Iseng Aja · Tak Enak

Tragedi Klepon

Pada suatu hari, beberapa waktu yang lalu, aku pulang kantor naik angkot dan turun di pertigaan Pekayon karena harus ganti kendaraan lain. Di pangkalan angkot itu terdapat banyak penjual makanan tradisional. Dan saat itu perutku yang kelaparan tergoda melihat ada penjual kue putu dan klepon, oya ada juga cenil. Melihat banyak ibu-ibu pulang kerja yang ngantri di situ maka aku ikutan ambil antrian. Wah, aku terpana melihat ukuran klepon yang mlenuk-mlenuk, kayaknya sebesar bola bekel deh ato sebesar bakso ya? Padahal seingatku waktu kecil dulu ukuran klepon itu kecil-kecil ya? Pokoke sak emplokan sajalah.

Maka ketika tiba giliranku, aku membeli klepon dan kue putu. Wuih, kayaknya enak, nih! Setelah transaksi klepon selesai maka aku menuju angkot yang juga antri nunggu penumpang. Kebetulan angkot kosong karena baru saja antrian di depannya melaju. Dengan leluasa aku memilih tempat duduk di belakang sopir dekat pintu supaya nanti mudah keluar dan terutama gak mabok he…he… Hangatnya klepon di pangkuanku sungguh menggoda iman, palagi dah lama banget aku gak makan makanan ini. Kebetulan juga aku masih seorang diri di dalam angkot. So dengan seksama kubuka bungkusan klepon dan kuambil sebutir, lalu bungkusan kurapikan lagi.

Setelah klepon yang besar itu kuambil, kupandangi dulu. Gimana cara makannya ya sebesar ini? Kalo kuemplok (basa Indonesanya apa ya?)  jelas gak cukup ni mulut, tapi kalo kugigit takut muncrat keluar gulanya. Ah, mumpung masih sepi nekat kugigit aja sedikit maksudku supaya kempes dulu en gak muncrat. Tapi tahukah, Kawan apa yang terjadi? Muncratlah gula isi klepon itu dengan sukses ke bangku depanku! Ups! Sungguh aku kalang kabut! Mana bawa tisu cuma satu en buat ngelap pipiku yang terkena muncratan klepon. Waduh, gimana ini? Yang pasti karena dah terlanjur muncrat maka kumakan saja sekalian sisa kleponnya. Setelah itu ngelap-ngelap mulut dan kembali duduk manis. Dan untunglah si Abang sopir masih sibuk teriak-teriak cari penumpang jadi gak tau tragedi yang terjadi.

Kok ya Tuhan itu sayang banget padaku, ya? Baru saja aku menelan sisa klepon dan membersihkan mulut, naiklah seorang penumpang. Muncratan klepon di bangku depanku tadi lom sempat kubersihkan. Si Mbak tadi meringis jijik lalu mencari bangku lain. Oya, isi kleponku itu muncrat di bangku kecil tambahan, so penumpang kalo duduk situ pasti menghadap ke belakang. Setelah mbak tadi naik, beruntun naiklah seorang demi seorang penumpang. Semua bertanya-tanya melihat muncratan tadi ‘coz gak tau benda apakah itu. Aku juga dah kepalang basah ya udah main bureng aja pura-pura gak tau. Malah duduk manis sambil tutup idung 😀

Melihat "bangku keramat" itu gak ada yang mau menduduki maka Abang sopir menengok dan melihat ada cairan coklat. Beberapa penumpang ngobrol bertanya-tanya apaan sih itu, sedangkan si Abang sopir dengan tabahnya mengelap muncratan klepon itu. Duh, seandainya bisa ingin aku masuk ke perut bumi! Walopun gak ada yang tau tapi kok ya aku merasa berdosa gitu.

So, sejak saat itu aku gak mau lagi makan klepon sendirian, di tempat umum. Kalo makan klepon ya di rumah aja. Kapok!!!

 Ssst, mudah-mudahan gak ada yang seangkot denganku waktu itu baca tulisanku ini. Maluuuu…..

10 tanggapan untuk “Tragedi Klepon

  1. Hwaaaa…….Ka…ka…ka… 😆

    Ketularan si Tukang Sulut Sumbu Kompor yaaaa….

    Edun Suredun…..

    Duh, seandainya bisa ingin aku masuk ke perut bumi!

    Lha gedenya segetoo, apa ya muat mangslup ke bumi, mbak ??? :mrgreen:

    Si Om! Mbok ya jangan mempertegas kegedeanku! Wong cuman “sedikit” kelebihan berat di sana-sini kok!

  2. Wkwkwk..aslikkk aku ngakak baca ini. Makanya ga heran ya di tempatku, klepon ini disebut granat muncrat

    Waahahaha…bener, granat muncrat lebih cocok daripada klepon 😆

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s