Aku tentu sudah pernah cerita tentang Guantengku yang selalu memakai baju tentaranya. Ke manapun pergi bahkan kalo baju kebesarannya itu dicuci Guanteng enggan ikut bepergian. Sudah kubelikan jaket yang lain, bukannya untuk pengganti malah dirangkapnya pula. Duh, aku sering sumuk sendiri ngeliatnya. Calon Jendral yang sudah sangat terobsesi.
Kali ini kisahnya tentang kaos kaki. Setelah rapi memakai pakaian kebesarannya, segera aku pakaikan kaos kaki. Belang-belang putih abu-abu. Dengan tegas Guanteng menolaknya. Maunya pakai kaos kaki yang putih beralas hitam. Lho, ini kan sama aja, Kakak, gak kiatan juga kok, kataku. Tapi Guanteng tetap menolak, Gak mau, Bunda, itu kan kaos kaki anak-anak. Masa tentara pake kaos kaki anak-anak? Duh, sedangkan kami buru-buru untuk segera pergi. Maka segera kukatakan padanya, Enggak, ini kaos kaki tentara juga. Tuh, belang-belang, tentara waktu masih kecil kaos kakinya juga begini, macem-macem kok, malahan warna-warni. Dengan setengah memaksa kupakaikan juga kaos kaki itu. Guanteng pun setengah gak percaya menurut juga. Oh Kawan, segitu terobsesinya dia tuk menjadi tentara. Padahal sungguh aku takut kalo benar kelak Guanteng jadi tentara. Mbok ya jadi arsitek aja, ato dokter, ato pengusaha, ato insinyur. Tapi, terserahlah, jadi apapun semoga menjadi yang terbaik.

Kaos kaki belang-belang

Duh, gayanyaaa....

Menanti panggilan tugas





Komentar Terakhir