Kepala Tikus ato Ekor Harimau?

Kawan, kau pasti pernah mendengar ungkapan di atas bukan? Suatu penggambaran posisi kerja kita. Jadi Kepala Tikus ato Ekor Harimau? Maksudnya kira-kira gini, jadi boz di perusahaan kecil ato staf biasa di perusahaan besar. Hmm, kalo boleh pilih sih maunya jadi Kepala Harimau yaaa? 😀 Tapi hidup ini sudah ada yang mengatur, Kawan.

Bagi orang yang punya sifat bossy leadership tentunya gak masalah menjadi Kepala Tikus di perusahaan kecil. Sudah enak jadi ekor harimau tapi rela pindah demi jabatan kepala tikus. Menurutku orang seperti ini punya sifat pemimpin ato gak tahan dipimpin 😀   Gak papa deh menjadi kepala tikus di perusahaan kecil yang bahkan judul perusahaannya pun sayup-sayup terdengar, tapi kan yang penting jadi Boz en punya anak buah, punya kekuasaan, punya wewenang.  Gaji? Ya pasti gaji Boz lah, walopun masih setengah gaji Boz Kepala Harimau 😀 Tapi kalo berhasil menaklukkan tantangan membesarkan nama perusahaan yang sayup-sayup terdengar menjadi nyaring terdengar, wew pasti bangga benaaaar dan hebat benaaaar. Dan yang pasti bisa jadi batu loncatan untuk menjadi Kepala Harimau ya, paling gak lehernya dulu laah.

Trus gimana dengan ekor harimau? Menurutku orang-orang ini jenis orang yang tidak menyukai tantangan or nrimo aja.  Kerja dimana, Maz? Aku kerja di  PT. Raksasa Gak Bakalan Bangkrut Deh!  Wuih, keren banget. Masuk situ kan susah, tesnya aja macem-macem ampek 12 kali tes kan? Betul, untuk  satu posisi aja saingannya ampek 724 orang. Wah, top banget si Maz ni bisa lolos. Posisinya apa, Maz? Eh, mm, staf keuangan. Ooo, tapi gajinya pasti gede, dong? Lha wong perusahaan gak bakalan bangkrut? Yah, lumayanlah, sesuai pendidikan en pengalaman kerja aja.  Gak pengan pindah, Maz? Di PT. Liliput Yang Gak Tau Kapan Majunya lagi butuh Manager Keuangan, lho. Gajinya lumayan lagi. Wah, perusahaan apa itu? Gak ah, enakan di sini walopun gaji standar tapi kan aman gak bakalan bangkrut.  Nah, satu lagi alasan jadi ekor harimau: enggan meninggalkan zona nyaman. Dan juga punya mental diakon (bersedia dikongkon :D).

Yah, kalo boleh milih sih pasti milih yang paling enak, jadi Boz di perusahaan besar. Tapi tentu posisi ditentukan oleh prestasi (eh,bukan sebaliknya ya?). Walopun gak sepenuhnya benar. Ada juga Boz di perusahaan besar yang gak tau apa-apa, bisa jadi boz  ‘coz nepotisme. Ya biarin aja, wong perusahaan Bapaknya kok 😀 Yang sedih ya orang-orang yang pinter, semangat maju, tapi gak ada kesempatan. Sekali lagi hidup ini sudah ada yang mengatur. Yang penting berusaha!

How about me? He…he… boro-boro Kepala Tikus, baru nyampe leher! Tapi ‘coz My Boz, sang Kepala Tikus itu tidak tegas dan tidak menguasai medan (bekasi aja gak dikuasai palagi medan?) so sometimes aku jadi Kepala Tikus 😀 Pernah berniat pindah ke perusahaan harimau untunglah The Owner yang juga pemilik perusahaan tikus tempatku kerja sekaligus owner perusahaan harimau, tak mengijinkanku. Awalnya aku marah, kesal, tapi ternyata oooh, beliau tau yang terbaik untukku (ato untuk perusahannya?). Ngapain kamu pindah ke sini, jadi staf malah disuruh-suruh atasan aja. Di situ kan kamu dah senang, bisa seenak-enaknya (lho, kok tau?) Begitu kata beliau dulu. Yah sebenarnya aku nglamar jadi leher harimau tapi gelar gak sesuai 😀  Kalo jadi ekor aku gak kan pernah berkembang dan begitu saja dilupakan sperti ekor-ekor yang lain. Dan sekarang aku sangat bersyukur di sini, walo baru nyampe leher tikus 😀

So Kawan, dimana posisimu sekarang? Ekor, perut, dada, leher, ato bahkan dah kepala? Bahagiakah? Puaskah? 😀

Bersyukurlah dan nikmatilah. Selamat bekerja!

 

Iklan

One thought on “Kepala Tikus ato Ekor Harimau?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s