
Si Mbak cengengesan melihatku ngomel sambil menikmati nasi kotak dan snack pemberian tuan rumah







hihihi bisa dibayangkan cengegesannya si mbak. memang mbak disini kalau dibilang acara syukuran itu namanya pengajian. btw boxnya isi apa mbak *kepo
xixixixi tengsin ya mbak
merah merona dong pipinya
berada di situasi sulit seperti itu emang sangat tidak enak
rasanya campur aduk
semoga gak bakal pernah ngalamin deh hehehe
pernah salah kostum juga, rasanya memang nggak enak …
ha.ha.ha iya … toss dulu, sama2 merasa nggak nyaman jadi pusat perhatian …
hehehehe……aku juga pernah…. Tapi aku cuek aja..duduk diem mendengarkan, kadang lirak lirik juga
ngebayanginnya saja sudah lucu nih…. ga tahu tuh rasanya disituasi seperti itu…. kalau saya merem saja deh… semoga cepat usai acaranya….
pengen lihat pasmina pink obar abir….kayak apa sih mbak?
.hi..hi…punya kosa kata baru deh…
Aku malah penasaran pasminanya :p
Syukuran rumah baru kok yasin… hmmm mbuh ding aku gak tau melu pengajian
Sabar ya mbak #pukpuk
Sebenarnya ya gak apa-apa, hanya kita saja yang perasaan. Itu jamak kok jeng.
Kemarin saya sms ke teman di Turki pesan pasmina obar-abir. Dia seminggu mencarinya tapi gak ada yang model obar-abir. Ahirnya dikirim pesmina model lain : korat-karit
Sambil makan nasi kotak Si mbak pasti berkomentar : ” Gue suka gaya loe ”
Jadi kangen deh
Salam sayank selalu
Hahaha …
Gue suka gaya loh …
(pak de ketularaaaannn …)
qiqiqiqiqi
1 jam bakal berasa lama kl saltum.. :p
pati deh berasa satu jam paling lama dalam hidup ya Mbak Choco
salam
heuheu…kebayang betapa ‘sulit’nya saat itu bu Cho, tapi untung nasi box-nya tetep dapet satu ya #eh? hihihihi
Yang empunya rumah sangat menghargai perhatian melalui kehadiran Diajeng apapun kostumnya. Pasmina juga andalan saya Jeng. Salam
gpp bu, masih ada nikmatnya. nikmat makan nasi kotak, bukan nasi lonjong
biar salah ttp cool hehe
hehehe, bunda juga pernah kayak gichu
Saya rasa tidak perlu malu Bu Choco …
Dengan duduk diam … mendengarkan dengan takzim
Saya yakin semua memaklumi …
jangan pernah malu bu …
Kan niat kita datang kesana untuk mendoakan yang punya rumah … sekaligus silaturahmi …
Mengenai baju yang salah kostum
Ini juga nggak usah kuatir … audiencenya semua wanita kan bu ?
santai saja …
Sekali lagi …
NIat kita adalah mendoakan tuan rumah … dan silaturahmi
Salam saya Bu Choco
Selamat pagi sahabat.
Terima kasih atas artikelnya yang menarik dan inspiratif
Jangan lupa mengikuti kontes Unggulan Indonesia Bersatu lho ya. Klik saja : http://tamanblogger.com/blogging/konteskuis/kontes-unggulan-indonesia-bersatu-cara-mencegah-dan-menanggulangi-tawuran
Terima kasih.
Salam hangat dari Surabaya
barbag kata kata motivasi mas broo
Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
salam kenal, sukses selalu dan ku tunggu kunjungan baliknya ya
Kalau misalnya itu aku loh, aku sih duduk diam saja sampai selesai,
pasti yang punya rumah yg minta maaf kalau tahu kondisiku yang kristen.
Kami dulu sering ikut acara pengajian di rumah saudara, tapi memang duduk paling belakang sih
Padahal aku pengen loh pake gamish utk acara gituan, bisa ngga? Selalu pengen beli tapi ngga tau mau dipakai kapan soalnya. Jangan harap bisa dipakai di Jepang, suamiku yang japanis aja bilang : “Kamu mau pakai baju tidur jalan-jalan?”