Arsip untuk ‘I feel blue’ Kategori

Lelah

Kawan, hari ini aku lelah sekali. Gak, bukan hari ini, sejak seminggu yang lalu. Oh, enggak, sejak setahun lalu. No, no, sejak seratus tahun lalu mungkin. Tapi dulu lelah itu masih bisa teratasi, masih bisa diusir. Entah mengapa lelah itu kini kian membuncah. Serasa lahar panas yang terus-menerus menggelegak. Ingin kumuntahkan, ingin kusemburkan tapi selalu tertahan. [...]

Continue reading »

Header Blog

Hasil motret di Ancol. Sungguh sangat amatir dan sederhana, tapi lihatlah hasilnya. Menggambarkan hati yang sepi, merana, tua. Bahkan angin pun enggan menyapa batang kayu itu. Tinggal lapuk menanti hancur.

Continue reading »

Malik

Siapa sebenarnya Malik itu?
Setahuku Malik adalah malaikat (?) penjaga pintu neraka. Tapi aku tak tau apa tugas Malik sebenarnya. Apakah:
Menjaga agar tak seorangpun penghuni neraka keluar dari pintu neraka?
Atau  
Menjaga agar tak seorangpun masuk ke pintu neraka?
Atau
Mengajak orang agar mau masuk ke pintu neraka?
Apapun, aku benci banget dengan seseorang yang berjejuluk MALIK. Dia sudah mengancurkan hatiku, memporakporandakan hidupku, [...]

Continue reading »

Crisis Zone!

Alkisah, pada suatu siang bolong yang panas membara (halah ), aku dan sobatku memenuhi undangan klien untuk presentasi. Setengah jam sebelum waktu yang ditentukan, kami sudah datang dan duduk manis menunggu di lobby. Seperti biasa di saat menunggu kami berdua ngobrol hal-hal yang gak jelas, bahkan kadang cekikikan gak jelas juga. Wis pokoke rada korslet [...]

Continue reading »

Gak Bisa Bobok

Dah hampir jam satu dini hari masih juga belum bisa bobok. Padahal dah minum obat pusing ‘coz kepala berdenyut-denyut, belum bisa juga. Udah juga posting dua tulisan tambah yang ini, malah tambah melotot. Ih, sebel! Kenapa mendadak jadi insomnia begini? Dulu waktu belum kawin emang aku seorang insomnia sejati. Sering teman kosku aku suruh pindah [...]

Continue reading »

Alone

tak mau terpejam juga mata ini
sungai kecil pun tak berhenti mengalir di pipi
seharusnya kuisi dengan doa
tapi menyebut namaNya pun ku tak kuasa
bagaimana aku bisa merasa sepi
di tengah orang-orang yang kucintai?
bagaimana aku merasa sendiri
sementara yang lain menemani?
kian larut malam di sini
belum kering juga anak sungai ini
terbayang di malam seberang sana
tawa dan canda membahana
haruskah kumohon padamu
dewi mimpi [...]

Continue reading »

Nomor Dua

Bukan masalah sebetulnya menjadi nomor dua. Karena bila tak siap mental mungkin lebih enak menjadi nomor dua, tidak harus menjadi panutan, tidak harus menanggung beban.
Yang tak enak adalah dinomorduakan! Ketika seharusnya menjadi yang utama namun harus menjadi cadangan! Ketika seharusnya mendapat yang terbaik namun hanya mendapat sisa! Haruskah mulai membiasakan diri?
Ah, sensi sekali aku akhir-akhir [...]

Continue reading »

Sia-sia

ternyata hanya kebodohan
mestinya tak perlu ditanyakan
tak usah pula diragukan
hitam adalah jawaban
ternyata memang sia-sia
merangkai untaian asa
apa lagi yang ku harap?
sewindu sudah ku tak terlelap
ku tak berhenti mencoba mengerti
takkan pernah ada keadilan duniawi
sampai kapanpun memang tak berarti
kini ku tak peduli

Continue reading »

Ambigu

Hitam nampaknya
Oh, tidak… putih ternyata
Tapi mengapa begitu sulit
Menafsirkan yang terbersit?
Hitam atau putihkah
Mengapa begitu resah
Mungkin tidak keduanya
Mungkin pula di antaranya
Masih juga belum ada jawaban
Ke mana kucari kepastian
Tidak atau ya?
Berat atau rela?

Continue reading »

Pungguk Merindukan Bulan

Kemilaumu begitu memukau
Indah…. menawan….
Pesonamu sangat memabukkan
Membuaiku dalam khayal dan angan
Dekat sekali kau bulanku
Mudah nian tuk menjangkaumu
Serasa begitu nyaman memelukmu
Hangat… tak ingin ku melepasmu
Ah, ternyata hanya mimpiku
Kau masih angkuh di singgasanamu
Hitam dan kelamlah yang kau pilih
Awan dan gemintanglah yang kau jelang
Sendiri ku memandangmu
Pucuk cemara pun enggan menolongku
Bagaimana lagi harus kuraih
Bulanku nan rupawan?

Continue reading »