Cerita Anak di Trans TV

Sungguh terkejut aku pas gak sengaja nonton acara Cerita Anak di Trans TV. Kayaknya hari Minggu pagi, deh! Tahukah Kawan, apa yang disajikan? Kupikir cerita tentang bikin apa ato kegiatan anak-anak lainnya. Bukan!! Melainkan meliput kisah perkawinan dini Puji (ogah nyebut dia “Syech”) ma Ulfa. Walaaaahhhh??? Gak salah nih? Infotainment anak? Dah gitu pake wawancara ma ibu-ibu dari mana tau yang ngomongin soal UU Perkawinan. Lhah??? Tau apalah anak-anak soal UU Perkawinan? Wong arti perkawinan aja lom pada tau. Ck,ck,ck….

 Sudah separah itukah dunia TV sekarang? Masa iya anak-anak diajak bergosip, dijejali dengan kata-kata “perkawinan”, “nikah di bawah umur”. Memang kasus Ulfa menyangkut anak di bawah umur, tapi tidak berarti disajikan pada anak di bawah umur juga. Itu kan murni kasus yang harus diselesaikan orang dewasa dan bukan ngajak anak kecil ikut mikir bukan? Mumet aku. Sebetulnya batasan umur anak-anak itu sampe berapa tahun, sih? Dua tahun, 5 th, 10 th, ato 15 th? Gak jelas!

Ooo, barusan nanya Mas Gugel ternyata Cerita Anak itu acara Program Berita Anak. Coba kunjungi ini , kau akan terkejut, Kawan! Di situ dibahas “kesurupan”, “bullying”, dan entah apa lagi. Sudah cukup umur lom sih anak-anak untuk mengetahui hal itu? Kembali lagi ke pertanyaan sampe umur berapa sih anak sudah boleh ikutin berita gitu?

Setelah sedikit merenung dan introspeksi diri, barangkali aku lah yang kuno, ketinggalan jaman, konservatif, lebay, dll. Barangkali mang anak-anak perlu tau hal-hal tersebut? Toh jaman sudah berubah, di dunia Barat sana anak umur 13 th aja dah bisa melakukan hal-hal yang seharusnya dilakukan orang dewasa. Ooh, mengerikan!! Aku takuuuutttt!!!

Harus bagaimana ini aku sebagai seorang Ibu? TV yang dulu jadi “sahabat keluarga” saja sudah gak mo berkompromi lagi. Berbagai adegan kekerasan, adegan gak senonoh, sinetron ra mutu, reality show dewasa, dll dah mendominasi semua stasiun TV. Lom lagi kata-kata “seks”, “KDRT”, “selingkuh”, “pembunuhan”, “PSK”, “jagal”, gaaaak pernah luput dari berita.

Sungguh, aku kuatir sekali dan aku sangat menangis melihat perkembangan dunia TV sekarang. Bagaimana ini? Siapa yang bisa menolong? Ato sebenarnya hanya aku sendiri yang berlebihan? Hanya aku sendiri yang merasakan ini? 😦

 

Iklan

3 thoughts on “Cerita Anak di Trans TV

  1. chocovanilla Maret 16, 2009 / 2:48 pm

    Mestinya bukan “Cerita Anak” tapi “Cerita Remaja” yaa? Kalo remaja mungkin dah bisa mengerti walopun tetap harus didampingi kali ya?

  2. nh18 Maret 16, 2009 / 3:54 pm

    Aku cuma geleng-geleng kepala Bu …

    Salam saya

    Choco:

    Iya, harus gimana kita ini 😦

  3. sonyajkt48 Agustus 25, 2013 / 5:08 pm

    fuck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s