Curhat

Pada suatu hari, di suatu siang yang cerah, di antara gemerisik dedaunan yang tertiup angin dan sayup deru mobil di kejauhan (halah), sobatku mencurahkan isi hatinya padaku. Sebut saja namanya Winda (Nama sebenarnya. Lho?). Rupanya dia sedang kesal sekali pada suaminya sebut saja namanya Ferdi (Nama sebenarnya juga. Lha? Wis biarin, mereka gak suka ngeblog, kok!). Lebih dari tiga jam aku mendengarkan sekaligus menghiburnya. Padahal tumpukan kerjaan yang setinggi bukit itu mencuri-curi pandang padaku dengan cemburu, ingin segera disentuh dan diselesaikan. But, sahabat lebih penting kan? Jadi begini kisahnya.

 Oya, usia pernikahan mereka sudah hampir 10 th. Kehidupan mereka baik-baik saja, begitu juga dengan kehidupan sex mereka, minimal 1 minggu sekali mereka pasti bercinta, kalo sedang liburan bisa 2-3x (ya ampun, sampai tau sejauh itu??). Dengan sok taunya kubilang itu wajar, mengingat sudah selama itu mereka menikah. Mereka punya 3 anak 8, 6, & 4 th, 2 boys en 1 girl. Hmm, kedengarannya sangat ideal. Tapi, sudah hampir dua bulan ini Ferdi menunjukkan gejala aneh dan mencurigakan. Hampir setiap hari Sabtu (oya, Ferdi masuk 1/2 hari sementara Winda libur) selalu pulang malam. More than 8 pm. Padahal Ferdi tergolong pria yang “home sweet home” Rumah adalah tujuan pertama Ferdi kalo pulang kantor. Bahkan beberapa kali di hari biasa juga telat. Ada seribu alasan, 500 diantaranya gak masuk akal. Dan 200 diantaranya ketahuan bahwa Ferdi ini bersenang-senang dengan teman-teman kantornya yang 80% diantaranya cewek. Aku terkejut juga, seperti bukan Ferdi! Kebetulan aku juga kenal suami Winda ini, kami bersahabat sudah hampir 5 th. Ferdi ini orangnya cukup sopan, tidak genit, that’s why Winda mempercayainya 100%. Padahal sudah pernah kuperingatkan, jangan sekali-sekali percaya 100% pada suami, sisakan 10% ato paling tidak 0,0099999% untuk curiga. Dengan entengnya WInda menjawab,” Ah, terserah apa kata orang. Aku sih percaya 100% padanya. Aku tau betul karakternya.” Now, see??? Kadang aku iri pada kepercayaannya yang bulat-bulat itu. Tapi terbukti kan? Lelaki mo kayak apapun baik or lugunya kalo dah ditelatenin pasti kejebak juga. Apalagi model Ferdi yang malu-malu pada perempuan. Bahaya 2x lipat!!

Singkat cerita, ntar kalo kepanjangan jadi nyaingin novelettenya si Om yang ini, tanda-tanda aneh paling akhir yang ditemukan Winda sebagai berikut:

  1. Seminggu lalu pada hari Sabtu, sore hari mendadak Ferdi sms Winda mo pulang malam ‘coz “dipaksa” temannya untuk kondangan. Padahal Ferdi ke kantor pake kaos dan malam harinya ketika pulang ribut laper dan makan habis 2 piring! So, kondangan macam apa?
  2. Ketika Winda mo belanja keesokan harinya, dia menemukan sandaran bangku sebelah sopir dalam posisi setengah tidur! Dan ada sobekan cover buku Winda yang tergulung di lantai mobil. Menurut bayangan Winda begini, si penumpang gelap itu pasti dalam posisi setengah rebahan sambil tangannya iseng gulung-gulung kertas. Nah, perempuan dalam kondisi apa yang begini? Pasti mereka sedang mendiskusikan sesuatu yang “tabu” untuk dibicarakan, sehingga si cewek malu-malu dan tangannya iseng. Ato si cewek sedang berusaha merayu?
  3. Tidak ditemukan secarik pun karcis tol di mobil. Padahal Ferdi ini orangnya sangat prinsipil, dia bilang walo uang pas tetap karcis tol diminta dari petugas untuk menghindari kecurangan petugas. Jadi Winda merasa curiga, kenapa mesti dibuang? Ini benar-benar diluar kebiasaan.
  4. Ponsel Ferdi dalam posisi “silent”. Nah, hal diluar kebiasaan banget. Sedang di mana ato sedang ngapain si Ferdi ini pada Sabtu itu?? Kenapa keesokan harinya tiap kali selalu melihat ke ponselnya? Dan pesan di inbox bersih? Hanya ada beberapa pesan lama dari Winda dan beberapa temannya?

Yang membuat Winda sangat marah karena tepat hari itu dia sedang terbaring sakit, panaz tinggi dan hanya gadis kecilnya yang merawat. Kubilang karena sedang sakitlah maka dia so sensi. Tapi Winda tetap marah. Winda lebih marah lagi karena Ferdi pernah mencurigainya juga padahal Winda gak pernah berbuat aneh-aneh, apalagi selingkuh. Yah, yang ini aku tau benar, karena seluruh waktu Winda di kantor maupun pulang kantor aku selalu bersamanya. Di luar itu ya mene ketehe? Tapi aku jamin Winda jujur.

Waktu kutanya siapa teman kantornya yang sering nebeng? Melly (ini nama bener banget!). Menurut Winda, dulu suaminya sering cerita tentang Melly ini. Sudah bersuami, tapi selingkuh dengan teman kantor mereka juga. Nginap di luar kota 3 hari gak pulang. Anaknya cantik dan muda. Waduh, gawat nih, batinku! Ferdi sedang didekati cewek penggoda kelas berat! Sempat terlintas di benakku, laporin aja ke Playboy Kabel, tapi melihat wajah Winda jadi gak tega mo becanda.

Sebetulnya Winda masih percaya bahwa Ferdi tidak selingkuh, menurutnya mungkin Ferdi cuma bersenang-senang saja dengan teman2 kantornya, kebetulan rumah Melly searah jadi pulang bareng. Yang Winda benci adalah kebohongan-kebohongan Ferdi yang makin lama makin gak masuk akal. Kondangan tapi pake kaos? Tapi mendadak? Tapi makan abis 2 piring? Tapi gak ada souvenir? And gak ada penjelasan lebih lanjut about that? Winda juga gak pernah melarang Ferdi mo bersenang-senang sekali waktu tanpa keluarga, tapi jangan bohong, duooong!! Apalagi kondisi Winda yang lagi terbaring sakit?

Ah, sebenarnya mungkin Winda sudah menemukan jawabnya dan memang hanya dia seorang yang bisa menjawab pertanyaannya. Dia hanya kesal dan perlu teman untuk mendengarkan. Jadi aku dengarkan. Tiga jam lewat sudah. Winda sudah lega dan mulai kembali bekerja. Tapi aku jadi penasaran.

Ferdi selingkuh gak ya? Kalopun gak selingkuh, bukankah itu gejala awal perselingkuhan? Bohong, pulang malam, menghilangkan kebiasaan-kebiasaan? Benarkah Melly yang menggodanya ato ada “makhluk perempuan lainnya” lagi yang Winda gak tau? Aneh! Kita liat saja nanti curhat Winda berikutnya (kalo ada). Sabar ya sobatku, kau sedang dalam ujian….

Iklan

10 thoughts on “Curhat

  1. adipati kademangan Juni 24, 2008 / 5:51 pm

    Pengen dia mengaku apa yang dikerjakan ?
    cara nanya nya jangan kek gitu, pasi dia nggak bakalan ngaku …

    Nanyanya gimana dong, Pak?

  2. Lina Juni 25, 2008 / 2:50 pm

    wah mbak sepertinya pengalaman selingkuh juga yaaaa, koq sama persis kaya yang saya alami hi.. hi.. tahu sampai detail hapus sms, beresin karcis tol sampe sandaran bangku sama remesan kertas juga he.. he.. pasti simbak juga melakukan hal yang sama makanya tahu… (* eh klo enggak sorry yaaaa… tp kayaknya sih emang iya deh hihihi *)

    Wah, untuk tau api itu panas gak perlu memegang apinya dulu kan? Lagipula adegan begitu di sinetron kan banyak, Non? Juga di novel, di film.

  3. Lina Juni 25, 2008 / 2:55 pm

    eh dikoreksi ternyata mbak tahu ciri-cirinya dari winda yaaaa, berarti si winda juga dah biasa selingkuh tuhhhhhh (* mbak sorry yaaa salah sangka habis bacanya kecepetan… sekali lagi sorry yaaaa *)

    Justru si winda ini tau teknik begitu dari suaminya sendiri yang sering nuduh winda begitu. PAdahal si winda ini gak pernah neko-neko. Aku tau persis ‘coz sekantor dan kita dah sahabatan hampir 5 th.

  4. Lina Juni 25, 2008 / 3:14 pm

    nah itu dia mbak biasanya sahabat itu yang tahu terakhir (* eh salah deh, yang terakhir tahu biasanya pasangan *) hal – hal seperti itu kan justru disimpan rapi sama si winda gak mungkin di share sama mbak, paling kalau ketahuan sama temen – temen lain yang gak terlalu akrab sebab biasanya kita menyimpan sama orang terdekat tapi tanpa sadar orang lain malah sudah tahu HeheHe (* pengalaman pribadi nih,,, saya sendiri dah divorce gara – gara SLI 😦 *)

    Ohh….. turut berduka cita, ya…
    BTW, SLI itu apa to?
    Mudah-mudahan sahabatku jujur padaku dan gak sejauh itu.

  5. Lina Juni 25, 2008 / 3:29 pm

    SLI itu selingkuh itu indah mbakkkk, ya ampuuun mbak kemana aja hehehehe, si Winda bagian apa mbak ? biasanya mudah terjadi sama orang yang bekerja di bagian yang berhubungan banyak dengan orang lain dalam lingkup kerjanya seperti dengan rekanan, divisi antar cabang, customer, dll. Kalau si Winda memang di bagian itu yang artinya sering berhubungan dengan lelaki lain kemungkinannya dijamin 90% mbak…

    Ooo, maklum anak buahe tukul, ndeso he…he…

    Aku dan winda sama-sama marketing. But kita berdua lurus kok, swear! Memang banyak godaan tapi kan gimana kita menyikapi. Paling tidak kalo aku selalu ingat kedua malaikatku kalo mo berbuat aneh-aneh. Mereka adalah rambu-rambu sekaligus rem yang paling pakem dalam hidupku. Dan lagi kita tidak boleh menyamaratakan begitu, bukan? Semua tergantung orangnya sendiri. Mo marketing CS, CR, GA. Bahkan ibu rumah tangga yang aksesnya lebih kecil dari orang bekerja bisa saja selingkuh kan?

    Lho, kok jadi menghakimi winda? Bukan mestinya Ferdi? Hayo, lina cari temen ya? 🙂

  6. Lina Juni 25, 2008 / 3:50 pm

    hihihi bukan cari temen mbak cuma sesama wanita khan lebih nyambung feelingnya, untung saya belum ada buntut dan usia pernikahan baru 2 tahun lebih hihihi, tapi sepi juga sih mbak sekarang :(…

    wah kalau marketing sih sama dunk dengan saya, cuma bedanya saya disebut divisi sales regional hehehe, jika memang marketing sih saya gak yakin mbak, kalau mbak lurus si winda kan belum tentu kan gak 24 jam penuh mbak sama si winda….

    kalau si Ferdi sih dari cerita diatas sepertinya memang SLI atau tahap menuju SLI barangkali mbak kasih masukan si winda biar bisa service si ferdi yang luarbiasa sehingga gak ada fikiran untuk SLI, biasanya lelaki itu (* kalau yang baik – baik lho yaaa… *) kalau service memuaskan gak cari sama yang lain tetapi kasus berbeda kalau memang lelaki tipe buaya (* kayaknya dari cerita diatas si ferdi enggak yaaaaa…. *)

    Lho, kok sepi? Kemana partner SLI nya? Wah, berarti kau harus ambil pelajaran dari pengalaman. SLI itu ternyata tidak indah kan?

    Thanks masukannya. Ini winda langsung kukasih tau.

    Ssst, service yang memuaskan tuh yang gimana, sih? Kasih bocoran, duong. Biar suamiku gak kabur, hi…hi…. KAyaknya kau ahlinya, deh.

  7. Lina Juni 25, 2008 / 3:54 pm

    Kecuali kalau si windanya memang SLI, sebab buat kita kaum hawa kalau dah dapet diluar yang dirumah jadi gak minat HahaHa…

    btw, si winda mesti mencurahkan semuanya ke si ferdi, biasanya kalau lelaki didesak malah makin jauh atau malah makin berfikir teman SLI nya lebih baik dari yang dirumah, apalagi lelaki yang pada dasarnya baik – baik bukan buaya, biasanya buat mereka SLI adalah pelarian saja, coba deh mbak si winda dikasih masukan yang baik…

    Waduh, amit-amit! Mudah-mudahan gak terjadi padanya, ya?

    Ngomong-ngomong masalah gak minat, banyak faktor lho, gak sekedar ‘coz ada yang lain di luaran sana. Bisa karena masalah ekonomi, stress pekerjaan, stress lingkungan keluarga, ngurus anak, dan masih banyak lagi. Perempuan kerja itu lebih banyak beban pikiran than laki-laki, so mungkin untuk urusan service menservice bisa rada lemot.

    BTW, thanks banget masukannya, dah kusampaikan langsung ke winda. Smoga mereka baik-baik saja dan NO SLI AT ALL!!

    SAY NO TO SLI

    Baru tau istilah SLI jadi ditulis terus he…he…

  8. Someone November 24, 2008 / 12:41 pm

    Mungkin Ferdi mmng selingkuh. Tapi jangan lupa, Winda juga punya andil dalam perselingkuhan Ferdi.
    kalau mmng Ferdi merasa hidupnya nyaman dengan Winda, pastilah Ferdi ngk akan selingkuh….Dulu mungkin Winda merupakan sosok yang bisa buat hidup Ferdi nyaman tapi dengan berjalannya waktu, sosok Winda tidak lagi buat Feri nyaman disisi Winda. Misalnya mungkin Winda sebagai istri terlalu cuek dengan suami, males ngurus rumah atau mungkin Winda tidak lagi memperhatikan penampilannya.
    Dulu mungkin Winda wanita dengan badan aduhai, tapi sekarang ?????????? setelah punya anak, Winda tidak lagi memperhatikan itu smua.
    Oleh sebab itu, sebagai wanita, pandai-pandailah membaca pikiran suami dan apa yang dimaui oleh suami.

    Duh, enaknya jadi laki-laki. Klo istri dah gak seksi lagi boleh cari yg lain. Istri hrs bisa membaca pikiran suami? Waduh, musti punya indra keenam dong.. 😉
    No excuse for selingkuh! Mestinya kan dikomunikasikan apa yg dimaui apa yg gak, bukan cari pelarian.

  9. Someone November 25, 2008 / 11:47 am

    Oh iya ada yang ketinggalah nih comment nya.
    saya rasa smua nya ngk 100% salah Melly coz kodrat wanita tuh nunggu. So sesuka apapun Melly ma Ferdi, saya yakin bukan Melly yang mulai smuanya tapi Ferdi lah yang mulai smuanya. ya… namanya juga laki-laki, mungkin dimata Winda, Ferdi laki-laki pemalu tapi kalau diluar kan siapa yang tau ?????????????????????????

    Waduh Pak, Anda hidup di belahan bumi sebelah mana? Hari gini perempuan nunggu? No, no! Menurut Winda (sorry, Win) kebetulan melly ini perempuan yg rajin mendekati Ferdi.(Oya, ferdi dah ngaku tuh selingkuh tahap awal, katanyaaa....) Bawain makanan, suka nebeng pulang, tiap waktu nelpon ke extensionnya, ngajak makan siang bareng, nonton di jam istirahat. Hati laki2 mana yg tak luluh?
    BTW, mungkin ini salah mereka bertiga, tapi yg paling besar dosanya ya Ferdi.

  10. Dinot November 25, 2008 / 4:16 pm

    tabrak pager rumahnya melly … hiiiiy….*halimah mode on

    Dah gitu nabraknya pake buldozer yaa… hiiiiy….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s