Cari Solusi · Iseng Aja · Tak Enak

GO!

Pada suatu siang yang panaz, sedang sibuknya aku berkutat dengan kerjaan yang tiada habisnya, tiba-tiba ada SMS di ponselku. Oh, dari klien, seorang staff personalia dari perusahaan customer. Begini SMS nya,

“Bu, saya mau antar teman ke dokter, katanya kencingnya keluar nanah. Kira-kira kenapa ya?”

Lalu kujawab:

“Temannya laki-laki ato perempuan?”

“Laki2”

Waks!! Aku terkejut, naluriku mengatakan ada yang gak beres nih. Maka kujawab,

“Wah, konsul dokter aja deh. Bisa infeksi ato penyakit kelamin, gak isa dikira2, hrs diliat dokter.”

Rupanya dia kaget mendengar jawabanku, so dia langsung meneleponku.

“Iya nih, Bu. Aku jadi takut kira-kira kenapa ya?

“Mmm, kalo kencing bernanah gitu sih biasanya sakit kelamin, Mbak. Usianya berapa dan sejak kapan sakitnya?”

“Umurnya sama sih ma aku, 22 th. Katanya baru semalem keluarnya. Cuman setetes sih.”

“Wah, kalo gitu lom tentu juga, musti diperiksa. Coba tanya aja dia sudah pernah berhubungan seks belum? Trus sering gonta-ganti pasangan gak?”

“Duh, gak tau juga sih, tapi kayaknya enggak deh.”

Tapi suara si Mbak Bingung ini tampak ragu dan agak terguncang.

“Kalo setia berhubungan seks dengan satu orang aja sih kayaknya gak mengakibatkan gitu, Mbak, tapi kalo gonta-ganti pasangan yaa bisa kejadian.”

Tak terdengar suara di seberang. Aku jadi gilfil.

“Tapi periksa aja deh, Mbak. Barangkali cuman infeksi biasa aja, lagipula cuma setetes kan? Jangan-jangan bukan nanah?”

“Iya deh, Bu. Makasih yaaa…”

Pembicaraan berakhir. Sebentar saja aku dah melupakan obrolan itu dan langsung pusing lagi menghadapi kerjaan.

Nah, sorenya, dalam perjalanan pulang ke rumah, ponselku bunyi. Oh, dari Mbak Bingung. Setelah berbasa-basi bentar terdengar suara paniknya.

“Bu, kok disuntik ya?”

Walaaah, ini mah dah jelas! Aku jadi bingung jawabnya.

“Ee, Mbak Bingung gak ikut masuk ke ruang dokter?”

“Gak, Bu. Kira-kira kenapa ya?”

“Ini karyawan ******** ya, Mbak?” Tanyaku menyebut nama kantornya.

“Bukan Bu, ini teman, pribadi kok gak ada hubungannya ma kantor.”

“Ooh, pacar ato keluarga nih?”

Bisa kubayangkan Si Mbak Bingung tersipu kemaluan.

“Ee, gak tau juga nih, Bu ….hihihi…. temen deket sih.”

Kyaaaa, pacar pastinya. Aku jadi bingung. Dan segera kusarankan untuk menanyakan pada pacarnya ato dokternya saja. ‘Coz mana berani aku bilang itu penyakit kutukan?

Singkat cerita, di kemudian hari, aku tau bahwa si cowok bernanah itu mang pacarnya. Seorang mahasiswa yang sedang liburan dari kuliahnya di Semarang. Dan dia positif terkena GO! Yang lebih menyedihkan lagi, kemungkinan ia sudah menulari Mbak Bingung ‘coz setelah bernanah itu dia sudah berhubungan seks dengan Mbak Bingung sebanyak 4 kali! Cukup sampai di situ? Tidak! ‘Coz hingga detik ini Mbak Bingung tidak tau bahwa kekasihnya kena penyakit menular yang menjijikkan itu dan kemungkinan besar dia tertular. Ooh, kasian bukan?

Aku gak akan bahas penyakitnya ‘coz aku gak tau banyak tentangnya. Kalo ingin tau lebih banyak mungkin bisa ditanyakan ke Om Dokter ini. Tapiii, perang batinku ini yang perlu dicari solusinya. Bayangkan Kawan, di satu sisi aku tau penyakit menjijikkan yang diderita pacar Mbak Bingung ini dan bisa dipastikan Si Mbak ini dah tertular, aku sangat kasian padanya. Tapi di sisi lain itu bukan urusanku dan aku gak mo ikut campur palagi dah jelas2 si cowok menutupi sakitnya dari pacarnya. Jadi apa yang harus kulakukan?

Duh, mengerikan ya pacaran anak jaman sekarang? Kok ya sampe sejauh itu sih? Bayangkan, pacaran kan lom ada komitmen apa-apa. Kalo yang kena GO itu bandot tua sih biarin aja, walo kasian juga istrinya. Lha ini, mahasiswa? Taukah dia bahwa penyakit ini akan membekas seumur hidupnya? Dapat duit darimana dia bermain-main dengan penyakit begitu? Anak umur segitu kok ya dah menimbun dosa. Duuuh, eidan tenan! Lom lagi si mbak polos ini, jangan-jangan cuma diporotin ma cowok joroknya itu! Mana si mbak ini bener2 bertampang anak baik-baik. Kok iso, ya? Dan ternyata mereka melakukan perbuatan dosa itu di kamar kos si cewek. Oooh….

Dan sekarang aku ikutan bingung gara-gara tau persoalannya tapi gak isa ngomong ke klienku itu. Kalo perempuan sudah kena GO dkk, itu SANGAT BERBAHAYA!!! Ooh,….. kasian kau Nak.

Sengaja kutuliskan ini dengan harapan suatu saat si Mbak browsing dan tak sengaja membuka blogku ini. Maka tanpa perlu kukatakan dia akan tau. Sorry, aku gak bisa lebih dari ini 😦