Situasi Sulit

Semua orang pasti pernah berada pada situasi sulit. Hanya saja kadar kesulitannya berbeda-beda :D Nah, Sabtu kemaren aku juga mengalami situasi sulit yang membuatku tertunduk malu dan tak bisa berbuat apa-apa.

Berawal dari si Mbak yang memberi tahu bahwa aku diundang syukuran menempati rumah baru di pojok gang. Memang penghuni lama sudah pindah dan sudah ada penghuni barunya. Berhubung waktu halal bihalal bulan lalu aku gak datang karena ada acara di sekolah kedua malaikatku, maka aku memutuskan untuk datang. Kan gak enak ama tetangga :D Maka Sabtu pagi aku mengajak bareng tetangga sebelah. Sayangnya dia gak ada, sedang mengantar anak sekolah. Waduh, aku kan pemalu banget kalo datang sendirian. Tengah aku bimbang, dari arah berlawan ada seorang ibu yang mengajakku bareng. Dandanannya rapi sekali.

“Waduh, kok cantik banget, Bu?” Sapaku sembari melihat bajuku yang hanya blouse merah membara dan celana panjang.

“Ah, bisa aja. Ibu pakai kerudung aja,” jawabnya. Aku mulai curiga. Waduh, acaranya apa nih?

“Wah, aku gak punya jilbab, Bu,” sahutku. Si Ibu tersenyum.

“Pakai selendang aja, gak apa. Yuk, aku tungguin.”

Akupun segera masuk ke dalam. Sempat kutanya Mbak apa nih acaranya? Si Mbak bilang cuma syukuran kok. Untunglah aku punya pasmina oleh-oleh sobatku dari Turki. Dengan manis kupakai begitu saja pasmina berwarna pink obar-abir  itu.

Lalu kami pun berangkat bersama. Dan sesampai di tujuan, kecurigaanku terbukti. Kawan, ternyata acaranya pengajian! Dan sudah terlambat pula! Aku duduk di luar bersama tetangga. Namun si tuan rumah segera menyuruh kami masuk ke dalam. Dan di sinilah situasi sulit itu membuatku tak berkutik!

Semua ibu yang ada di situ melafalkan surat Yasin (eh, bener kan?) sementara aku diam seribu bahasa sambil sesekali mengheningkan cipta seolah sedang melafal juga. Mana baju lengan pendek pula dengan kerudung yang terus menerus melorot. Sementara ibu-ibu yang lain rapi dan serasi antara busana dan kerudungnya :( Melihat aku yang diam saja, seorang ibu menawariku meminjami bukunya. Aduh, dengan senyum merona dan bisikan halus aku menolak. Lha piye, dipinjami juga aku buta huruf hiks…hiks…

Akhirnya situasi sulit berdurasi 1 jam itu selesai sudah. Kami semua bersalaman dan menyalami tuan rumah. Beberapa ibu yang satu RT memaklumi kehadiranku yang salah kostum ini :oops:   Memang gak semua tahu kondisiku sih :(

Sampai rumah aku langsung berteriak, “Mbaaaaaaak, acaranya pengajiaaaaan, duhhh malu deh akyuuu!”

Si Mbak cengengesan melihatku ngomel sambil menikmati nasi kotak dan snack pemberian tuan rumah :mrgreen:

21 pemikiran pada “Situasi Sulit

  1. Lidya September 24, 2012 pada 11:28 am Reply

    hihihi bisa dibayangkan cengegesannya si mbak. memang mbak disini kalau dibilang acara syukuran itu namanya pengajian. btw boxnya isi apa mbak *kepo

    Enak Jeng, ada ayam bakar, sambal goreng ati, buncis, telur balado ama krupuk udang :mrgreen:

  2. niqué September 24, 2012 pada 11:29 am Reply

    xixixixi tengsin ya mbak
    merah merona dong pipinya
    berada di situasi sulit seperti itu emang sangat tidak enak
    rasanya campur aduk :D
    semoga gak bakal pernah ngalamin deh hehehe

    Waah, apalagi pas pamitan Jeng, malyuuuuu banggeeet :oops:

  3. Wong Cilik September 24, 2012 pada 12:01 pm Reply

    pernah salah kostum juga, rasanya memang nggak enak … :)

    Jadi pusat perhatian ya, MasHind. Rasanya pengen ambles ke perut bumi saja :D

    • Wong Cilik September 29, 2012 pada 2:49 am Reply

      ha.ha.ha iya … toss dulu, sama2 merasa nggak nyaman jadi pusat perhatian …

      Ndak bakat ngartis yo, Mas :P

  4. yustha tt September 24, 2012 pada 12:07 pm Reply

    hehehehe……aku juga pernah…. Tapi aku cuek aja..duduk diem mendengarkan, kadang lirak lirik juga :D

    Aku juga plirak-plirik Jeng, melihat pemandangan sekitar :mrgreen:

  5. bukan siapa siapa September 24, 2012 pada 5:01 pm Reply

    ngebayanginnya saja sudah lucu nih…. ga tahu tuh rasanya disituasi seperti itu…. kalau saya merem saja deh… semoga cepat usai acaranya….

    Saya juga lebih banyak menunduk, MasApp :D

  6. monda September 24, 2012 pada 7:58 pm Reply

    pengen lihat pasmina pink obar abir….kayak apa sih mbak?
    .hi..hi…punya kosa kata baru deh…

    Hihihihihi…obar-abir itu warnanya bergradasi, BuMon :D

  7. Tebak Ini Siapa September 25, 2012 pada 2:55 am Reply

    Aku malah penasaran pasminanya :p
    Syukuran rumah baru kok yasin… hmmm mbuh ding aku gak tau melu pengajian :D
    Sabar ya mbak #pukpuk

    Iyo yasin, Na. Ikut Ibunda gih sekali-sekali :D

  8. Pengamat Gaya September 25, 2012 pada 5:02 am Reply

    Sebenarnya ya gak apa-apa, hanya kita saja yang perasaan. Itu jamak kok jeng.
    Kemarin saya sms ke teman di Turki pesan pasmina obar-abir. Dia seminggu mencarinya tapi gak ada yang model obar-abir. Ahirnya dikirim pesmina model lain : korat-karit

    Sambil makan nasi kotak Si mbak pasti berkomentar : ” Gue suka gaya loe ”
    Jadi kangen deh

    Salam sayank selalu

    Wkwkwkwkwkw….korat-karit tuh yang gimana, Pakdee :lol:
    Si Mbak gak tak bagi :P

    • nh18 September 27, 2012 pada 9:13 pm Reply

      Hahaha …
      Gue suka gaya loh …

      (pak de ketularaaaannn …)

      qiqiqiqiqi

      Gaya gw keren ya, Bro… :mrgreen:

  9. Myra Anastasia September 25, 2012 pada 10:01 am Reply

    1 jam bakal berasa lama kl saltum.. :p

    Iya Jeng, untunglah sudah berlalu :D

  10. fadecancer September 26, 2012 pada 8:17 am Reply

    pati deh berasa satu jam paling lama dalam hidup ya Mbak Choco :mrgreen:

    salam

    Iya, Bundoo, lega rasanya ketia selesai :D

  11. Orin September 26, 2012 pada 5:07 pm Reply

    heuheu…kebayang betapa ‘sulit’nya saat itu bu Cho, tapi untung nasi box-nya tetep dapet satu ya #eh? hihihihi

    Nasi box sama snack box, Rin :oops:

  12. prih September 26, 2012 pada 8:58 pm Reply

    Yang empunya rumah sangat menghargai perhatian melalui kehadiran Diajeng apapun kostumnya. Pasmina juga andalan saya Jeng. Salam

    Inggih, Mbakyu. Sang tuan rumah sampai berkali-kali mengucap terimakasih :D

  13. tunsa September 27, 2012 pada 11:21 am Reply

    gpp bu, masih ada nikmatnya. nikmat makan nasi kotak, bukan nasi lonjong :D
    biar salah ttp cool hehe

    Dan ayam bakarnya enak, Mas :mrgreen:

  14. Bunda Bijak September 27, 2012 pada 5:04 pm Reply

    hehehe, bunda juga pernah kayak gichu

    Toss, Bun :D

  15. nh18 September 27, 2012 pada 9:12 pm Reply

    Saya rasa tidak perlu malu Bu Choco …
    Dengan duduk diam … mendengarkan dengan takzim
    Saya yakin semua memaklumi …
    jangan pernah malu bu …
    Kan niat kita datang kesana untuk mendoakan yang punya rumah … sekaligus silaturahmi …

    Mengenai baju yang salah kostum
    Ini juga nggak usah kuatir … audiencenya semua wanita kan bu ?
    santai saja …

    Sekali lagi …
    NIat kita adalah mendoakan tuan rumah … dan silaturahmi

    Salam saya Bu Choco

    Betul, Om. Niat saya memang untuk bersilaturahmi mengingat tetangga satu baris, jadi dekaaat banget.
    Makasiy Om, jadi lega perasaan :D

  16. Shohibul Kontes Unggulan Indonesia Bersatu Oktober 3, 2012 pada 10:00 am Reply

    Selamat pagi sahabat.
    Terima kasih atas artikelnya yang menarik dan inspiratif

    Jangan lupa mengikuti kontes Unggulan Indonesia Bersatu lho ya. Klik saja : http://tamanblogger.com/blogging/konteskuis/kontes-unggulan-indonesia-bersatu-cara-mencegah-dan-menanggulangi-tawuran

    Terima kasih.

    Salam hangat dari Surabaya

    Siap, Pakdee…

  17. Jelly Gamat Luxor Oktober 6, 2012 pada 1:12 pm Reply

    barbag kata kata motivasi mas broo
    Banggalah pada dirimu sendiri, Meski ada yang tak Menyukai. Kadang mereka membenci karena Mereka tak mampu menjadi seperti dirimu.
    salam kenal, sukses selalu dan ku tunggu kunjungan baliknya ya :D

  18. Imelda Oktober 13, 2012 pada 4:43 am Reply

    Kalau misalnya itu aku loh, aku sih duduk diam saja sampai selesai,
    pasti yang punya rumah yg minta maaf kalau tahu kondisiku yang kristen.
    Kami dulu sering ikut acara pengajian di rumah saudara, tapi memang duduk paling belakang sih

    Iya BuEm, aku juga menikmati :D

    • Imelda Oktober 13, 2012 pada 4:46 am Reply

      Padahal aku pengen loh pake gamish utk acara gituan, bisa ngga? Selalu pengen beli tapi ngga tau mau dipakai kapan soalnya. Jangan harap bisa dipakai di Jepang, suamiku yang japanis aja bilang : “Kamu mau pakai baju tidur jalan-jalan?”

      Dikasih ikat pinggang yang modis, BuEm, dijamin cantik :D

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 80 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: