<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>chocoVanilla</title>
	<atom:link href="http://chocovanilla.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://chocovanilla.wordpress.com</link>
	<description>Sweety, milky, creamy, crispy, bitter also</description>
	<lastBuildDate>Tue, 21 May 2013 19:30:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='chocovanilla.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>chocoVanilla</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://chocovanilla.wordpress.com/osd.xml" title="chocoVanilla" />
	<atom:link rel='hub' href='http://chocovanilla.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>[BeraniCerita #12]: Sepatu Dina</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/20/beranicerita-12/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/20/beranicerita-12/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 May 2013 04:16:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://chocovanilla.wordpress.com/?p=4712</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Lepas sepatu itu, Dina!&#8221; Suryo menghardik anaknya dengan keras. Dina menoleh terkejut. Wajahnya pias ketakutan. &#8220;Tapi, Pa&#8230;..&#8221; &#8220;Tidak ada tetapi, lepas!&#8221; Gemetar Dina melepas sepatu merahnya yang sudah kumal dan berlubang di sana-sini. &#8220;Ini pemberian Mama, Pa. Dina&#8230;Dina&#8230;,&#8221; isaknya tak berdaya. &#8220;Jangan sebut kata Mama lagi di depan Papa!&#8221; Gadis menjelang remaja itu mengisak lalu &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4712&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4716" class="wp-caption aligncenter" style="width: 253px"><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/sepatu.jpg"><img class=" wp-image-4716" alt="sepatu" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/sepatu.jpg?w=243&#038;h=300" width="243" height="300" /></a><p class="wp-caption-text"><a href="http://weheartit.com/entry/31639567" target="_blank">credit</a></p></div>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lepas sepatu itu, Dina!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Suryo menghardik anaknya dengan keras. Dina menoleh terkejut. Wajahnya pias ketakutan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi, Pa&#8230;..&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak ada tetapi, lepas!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Gemetar Dina melepas sepatu merahnya yang sudah kumal dan berlubang di sana-sini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini pemberian Mama, Pa. Dina&#8230;Dina&#8230;,&#8221; isaknya tak berdaya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jangan sebut kata Mama lagi di depan Papa!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Gadis menjelang remaja itu mengisak lalu berlari menuju kamarnya. Suryo hanya bisa menahan amarah, nyaris ia menendang dan membuang sepatu itu jika tak ingat betapa Dina sangat menyayanginya. Amarahnya masih belum terkendali setiap mendengar atau melihat semua barang yang berbau Rani, istrinya. Tepatnya mantan istrinya. Apalagi sepatu itu sudah begitu kumalnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Hari Minggu yang terlanjur rusak. Sejatinya Suryo ingin mengajak Dina makan siang sekaligus mengenalkannya pada Vita, calon istrinya. Entah ini calon keberapa setelah yang sebelum-sebelumnya selalu ditolak Dina.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dina hanya ingin Mama.&#8221; Begitu selalu jawaban Dina setiap Suryo membawa pulang kekasihnya. Dan biasanya tak ada percakapan lebih lanjut selain suara pintu yang dibanting oleh Suryo.</p>
<p style="text-align:justify;">Hujan tiba-tiba turun lalu menderas disertai angin yang menderu. Dina berlari-lari ke teras, menyelamatkan sepatu merahnya dari guyuran hujan lalu menghilang lagi ke kamarnya. Suryo sudah tak peduli. Hatinya geram bukan main, tetapi ia sedang malas ribut dengan gadisnya.</p>
<p style="text-align:center;">*************</p>
<p style="text-align:justify;">Bertahun-tahun setelah kejadian itu Suryo tak pernah lagi melihat Dina memakai sepatu kumalnya, bahkan tak pernah lagi melihat sepatu itu. Mungkin Dina telah membuangnya. Waktu memang selalu bisa menyembuhkan. Hingga suatu hari, Andre, kekasih Dina datang dengan membawa kotak sepatu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hadiah ulang tahun untuk Dina, Om,&#8221; jelas Andre ketika Suryo bertanya. Suryo tertawa senang. Hampir saja ia membeli kado yang sama, untunglah tidak jadi karena ia tak tahu ukuran sepatu Dina.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tunggulah, sebentar lagi Dina turun,&#8221; kata Suryo. Ia menyukai Andre, anak muda yang sopan dan bisa diandalkan menjaga Dina. Meski belum mengenal keluarga Andre, tetapi Suryo siap memberikan restunya jika Andre ingin melamar Dina.</p>
<p style="text-align:justify;">Mereka masih mengobrol ringan hingga terdengar langkah kaki menuruni tangga. Kedua lelaki beda generasi itu mendongak lalu tersenyum penuh cinta melihat Dina turun dengan gaun ungunya. Cantik. Suryo nyaris menitikkan air mata melihat gadisnya yang telah tumbuh dewasa dan &#8230; begitu mirip Rani!</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hai, Pa, Andre,&#8221; sapa Dina malu-malu. Kedua lelaki itu berdiri menyambut putri cantik itu. Suryo dengan kecupannya di dahi, dan Andre yang hanya berani menyambut tangan pujaan hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">Malam berlalu dengan menyenangkan, makan malam bertiga diiringi musik lembut dan obrolan penuh canda. Hingga saatnya membuka kado. Suryo memberi jam tangan cantik untuk putrinya. Sementara Andre segera mengambil kotak sepatunya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini kado untukmu, Sayang.&#8221; Andre memberikan bingkisannya. Dina membukanya lalu memekik girang. Sementara Suryo memucat. Sebuah sepatu kets merah sama persis dengan sepatu kumal yang dibencinya, hanya beda ukuran tentu saja. Dan wajahnya begitu muram ketika Dina memeluk kekasihnya dengan bahagia. Suryo tak berani berkata-kata.</p>
<p style="text-align:center;">*****************</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Keluarganya ingin berkenalan, Pa,&#8221; kata Dina takut-takut.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Datang saja, kau atur waktunya, Nak,&#8221; sahut Suryo masih tetap memandangi koran paginya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Papa&#8230; gak akan marah dengan papanya kan?&#8221; bisik Dina ragu. Tentu saja Suryo terheran-heran.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mengapa Papa mesti marah pada Papa Andre?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Karena&#8230; Papanya &#8230;. adalah suami Mama.&#8221;</p>
<p style="text-align:center;">*******************</p>
<p style="text-align:center;"><span style="color:#ff00ff;"><em>words: 500</em></span><br />
<a href="http://www.beranicerita.com/2013/05/berani-cerita-12.html" target="_blank"><img class="aligncenter" alt="" src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2312.png" width="234" height="226" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4712/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4712/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4712&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/20/beranicerita-12/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>11</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/sepatu.jpg?w=222" medium="image">
			<media:title type="html">sepatu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2312.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>[BeraniCerita #11]: Kembalinya Cincin Ibu</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/14/beranicerita-11-kembalinya-cincin-ibu/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/14/beranicerita-11-kembalinya-cincin-ibu/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 14 May 2013 07:31:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng Aja]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4702</guid>
		<description><![CDATA[Sepasang betis putih mulus dengan stiletto keperakan meluncur turun dari sebuah mobil mewah berwarna hitam metalik. &#8220;Tunggu sini ya, Pak. Saya tidak lama,&#8221; ujarnya pada sopirnya yang membukakan pintu mobil. Sejenak ia berdiri menatap jalan sempit yang ada di depannya, mencoba menata nyalinya. Tangannya mengerudungkan scarf Yves Saint Laurent di atas kepalanya, kemudian memakai kacamata &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4702&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4708" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/ysl.jpg"><img class="size-medium wp-image-4708" alt="YSL" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/ysl.jpg?w=300&#038;h=156" width="300" height="156" /></a><p class="wp-caption-text">Lha kok bukan gambar cincin? <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p></div>
<p style="text-align:justify;">Sepasang betis putih mulus dengan <em>stiletto</em> keperakan meluncur turun dari sebuah mobil mewah berwarna hitam metalik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tunggu sini ya, Pak. Saya tidak lama,&#8221; ujarnya pada sopirnya yang membukakan pintu mobil. Sejenak ia berdiri menatap jalan sempit yang ada di depannya, mencoba menata nyalinya. Tangannya mengerudungkan <em>scarf Yves Saint Laurent</em> di atas kepalanya, kemudian memakai kacamata hitam bermerk sama. Seperti teringat sesuatu, ia merogoh tas <em>Hermes</em> nya, memastikan keberadaan sebuah kotak kecil berlapis beludru. <em>Oh, masih ada</em>, batinnya lega.</p>
<p style="text-align:justify;">Siang yang membara, bahkan angin pun enggan bertiup. Jalan kampung begini sepi, mungkin penghuninya lebih senang mendekam di dalam rumah menghindari panas dan debu. Ia merasa lega karenanya, tak perlu seorang pun tahu akan keberadaannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Langkahnya kemudian terhenti pada sebuah rumah kecil yang catnya nyaris mengelupas semua. Pintunya setengah terbuka, seperti mengharap embusan angin untuk meredakan panas yang membakar. Tanpa mengetuk pintu, ia masuk dan mendapati seorang perempuan paruh baya sedang tiduran di dipan lapuk, menonton televisi tua yang telah buram.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ibu&#8230;,&#8221; panggilnya lirih. Air matanya nyaris tumpah. Lima tahun ia pergi tanpa pamit, tanpa pernah berkabar. Ingatkah sang bunda padanya? Ia menurunkan kerudung dan membuka kacamatanya.</p>
<p style="text-align:justify;">Perempuan tua itu bangkit, memandang terkejut pada wanita mewah di hadapannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini aku, Bu,&#8221; katanya dengan suara tercekat. Segera ia bersimpuh dan menangis di pangkuan ibunya. Perempuan itu terpana, sesaat kemudian iapun turut menangis bersama anaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maafkan aku, Ibu,&#8221; tangisnya menyayat. Ibunya tak mampu berkata-kata selain mengelus rambut anaknya dengan takut-takut. Rambut sehalus sutra dan seharum melati.</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah reda tangisnya, ia mengeluarkan kotak kecil dari dalam tasnya. Membukanya dan mengeluarkan sebentuk cincin emas belah rotan tua, emas pasar dengan kadar paling rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini Bu, cincin yang&#8230;yang pernah aku curi,&#8221; isaknya. Ia mengambil tangan ibunya, menyusupkan cincin itu ke jari manisnya. Cincin yang pernah ia gadaikan untuk ongkos merantau ke ibukota, yang hanya seharga satu kali tiket bus dan dua kali makan di Jakarta.</p>
<p style="text-align:justify;">Sang Ibu menatap haru anaknya, memandangi jari manisnya yang kini berhias satu-satunya perhiasan yang pernah ia miliki seumur hidupnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun kemudian matanya nanar menatap pesawat televisi. Sosok wajah cantik yang sejak tadi disiarkan itu mirip sekali dengan anaknya. Wanita yang dikabarkan menjadi simpanan seorang politikus.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau sudah bosan hidup susah, Nak?&#8221; Bisiknya nelangsa.</p>
<p style="text-align:center;">****************<br />
<a href="http://www.beranicerita.com/2013/05/berani-cerita-11.html" target="_blank"><img alt="" src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2311.png" width="200;" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Words: 363</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cc99ff;"><em>Gambar pinjam<a href="http://www.google.co.id/search?q=scarf&amp;hl=id&amp;tbm=isch&amp;tbo=u&amp;source=univ&amp;sa=X&amp;ei=_9GRUcatHc7MrQfh-4DwDQ&amp;sqi=2&amp;ved=0CD0QsAQ&amp;biw=1280&amp;bih=625#hl=id&amp;tbm=isch&amp;sa=1&amp;q=scarf+YSL&amp;oq=scarf+YSL&amp;gs_l=img.3...100621.106126.23.106862.9.9.0.0.0.0.539.1477.5j3j5-1.9.0...0.0...1c.1.12.img.7pIvq2zKKGE&amp;bav=on.2,or.r_qf.&amp;bvm=bv.46471029,d.bmk&amp;fp=fb4c06256bdc85eb&amp;biw=1280&amp;bih=625" target="_blank"><span style="color:#cc99ff;"> Google</span></a> <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4702/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4702/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4702&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/14/beranicerita-11-kembalinya-cincin-ibu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/ysl.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">YSL</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2311.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Cerita: Tertipu</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/13/cerita-tertipu/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/13/cerita-tertipu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 07:55:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4693</guid>
		<description><![CDATA[Kisah ini terjadi kira-kira dua ratus dua belas tahun yang lalu. Waktu itu aku masih pengantin baru dan masih tinggal di kos. Sebetulnya sih udah ada rumah sendiri, tapiii jauuuuuuh dari tempat kerja (itu alasan diplomatisnyaaa, alasan benernya mah lom ada pager, dapur, kasur ). Nah, berhubung masih kos tentu saja makan masih beli, ndak &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4693&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Kisah ini terjadi kira-kira dua ratus dua belas tahun yang lalu. Waktu itu aku masih pengantin baru <img style="border:none;" alt="ashamed0002 Free Emoticons   Shame" src="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/ashamed0002.gif" width="auto" height="20px" /> dan masih tinggal di kos. Sebetulnya sih udah ada rumah sendiri, tapiii jauuuuuuh dari tempat kerja (<em>itu alasan diplomatisnyaaa, alasan benernya mah lom ada pager, dapur, kasur</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  ). Nah, berhubung masih kos tentu saja makan masih beli, ndak mungkin masak sendiri to? (<em>Lagi-lagi alasan diplomatis, benernya siy ya emang gak iso mangsak</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  ) Untuk urusan isi perut ini, kami punya tempat-tempat favorit. Maklumlah, buat kami berdua yang tergolong &#8220;gerombolan si berat&#8221; ini, makan adalah salah satu rekreasi yang menyenangkan <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  Untuk makan siang kalo lagi libur dan lagi malas ke mana-mana (<em>Halah, diplomasi maning! Tanggal tuwo to?</em>), kami punya langganan warteg yang wuenak, dekat, bersih dan murmer tentu saja.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari, dengan alasan lelah dan sok manja ihik&#8230;ihik&#8230;. (<em>kan manten anyaaar</em>), aku gak ikut ke warteg hanya kekasihku sendiri yang berangkat.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mau lauk apa?&#8221; Begitu kekasihku bertanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa aja. Apapun yang kamu pilihkan aku suka kok.&#8221; Ituuu waktu masih manten anyaarr <img style="border:none;" alt="cool0003 Free Emoticons   Cool" src="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/cool0003.gif" width="auto" height="15px" /></p>
<p style="text-align:justify;">Kalo sekarang?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Rujak cingur yaa, tapi jangan pake cingurnya. Awas, jangan lupa lho! Kalo gak ada ya bakso, pake soun nya dikiiiit aja, jangan pake saos. Sambelnya minta banyakan yaa, oh ya ama kasih kecap dikiit. Jangan lupaaa kuahnya juga banyakan.&#8221; <img style="border:none;" alt="sign0023 Free Sign Emoticon" src="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/sign0023.gif" width="auto" height="30px" /> Dan biasanya tanpa mendengar pesanku yang tiga meter itu kekasihku langsung ngacir hihihihihi&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">Lanjooot, kekasihku pun berangkat ke warteg. Sementara aku menunggu di kamar kos dengan manis dan pasrah. Tak berapa lama dia pun kembali. Jika biasanya aku menyambut kepulangannya dengan tari hula-hula <img style="border:none;" alt="sick0022 Free Sick Emoticons" src="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/sick0022.gif" width="auto" height="20px" /> kali ini cukup dengan senyum manis dan lemes karena wis ngelih. Kami pun menikmati nasi bungkus lazat itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Di tengah-tengah makan aku ngintip miliknya (<em>nasinya maksude</em>). Ih, curang kok ada yang beda dengan punyaku?</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Itu apa?&#8221; Tanyaku sembari menunjuk bulatan-bulatan besar berwarna kecoklatan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh, eh..ini jamur.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kok aku gak dibeliin juga?&#8221; Tanyaku sedikit merajuk sambil memalingkan pipi sok-sok ngambek (<em>idiiih, pengen nggebuk bukan?)</em></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tadi tinggal dikiiit, tinggal segini doang,&#8221; jawabnya rada tergagap.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Enak gak?&#8221; Tanyaku siap-siap nyomot untuk mencoba.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gak&#8230;gak enak. Kayaknya udah menjelang basi gitu. Tapi sayang ah kalo dibuang,&#8221; kilahnya. Tentu saja aku gak jadi nyobain. Herannya, katanya otw basi tapi kok abis bersih begitu?</p>
<p style="text-align:justify;">Setelah itu, ketika kami sudah menempati rumah sendiri, ibunda mertua pun mulai sering menginap. Dan tentu saja selayaknya putri Minang, Nenek sangat pandai memasak. Dan salah satu andalannya adalah Jariang Tumbuk Lado! Perlu kau ketahui Kawan, seumur-umur aku melihat dan kenal jengkol itu ya setelah beberapa lama tinggal di ibukota. Gara-garanya ibu kos adalah seorang JFC. Tapi karena katanya bau aku gak berani cobain. Dan waktu masih pacaran pun kekasihku itu gak pernah mengenalkan jengkol padaku, bahkan katanya gak suka.</p>
<p style="text-align:justify;">Ternyata! Setelah sekian ratus tahun menikah dan beranak-pinak, barulah dia mengaku bahwa &#8220;bulatan-bulatan coklat&#8221; yang katanya &#8220;jamur&#8221; dulu itu ternyata semur jengkol! Dan ternyata pula, kekasihku ini juga anggota JFC! Lhadalaaahhhh tertipu akuuuu&#8230;..!</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ya priben maning, karena sudah cinta yaa terima saja. Paling-paling kalo doi abis makan jengkol, kami pisah ranjang sejenak, kalopun seranjang yaaa diam sejenak <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  <img style="border:none;" alt="animal0019 Free Emoticons   Animals" src="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/animal0019.gif" width="auto" height="20px" /></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://myoyen.wordpress.com/2013/05/01/hari-jengkol-ketiga/" target="_blank"><span style="color:#ff00ff;">“<strong>Tulisan ini untuk ikutan Hari Jengkol ketiga</strong>”</span></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>Wish me luck <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </em></span></p>
<div id="attachment_4697" class="wp-caption aligncenter" style="width: 266px"><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/semur-jengkol.jpg"><img class="size-full wp-image-4697" alt="semur jengkol" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/semur-jengkol.jpg?w=600"   /></a><p class="wp-caption-text">Sogokan buat Jenab <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /></p></div>
<p><span style="color:#cc99ff;"><em>Gambar minjem <a href="http://www.google.co.id/search?q=semur+jengkol&amp;hl=id&amp;tbm=isch&amp;tbo=u&amp;source=univ&amp;sa=X&amp;ei=i52QUc-4HcrirAe-z4GYAg&amp;sqi=2&amp;ved=0CCcQsAQ&amp;biw=1280&amp;bih=625" target="_blank"><span style="color:#cc99ff;">google <img src='http://s1.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';)' class='wp-smiley' /> </span></a></em></span></p>
<p>&nbsp;</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4693/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4693/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4693&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/13/cerita-tertipu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>13</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/ashamed0002.gif" medium="image">
			<media:title type="html">ashamed0002 Free Emoticons   Shame</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/cool0003.gif" medium="image">
			<media:title type="html">cool0003 Free Emoticons   Cool</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/sign0023.gif" medium="image">
			<media:title type="html">sign0023 Free Sign Emoticon</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/sick0022.gif" medium="image">
			<media:title type="html">sick0022 Free Sick Emoticons</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.emoticonsfree.org/wp-content/uploads/animal0019.gif" medium="image">
			<media:title type="html">animal0019 Free Emoticons   Animals</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/semur-jengkol.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">semur jengkol</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Lukisan Cinta, Episode 19</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/10/lukisan-cinta-episode-19/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/10/lukisan-cinta-episode-19/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 May 2013 03:40:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng Aja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4657</guid>
		<description><![CDATA[Yuuuuk, baca yang maren duluu&#8230; Bocah empat tahun itu tak henti-hentinya menangis. Badannya panas namun menggigil. Rini terus memeluknya, mencoba menghangatkan Elang dengan tubuhnya, sementara Neneknya hanya ikut menangis sambil terus mengompres cucu satu-satunya. &#8220;Mengapa tak kau telpon Frans, Rin? Dia bapaknya dan dokter pula. Mama gak tega melihat Elang seperti ini. Ini sudah hari &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4657&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:right;"><a href="http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/08/lukisan-cinta-episode-18/" target="_blank"><span style="color:#cc99ff;"><em>Yuuuuk, baca yang maren duluu&#8230; <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></span></a></p>
<p style="text-align:right;"><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/ocean-storm-wallpaper.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4691" alt="ocean-storm-wallpaper" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/ocean-storm-wallpaper.jpg?w=300&#038;h=225" width="300" height="225" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-4657"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Bocah empat tahun itu tak henti-hentinya menangis. Badannya panas namun menggigil. Rini terus memeluknya, mencoba menghangatkan Elang dengan tubuhnya, sementara Neneknya hanya ikut menangis sambil terus mengompres cucu satu-satunya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mengapa tak kau telpon Frans, Rin? Dia bapaknya dan dokter pula. Mama gak tega melihat Elang seperti ini. Ini sudah hari ketiga, Rin!&#8221; Tegur Suryati di sela tangisnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sst, sudahlah, Ma. Frans gak akan mau direpotkan hal-hal seperti ini. Nanti dia marah.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dia bapaknya, Rin! Dia harus tahu apa yang terjadi pada anaknya!&#8221; Teriak Suryati kesal. Mendengar teriakan Neneknya, Elang yang sejenak tertidur karena kelelahan kaget dan menangis lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Please</em>, Ma. Aku akan hubungi dia besok. Kita tunggu saja sampai malam nanti. Shh&#8230;sshh&#8230;diam ya, Nak. Yuk, mimik susu ya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Rini mencoba memberi minum pada Elang, namun bocah itu malah muntah. Suryati sudah tak tahan lagi, ia mengambil ponsel Rini dan mencari-cari sebuah nomor. Rini merebut ponselnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jangan, Ma. Beri aku waktu. Aku janji akan menelponnya sebentar lagi. Dia masih praktek, Ma, dia akan sangat marah&#8230;seperti biasanya,&#8221; keluh Rini pedih. Suryati terdiam. Hatinya sedih sekali melihat cucunya mengigau karena demam.</p>
<p style="text-align:center;">******************</p>
<p style="text-align:justify;">Sandra gugup bukan main, seperti anak kecil yang ketahuan mencuri mangga sementara masih bertengger di atas dahan pohonnya. Tak bisa bergerak, tak bisa pula melarikan diri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mau jalan-jalan?&#8221; Suara <em>baritone</em> itu kembali mengejutkannya. Poseidon menepi dari hadapan Sandra, memberi ruang gerak pada gadis itu untuk melangkah maju menuju pinggir pantai.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yuk,&#8221; jawab Sandra spontan. Mereka berjalan bersisian. Tak ada percakapan, tak ada saling memandang, hanya sesekali berhenti untuk menahan ombak pasang yang menerpa kaki-kaki mereka. Debur ombak begitu merdu terdengar, buih-buihnya seperti jari-jari nakal yang menggelitik pergelangan kaki. Meski tanpa tujuan, namun Sandra takkan melupakan senja ini. Berjalan menikmati angin dan harum lautan bersama pria yang telah menggoyahkan hatinya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau tak melaut?&#8221; Tanya Sandra berbasa-basi, tak tahan pada kesunyian meski sesungguhnya hatinya sangat berisik ingin menanyakan banyak hal.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh, mengapa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ning sakit.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sandra menghentikan langkahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sakit apa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Entah. Sudah tiga hari panas.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sudah ke dokter?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Agung menggeleng.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mengapa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Agung tak menjawab. Ia hanya membuang muka kepada matahari yang semakin tenggelam.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mau kuantar?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Agung, ijinkan aku menjenguknya. Boleh ya?&#8221; Sandra memang ingin sekali bertemu Ningrum. Banyak sekali percakapan yang ingin ia sampaikan pada gadis ramah itu. Agung menatap bola mata Sandra tajam.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Please</em>, aku takkan membuat keributan. Aku hanya ingin bertemu Ning,&#8221; bujuk Sandra. Sekilas tangannya menyentuh lengan Agung. Lelaki itu menghela napas panjang lalu mengangguk. Tanpa komando keduanya mempercepat langkah menuju kampung nelayan. Entah mengapa Sandra merasa kuatir, Ning sudah panas tiga hari tapi tidak juga dibawa ke dokter.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sudah lebih dari tiga hari, seharusnya kau bawa ke dokter, Gung,&#8221; kata Sandra dengan nada mengomel di antara langkah-langkah kaki mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ning tidak mau,&#8221; jawab Agung singkat. Ah, seharusnya dipaksa, batin Sandra. Siapa sih yang mau ke dokter? Tapi jika sakit harus bukan?</p>
<p style="text-align:justify;">Tak berapa lama keduanya sudah memasuki perkampungan. Tepat ketika seorang gadis berlarian menyongsong Agung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mas, Ning, Mas..,&#8221; seru gadis itu. Agung berlari mendekati Lastri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kenapa Ning?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ning gak sadar, Mas. Dia tadi mengigau tapi lalu sekarang diam saja, gak ngomong gak ngeluh. Terkulai gitu aja, merem,&#8221; jelas Lastri dengan napas memburu. Agung segera berlari menuju rumahnya, sementara Lastri mengikutinya setelah sejenak memandang aneh pada Sandra.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lagi-lagi aku dicuekin, huh!&#8221; keluh Sandra dalam hati. Namun ia segera menyusul keduanya. Sesampai di rumah Agung, ia mendapati Ning terdiam di kamarnya, sementara Ibu menangis tergugu. Agung mencoba membangunkan Ning. Tanpa meminta persetujuan siapapun Sandra segera menelpon Frans.</p>
<p style="text-align:center;">*****************</p>
<p style="text-align:justify;">Frans tengah berjalan ke ruang prakteknya setelah visit barusan ketika ponselnya berbunyi. Senyumnya melebar begitu melihat nama yang terpampang di layar ponselnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hallo, Cantik&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hai Frans, kau ingat adik yang pernah kukenalkan padamu bukan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Hmm, Ningrum ya kalo tidak salah? Ada apa?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dia sakit tak sadarkan diri. Panas tiga hari dan hanya minum obat warung saja. Sekarang sepertinya pingsan, bagaimana ini Frans?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Sejenak Frans terdiam ketika sebuah nada sela mengganggu percakapan ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Frans?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh, bawa saja kemari, San. Kau perlu <em>ambulance</em>? SMS kan saja alamatnya.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gak usah, aku bawa mobil biar aku antar. Tapi dia pingsan, harus diapakan?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nada sela itu begitu mengganggu Frans, tapi dia tak memedulikan dan memberikan instruksi pada Sandra apa yang harus dilakukannya. Tiga menit kemudian pembicaraan ditutup. Frans melihat ponselnya. Lima panggilan tak terjawab. Semua dari Rini. <em>Ah, paling dia minta uang lagi,</em> pikir Frans dan tak mencoba menghubungi kembali.</p>
<p style="text-align:justify;">Sementara itu, di tempat lain, Rini dengan panik membanting teleponnya. Elang kejang! Dia memang seorang mntan perawat, tapi ketika menghadapi anak sendiri, Rini menjadi panik dan bingung. Segera ia menenangkan pikiran dan mencoba menangani Elang. Dimiringkannya tubuh anaknya dan mencoba mengendorkan apapun yang membelitnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maaa, Mamaaa, kita bawa Elang ke dokter. Bukakan pagar, cepat, Maa!&#8221; Teriak Rini. Setelah Elang agak tenang Rini segera membopong Elang ke dalam mobil dan menidurkannya di pangkuan Suryati di jok belakang.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jaga kompresnya, Ma,&#8221; perintah Rini pada ibunya lalu ia segera melarikan mobilnya ke rumah sakit.</p>
<p style="text-align:center;">***************</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku sudah menelpon kenalanku, seorang dokter. Kita bawa Ning, ke rumah sakit,&#8221; ujar Sandra pada Agung. Pria itu tampak panik namun kesombongan masih menguasai wajahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tidak. Di ujung jalan ada Puskesmas, biar kubawa ke sana saja.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gung! Ini sudah menjelang malam, mana ada puskesmas buka? Ibu, biar saya bawa Ning, Bu, dia membutuhkan pertolongan dokter.&#8221; Sandra berbalik pada Ibu yang terus menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kata Mas Agung ke puskesmas saja, mungkin masih ada dokter,&#8221; sela Lastri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ning pingsan, dia membutuhkan pertolongan dokter spesialis atau terlambat semuanya!&#8221; Teriak Sandra kesal, &#8220;Aku ambil mobil ke sini!&#8221; Tanpa menunggu jawaban Sandra segera menghambur keluar. Namun sebuah tangan kekar menarik lengannya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mana kuncinya, biar aku yang ambil,&#8221; kata Agung datar. Sejenak Sandra bingung tapi lalu segera merogoh tas dan menyerahkan kunci mobilnya pada Agung.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku parkir di&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku tahu,&#8221; potong Agung lalu berlari keluar. <em>Bagaimana dia tahu?</em> pikir Sandra.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ehh, memangnya Agung bisa menyetir?&#8221; Tanya Sandra entah pada siapa.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Memangnya harus punya mobil untuk bisa menyetir?&#8221; Gumam Lastri halus namun sempat membuat Sandra kaget mendengar kesinisannya. Ia tak peduli dan segera meminta Ibu menyiapkan beberapa baju ganti Ning dan ia sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sekedar berjaga, Bu, sepertinya Ning perlu dirawat,&#8221; katanya sambil terus mengompres Ning.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak lama kemudian deru mobil berhenti di depan pintu. Agung segera masuk dan membopong Ning masuk ke dalam mobil. Ibu memangku kepala Ning yang rebah di jok belakang, sementara Sandra menempatkan diri di jok di samping supir.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mas?&#8221; panggil Lastri ketika Agung bergegas mengambil tempat di belakang kemudi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku bawa Ning dulu, Las. Makasih ya,&#8221; ujar Agung lalu segera menjalankan mobilnya. Lastri memandangi mobil yang melaju meninggalkannya dalam malam. Wajahnya kecewa nyaris menangis.</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam diam yang sesekali terdengar isak tangis Ibu, Agung melarikan mobil dengan kecepatan penuh namun terkendali. Tanpa sadar Sandra memegang <em>seat</em> <em>belt</em> nya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jangan kuatir, sebelum ini aku pernah bekerja sebagai sopir pribadi, &#8221; jelas Agung tanpa diminta. Sandra tersipu malu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kapan itu, Gung?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Seabad yang lalu ketika aku masih bisa memegang buku,&#8221; jawab Agung agak sinis. Sandra tak berani bertanya lagi.</p>
<p style="text-align:justify;">Tak sampai dua puluh menit mereka telah tiba di RS. Apollo. Team IGD rupanya sudah siap menyambut di pintu IGD. Sandra bersyukur dengan bantuan Frans. Ning segera dipindahkan ke IGD dan mendapat pertolongan dari Frans yang sudah menunggunya. Tepat pada saat itu seorang Ibu membopong sendiri anaknya menuju ruang IGD dan segera mendapat pertolongan dari dokter jaga.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tak adakah dokter spesialis malam ini, Dok?&#8221; Tanyanya panik kepada dokter jaga.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kami akan segera hubungi dokter anak setelah melihat kondisi putra Ibu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Oh, Dok, anak saya sudah tidak sadar apalagi yang mau dilihat?&#8221; Ratap Rini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sabar, Bu. Saya memberikan pertolongan pertama dulu setelah ini akan saya konsulkan. Kemungkinan putra Ibu harus masuk PICU.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Rini tersedu sedan dalam pelukan mamanya. Tanpa dia tahu, tepat di ruang sebelahnya Frans baru saja memeriksa Ningrum dan memerintahkannya untuk segera masuk ruang rawat.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Terimakasih banyak, Frans. Aku sangat menghargai bantuanmu,&#8221; ucap Sandra ketika beranjak menuju pendaftaran.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ah, untukmu apa saja akan kulakukan, Cantik,&#8221; sahut Frans mengedipkan matanya. Sandra tertawa kecil. Dari kejuhan tampak Agung yang baru menyusul setelah memarkir mobilnya. Sandra sungguh tak ingin keduanya bertemu, maka ia mendahului Frans.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku urus pendaftaran dulu, Frans. Sekali lagi makasih, yaa. Aku berhutang padamu,&#8221; ujarnya menjauh.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sabtu nanti, jadi kan?&#8221; seru Frans. Sandra mengiyakan tanpa berpikir panjang. Frans tersenyum lalu menghampiri dokter jaga.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku pulang dulu, Syl. Pasien barusan sudah sadar dan akan rawat beberapa hari,&#8221; katanya pada Sylvia, dokter muda yang kebagian jaga malam ini.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Baik, Dok. Oh ya, ada pasien anak di sebelah, Dok. Demam kejang, dokter mau lihat?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kau sudah hubungi siapa? Dr. Andre? Dr. Yulia?&#8221; Tanya Frans menyebut dokter anak kenalan baiknya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dr. Andre akan segera datang, Dok.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ya sudah, tunggu saja. Aku pulang dulu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Baik, Dok.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Frans melangkahkan kaki keluar IGD, sesaat sebelum Rini keluar menemui dr. Sylvia.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dok, kapan dokter anak datang?&#8221; Tanyanya panik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sabar ya, Bu. Dr. Andre akan segera tiba. Beliau sudah memerintahkan untuk segera dibawa ke PICU, kami sedang mempersiapkannya. Ibu tenang ya,&#8221; bujuk dr. Sylvia menenangkan ibu muda yang panik ini. Rini hanya bisa mengangguk linglung.</p>
<p style="text-align:center;">**************</p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>to be continued maning&#8230;.</em> </span> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#cc99ff;"><em>Gambar pinjam dari <a href="http://www.google.co.id/search?q=poor+ocean&amp;tbm=isch&amp;tbo=u&amp;source=univ&amp;sa=X&amp;ei=yGeMUa6CJMunrgexyIGYCA&amp;ved=0CGgQsAQ&amp;biw=1280&amp;bih=625#tbm=isch&amp;sa=1&amp;q=storm+in+ocean&amp;oq=storm+in+ocean&amp;gs_l=img.3..0i19.19668.21327.4.21667.9.6.0.3.3.0.114.575.5j1.6.0...0.0...1c.1.12.img.c3suavDVwu8&amp;bav=on.2,or.r_qf.&amp;bvm=bv.46340616,d.bmk&amp;fp=57afafe32b891b3f&amp;biw=1280&amp;bih=625&amp;imgrc=NVyjnf1ksv7YWM%3A%3B0WdOMyrB9apBPM%3Bhttp%253A%252F%252Fbeauty-places.com%252Fwp-content%252Fuploads%252F2012%252F10%252Focean-storm-wallpaper.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fbeauty-places.com%252Fhuge-storms%252F%3B1024%3B768" target="_blank">Google </a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </em></span></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4657/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4657/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4657&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/10/lukisan-cinta-episode-19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/05/ocean-storm-wallpaper.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ocean-storm-wallpaper</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[BeraniCerita #10]: Forbidden Love (3)</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/02/beranicerita-10-forbidden-love-3/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/02/beranicerita-10-forbidden-love-3/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 May 2013 15:44:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4673</guid>
		<description><![CDATA[Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat. &#8220;Liza,&#8221; katanya, &#8220;Aku sedang mencarimu. Masuklah ke ruang kerjaku.&#8221; Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya. Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4673&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:center;"><img class="rg_i aligncenter" style="width:224px;height:168px;margin-top:0;" alt="" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRWPodcC4X5lwqE9E8TqOA4FXW7_X31GEv0-7cqGvhXzeniuQEpoQ" width="224" height="168" /></p>
<p style="text-align:justify;">Ayah Liza keluar dari ruang kerjanya sambil mengacungkan sepucuk surat.<!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Liza,&#8221; katanya, &#8220;Aku sedang mencarimu. Masuklah ke ruang kerjaku.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Liza mengikuti ayahnya memasuki ruang kerja, dan ia menduga bahwa apa yang akan disampaikan oleh ayahnya tentu berhubungan dengan surat yang dipegangnya. Mereka duduk berdua saling berhadapan. Liza menyusun kata-kata dalam kepalanya untuk memberikan penjelasan yang tepat.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun semua buyar ketika ayahnya mengeluarkan tumpukan surat merah muda dari laci meja kerjanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa ini?&#8221; Tanya ayahnya dingin. Bibir Liza gemetar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi Liza tak pernah mengirimkannya, Pa,&#8221; sahutnya lirih.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mengirimkannya atau tidak tetap saja tidak patut kamu menulis ini!&#8221; Bentak ayahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Siapa Bowo?&#8221; Lanjut ayahnya masih dengan amarah.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Gu&#8230;guru matematika,&#8221; jawab Liza menahan tangis.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Kamu&#8230;sungguh tidak pantas!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Tapi&#8230;tapi Liza mencintainya, Pa.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Cinta? Tahu apa kamu soal cinta, hah? Kamu baru delapan tahun, Liza!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Pecahlah tangis Liza.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.beranicerita.com/2013/05/berani-cerita-10.html" target="_blank"><img class="aligncenter" alt="" src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2310.png" width="251" height="202" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>words: 146</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#cc99ff;">Gambar pinjam dari <a href="//" target="_blank">Google </a> <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </span></em></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<p><!--[if gte mso 9]&gt;--></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4673/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4673/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4673&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/05/02/beranicerita-10-forbidden-love-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>19</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRWPodcC4X5lwqE9E8TqOA4FXW7_X31GEv0-7cqGvhXzeniuQEpoQ" medium="image" />

		<media:content url="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2310.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Jidati</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/30/jidati/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/30/jidati/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 14:31:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Cintaku]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng Aja]]></category>
		<category><![CDATA[Ketawa dulu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4665</guid>
		<description><![CDATA[Ini sebetulnya gak penting banget siy. Perkara sebuah kata &#8220;jidat&#8221; yang entah mengapa aku gak suka mendengarnya. Kata ini sebetulnya biasa saja dan tentu sangat familiar ya? Aku aja yang merasa agak aneh untuk mengucapkannya Di lingkungan kerja, sekolah, di mana-mana kata ini sering diucapkan. Aku males siy cari referensi, apakah kata ini sudah masuk &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4665&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Ini sebetulnya gak penting banget siy. Perkara sebuah kata &#8220;jidat&#8221; yang entah mengapa aku gak suka mendengarnya. Kata ini sebetulnya biasa saja dan tentu sangat familiar ya? Aku aja yang merasa agak aneh untuk mengucapkannya <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Di lingkungan kerja, sekolah, di mana-mana kata ini sering diucapkan. Aku males siy cari referensi, apakah kata ini sudah masuk dalam bahasa Indonesia atau belum <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Aku lebih suka menyebutnya &#8220;dahi&#8221; atau malah &#8220;bathuk&#8221; sekalian <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  Nah, ternyata si jidat ini pun sering diucapkan oleh kedua malaikatku. Akupun mengeluarkan aturan untuk menyebut dahi atau kening untuk bagian wajah paling atas yang biasanya lebih lebar daripada bagian yang lain itu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Tapi dasar anak-anak, semakin dilarang malah semakin sering diucapkan. Bahkan malah disengajain untuk diulang-ulang bila ada aku. Setelah itu mereka pun terbahak-bahak. Jiyan, bandel banget! Di antara kawan-kawan mereka di jemputan pun larangan mengucapkan kata &#8220;jidat&#8221; ini malah menjadi bahan lelucon. Kedua malaikatku sering sekali meledekku dengan mengatakan ini berulang-ulang. Herannya, aku gak marah malah ikut ngakak bersama mereka <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  Gak konsisten blaz! Yah, pura-pura marah siy <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Sampai malam ini terjadilah obrolan berikut:</p>
<p style="text-align:justify;">Cantik : Bunda, jidat Adek kejedot</p>
<p style="text-align:justify;">Aku     : Hush! Dahi!</p>
<p style="text-align:justify;">(<em>Jendral G tertawa ngakak</em>)</p>
<p style="text-align:justify;">Cantik  : Bunda ini aneh, masa ngomong ji titik-titik gak boleh sih</p>
<p style="text-align:justify;">Aku      : Biarin, kan ada kata yang lebih baik</p>
<p style="text-align:justify;">Cantik   : Besok kalo Adek punya kucing mau Adek kasih nama Jidati. Trus manggilnya Jidati&#8230; ck..ck..ck.. sini Jidatiii&#8230;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku      : Ih, masa nama kucing kayak gitu</p>
<p style="text-align:justify;">Cantik   : Iyaa, trus biar cepet manggilnya Jidat&#8230; Jidat&#8230;.</p>
<p style="text-align:justify;">(<em>Huwahahahaha aku dan Jendral G ngakak bareng, geliii ampek sakit peyut</em> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_lol.gif' alt=':lol:' class='wp-smiley' />  )</p>
<p style="text-align:justify;">Meski geli setengah mati, aku tetap pura-pura marah. No jidat at home! <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4665/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4665/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4665&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/30/jidati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mama Dedeh</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/27/mama-dedeh/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/27/mama-dedeh/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Apr 2013 11:47:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Iseng Aja]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4653</guid>
		<description><![CDATA[Sebelumnya, Seluruh warga chocoLand mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Uje kembali kepada Sang Pencipta. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Amien. Nah, aku mo bercerita, Kawan. Siapa sih yang tak kenal Mama Dedeh? Hampir setiap pagi meski disambi ini itu aku mendengar &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4653&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Sebelumnya,</p>
<blockquote>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#800080;">Seluruh warga chocoLand mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas kepergian Uje kembali kepada Sang Pencipta. Semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah dan keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan. Amien.</span></p>
</blockquote>
<p style="text-align:justify;">Nah, aku mo bercerita, Kawan. Siapa sih yang tak kenal Mama Dedeh? Hampir setiap pagi meski disambi ini itu aku mendengar ceramah Mama Dedeh sekilas-sekilas. Biasa, setiap pagi kekasihku mendengarkan berita olah raga yang disambung acara Mama Dedeh, dan karena sambil mengerjakan banyak hal maka aku tak sempatlah mengganti saluran <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Betapa kondangnya beliau bukan? Tapi yang membuatku sangat heran dan takjub, pagi ini Mama Dedeh datang berceramah di mushola dekat rumah, tepatnya di blok rumahku! Undangan sudah dibagikan sejak seminggu yang lalu. Aku masih tak percaya. Mama Dedeh? Mau datang ke kompleksku yang di Jakarta Gembrobyos dan Bogor Minggir jauh ini? Yang musholanya kecil karena hanya untuk penghuni blok **?</p>
<p style="text-align:justify;">Tapi ternyata benar! Tadi pagi Nenek sudah di mushola sejak jam 6. Acara pun didahului dengan pengajian. Mama Dedeh datang jam 8.30 dan berceramah hingga jam 11.00. Top ya? Sebetulnya aku ingin ikutan, tapi sayangnya aku tak punya dan tak bisa berhijab (<em>ditambah lagi buta huruf</em>) <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Semoga, para ustad dan ustadzah benar-benar fokus pada tujuan mulia mereka. Rela dan bersedia datang kepada siapapun yang mengundang. Tanpa peduli bayaran, tempat, dan siapa yang mengundang. Dan semoga apa yang mereka sampaikan adalah yang bermakna bagi seluruh umatnya tanpa mengecilkan sesamanya yang berbeda. Karena sesungguhnya, apa yang mereka kerjakan dengan ikhlas dan benar adalah tabungan untuk hari akhir <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4653/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4653/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4653&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/27/mama-dedeh/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[BeraniCerita #09]: Camelia</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/25/camelia/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/25/camelia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Apr 2013 05:39:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4644</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Psst, dia sudah pulang. Tumben sore,&#8221; bisik tetangga kepada tetangganya. &#8220;Iya, sejak kecelakaan itu dia selalu pulang malam,&#8221; sahut tetangganya. Keduanya langsung terdiam ketika Darto membuka pagar dan memasukkan mobilnya. &#8220;Mari, Bu,&#8221; sapa Darto ketika menutup pagar. Tetangganya mengangguk lalu membuang muka. Darto tak peduli. Ia masuk rumah dan langsung ke kamarnya. &#8220;Ah, Camelia, aku &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4644&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/snow-white.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-4649" alt="snow white" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/snow-white.jpg?w=600"   /></a></p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Psst, dia sudah pulang. Tumben sore,&#8221; bisik tetangga kepada tetangganya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Iya, sejak kecelakaan itu dia selalu pulang malam,&#8221; sahut tetangganya. Keduanya langsung terdiam ketika Darto membuka pagar dan memasukkan mobilnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Mari, Bu,&#8221; sapa Darto ketika menutup pagar. Tetangganya mengangguk lalu membuang muka. Darto tak peduli. Ia masuk rumah dan langsung ke kamarnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ah, Camelia, aku pulang. Hmm, cantik sekali kau hari ini,&#8221; puji Darto sambil membuka kemejanya. Ditatapnya tanpa berkedip wajah cantik yang selalu tersenyum itu. Hari ini gaunnya berwarna ungu muda. Camelia selalu cantik dengan baju apapun. Itulah sebab Darto sangat memujanya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Ini hari yang melelahkan, Sayang. Melihatmu, hilang sudah penatku,&#8221; bisik Darto pedih. Ia memeluk Camelia dan air matanya mengalir turun. <em>Mannequin</em> itu tetap tersenyum.</p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.beranicerita.com/2013/04/berani-cerita-09.html" target="_blank"><img class="aligncenter" alt="" src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2309.png" width="276" height="208" /></a></p>
<p style="text-align:justify;"><span style="color:#ff00ff;"><em>words: 117</em></span></p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#cc99ff;">Gambar: <a href="http://www.google.co.id/search?q=mannequin&amp;source=lnms&amp;tbm=isch&amp;sa=X&amp;ei=icJ4UdPeEZHrrQeAs4CIDw&amp;ved=0CAcQ_AUoAQ&amp;biw=1366&amp;bih=618#tbm=isch&amp;sa=1&amp;q=snow+white&amp;oq=snow+white&amp;gs_l=img.3..0l10.38018.40620.0.42167.10.9.0.0.0.0.1187.3550.0j2j1j1j0j1j1j1.7.0...0.0...1c.1.11.img.SbSdp3MakmQ&amp;bav=on.2,or.r_qf.&amp;bvm=bv.45645796,d.bmk&amp;fp=58cf2c979649ab64&amp;biw=1366&amp;bih=618" target="_blank"><span style="color:#cc99ff;">Google</span></a></span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4644/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4644/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4644&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/25/camelia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/snow-white.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">snow white</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2309.png" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Bisikan Ghaib</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/24/bisikan-ghaib/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/24/bisikan-ghaib/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Apr 2013 16:00:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[Iseng Aja]]></category>
		<category><![CDATA[Serial Yu Minah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4629</guid>
		<description><![CDATA[Hari ini entah mengapa malas sekali ngantor. Maka akupun memutuskan untuk sejenak meliburkan diri Menjelang siang, ketika perut mulai berontak akupun melangkahkan kaki menuju warung Yu Minah. Yaah, sudah lama sekali aku tak singgah ke sana. Sebetulnya kesal sekali aku pada Yu Minah. Bagaimana tidak, dengan sewenang-wenang ia menaikkan harga rujaknya tanpa pemberitahuan. Setelah naik &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4629&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_4641" class="wp-caption aligncenter" style="width: 260px"><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/suburman.jpg"><img class="size-full wp-image-4641" alt="suburman" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/suburman.jpg?w=600"   /></a><p class="wp-caption-text">Gambar pinjam dari Google <img src='http://s0.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p></div>
<p style="text-align:justify;">Hari ini entah mengapa malas sekali ngantor. Maka akupun memutuskan untuk sejenak meliburkan diri <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' />  Menjelang siang, ketika perut mulai berontak akupun melangkahkan kaki menuju warung Yu Minah. Yaah, sudah lama sekali aku tak singgah ke sana. Sebetulnya kesal sekali aku pada Yu Minah. Bagaimana tidak, dengan sewenang-wenang ia menaikkan harga rujaknya tanpa pemberitahuan. Setelah naik menjadi <a href="http://chocovanilla.wordpress.com/2012/01/29/wajah-wajah-itu/" target="_blank">tiga belas ribu</a>, tiba-tiba sekarang menjadi enam belas ribu. Tapi berhubung setiap tanggal-tanggal begini (<em>batja: tanggal tuwa</em>) aku jadi vegetarian, ya wislah aku ke warung Yu Minah saja <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">Setelah menyerukan salam, aku mendaratkan diri di bangku favorit dekat cobek Yu Minah yang segede <a href="http://imelda.coutrier.com/2013/04/24/gaban/" target="_blank">gaban</a> itu.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Buatkan rujak ulek ya, Yu. Pedes tapi gak banget,&#8221; ujarku segera mengambil koran yang tergeletak di samping cobek Yu Minah. Asli, sengaja kulakukan ini untuk menghindari cipika cipikinya Yu Minah yang basah itu <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Jeng, kok sekarang jarang mampir sini to? Apa rujak saya ini sudah kehilangan pesona? Sudah ndak enak lagi?&#8221; tanya Yu Minah sedikit merajuk. Aku jadi sedikit merasa bersalah <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bukan gitu, Yu. Jelas rujak sampeyan ini masih paling top sak mBogor sini, tapi karena mahal jadi males aku,&#8221; godaku. Yu Minah menghentikan ulekannya dan mendekatkan wajahnya ke wajahku. Refleks aku mundur 30 cm.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampeyan ini gak paham rupanya. Dalam setiap usaha kita mesti memperhitungkan adanya biaya produksi. Tahun lalu grafik pendapatan saya hampir menyerupai garis datar. Itu berarti ndak ada peningkatan. Nah, untuk meningkatkan <em>revenue</em> di tahun ini, maka salah satu usahanya adalah menaikkan harga jual, Jeng. Biaya produksi jelas naik, contoh gula jawa, buah-buahan, trasi, kacang. Lha kalo harga ndak ikut naik yo morat-marit saya nanti. Jadi sampeyan harus maklum, Jeng. Lagipula porsinya kan saya tambahin dikit biar mantep!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Aku terpana mendengar jawaban Yu Minah. Dia ini bakul rujak atau akuntan pabrik batu batre to? Akupun melanjutkan membolak-balik koran daripada menanggapi ocehan yang bukan bidangku. Dari dalam terdengar TV Yu Minah menyiarkan berita <em>infotainment</em>. Seorang anggota DPR yang sedang heboh dengan perceraiannya. Akupun tertarik bergosip <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_twisted.gif' alt=':twisted:' class='wp-smiley' /> </p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Yu, kayaknya jadi anggota dewan itu ada kutukannya ya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Yu Minah yang sedang memotong-motong buah menatapku heran.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Maksudnya?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Lha itu, coba sampeyan hitung Yu, ada berapa artis yang jadi anggota dewan terutama wanita, bercerai dengan suaminya? Trus kalo yang pria terlibat kasus syahwat. Belum lagi tergoda proyek atau obyekan. Padahal mungkin sebelum jadi anggota dewan mereka ini bisa jadi baik-baik aja lho.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Yu Minah tertawa geli.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sampeyan ini mengada-ada, Jeng. Tahu darimana kalo mereka baik-baik aja sebelum jadi anggota dewan? Saya bukannya mau menghakimi, tapi godaan harta, tahta dan syahwat itu sifat dasar manusia, Jeng. Tinggal ada kesempatan atau tidak. Nah, mungkin saja ketika masuk sana sisi gelap itu tersalurkan? Satu orang berbuat, maka yang lain mengikuti karena itu dianggap hal biasa dan sah. Ikut arus. Kalo beda sendiri nanti malah ndak populer, dijauhi, dimusuhi. Sama kalo anak-anak itu pada tawuran, nek sendiri mana berani? Tapi begitu keroyokan pada ngikut to? Itu <em>trend</em> , Jeng! &#8220;</p>
<p style="text-align:justify;">Tuh kan, Yu Minah ini kalo dipancing satu kalimat aja menanggapinya bisa berkilometer kalimat.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Wah, parah sampeyan, Yu. Itu menuduh namanya. Kalo aku kan curiganya ada kutukan. Itu lebih mistis Yu, gak bisa dibuktikan, gak ada pasalnya. Kalo menuduh itu bisa kena pasal pencemaran nama baik, Yu.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Yu Minah yang sudah mulai membungkus rujakku mendadak pucat.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Waduh, iya ya, Jeng? Urusan perdukunan saja sekarang jadi pembahasan anggota dewan jeh. Wong orang gak beres yang selalu dapat bisikan ghaib aja kok diurusi. Kurang gawean to?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Nah, nah, pembicaraannya sudah merembet ke mana-mana. Akupun cepat-cepat berdiri sebelum obrolan ini ngelantur gak jelas. Berita basi kalo di tangan Yu Minah bisa naik daun lagi nanti. Yu Minah mengangsurkan bungkusan rujak padaku.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Sst, Yu, aku baru saja dapat bisikan ghaib,&#8221; bisikku. Yu Minah celingukan kiri kanan.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Bisikan apa, Jeng? Siapa yang <em>mbisiki</em>?&#8221; Tanyanya sambil berbisik dan bergidik.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Dari Eyang Ghaib, Yu. Katanya, hari ini rujaknya gratis,&#8221; bisikku lalu kabur.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Welhadalaaahhh, sampeyan ini, Jeeeng! Ndak gratiiisss, enam belas ribu siniiii!&#8221; Teriaknya.</p>
<p style="text-align:justify;"> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_mrgreen.gif' alt=':mrgreen:' class='wp-smiley' /> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4629/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4629/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4629&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/24/bisikan-ghaib/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/suburman.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">suburman</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>[BeraniCerita #08]: Lipstik Merah</title>
		<link>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/18/lipstik-merah/</link>
		<comments>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/18/lipstik-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Apr 2013 07:53:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>chocoVanilla</dc:creator>
				<category><![CDATA[Dongeng insomnia]]></category>
		<category><![CDATA[Fiksi Kilat]]></category>
		<category><![CDATA[Nimbrung Mikir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://chocovanilla.wordpress.com/?p=4594</guid>
		<description><![CDATA[Jantung Sinta berdebar keras ketika membuka pintu kamar tidurnya dan mendapati secangkir teh dengan bekas lipstik merah menyala. Dengan tangan gemetar ia mengambil cangkir itu dan mengamatinya. Wajahnya menahan rasa jijik yang amat sangat. Jadi benar, benar rupanya gosip itu, bisik hatinya galau. Dengan marah ia membuka kamarnya dan menghambur keluar. &#8220;Irfaaaaan!&#8221; Teriaknya marah sambil &#8230;<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4594&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/tumblr_lr4odryack1qmrtwjo1_500_large.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-4595" alt="tumblr_lr4odrYaCk1qmrtwjo1_500_large" src="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/tumblr_lr4odryack1qmrtwjo1_500_large.jpg?w=300&#038;h=198" width="300" height="198" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Jantung Sinta berdebar keras ketika membuka pintu kamar tidurnya dan mendapati secangkir teh dengan bekas lipstik merah menyala. Dengan tangan gemetar ia mengambil cangkir itu dan mengamatinya. Wajahnya menahan rasa jijik yang amat sangat. <em>Jadi benar, benar rupanya gosip itu</em>, bisik hatinya galau.</p>
<p style="text-align:justify;">Dengan marah ia membuka kamarnya dan menghambur keluar.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Irfaaaaan!&#8221; Teriaknya marah sambil menangis. Tak ada jawaban.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Irfaaan!&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Suaminya tergopoh-gopoh keluar dari kamar mandi.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Apa ini?&#8221; Tanya Sinta sambil mengacungkan cangkir berlipstik itu di wajahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Itu&#8230;ehh&#8230;.&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;Aku benci!&#8221; Teriak Sinta lalu membanting cangkir itu.</p>
<p style="text-align:justify;">Irfan tak mampu berkata-kata selain menghapus sisa lipstik merah dari bibirnya.</p>
<p style="text-align:center;">*************</p>
<p style="text-align:justify;"><em><span style="color:#ff00ff;">words: 97</span></em></p>
<p style="text-align:center;"><a href="http://www.beranicerita.com/2013/04/berani-cerita-08.html" target="_blank"><img class="aligncenter" alt="" src="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2308.png" width="239" height="183" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/chocovanilla.wordpress.com/4594/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/chocovanilla.wordpress.com/4594/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=chocovanilla.wordpress.com&#038;blog=2263998&#038;post=4594&#038;subd=chocovanilla&#038;ref=&#038;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://chocovanilla.wordpress.com/2013/04/18/lipstik-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>26</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/a7ca8a26b3e10bea6af3ecb9a32b887b?s=96&#38;d=" medium="image">
			<media:title type="html">chocovanilla</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://chocovanilla.files.wordpress.com/2013/04/tumblr_lr4odryack1qmrtwjo1_500_large.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tumblr_lr4odrYaCk1qmrtwjo1_500_large</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://dl.dropboxusercontent.com/u/38695002/BeraniCerita/banner-BC%2308.png" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
