Iseng Aja

Kencan Mepet

Kisahnya terjadi ratusan tahun yang lalu saat aku dan kekasihku masih pacaran. Hehehe…. Dulu kalo kencan di akhir bulan, di saat-saat uang saku menipis tapi ada film bagus, kami enggan melewatkan saat-saat itu. So maksa banget, akhirnya dalam keadaan uang saku mepet kami tetap kencan dan nonton.

Di sinilah ceritanya Kawan, barangkali di dunia ini hanya aku yang punye ide macam ini. Jadi kalo kami sedang kaya, abis nonton pasti makan lalu jalan-jalan. Entah apa pasti ada yang dibeli lipstik, T shirt, dll, dll. Naah, kalo lagi mepet begini jangankan mo beli-beli, mo makan aja pilih-pilih yang murah meriah hahaha…. Lalu apa yang kulakukan kalo lagi miskin? Sambil menunggu kekasihku menjemput, aku masak indomie goreng 3 bungkus. Itupun telornya diberi oleh ibu kos wakakaka…. orang aku gak mau dipaksa kok? Setelah matang kumasukkan ke mangkok tupperware yang anti tumpah itu trus bawa garpu dua buah. Lalu masukkan dalam tas jaman dulu yang gede dan ditutupnya pake tali serut. Sipp!! Setelah dijemput aku gak cerita apa-apa cuma doi heran aja kok di tas ada anget-anget gyahahaha….

Nah, begitu duduk manis dalam bioskop mulailah kukeluarkan bekalku itu. Dan kekasihku terkejut. Tapi lalu wajahnya sumringah secara punya kekasih cerdas begini ehm…ehm… Maka sambil nonton kami menikmati mi goreng nan sedap itu. Seperti layaknya perempuan maka aku hanya makan sedikit dan membiarkan kekasihku menghabiskan dengan nikmat. Padahal, sumpah, aku masih pengen!!! Setiap kekasihku menawari kubilang dah kenyang. Lhah, kenyang apanya wong cuman beberapa suap. Tapi aku harus sok imut dooong… masa cewek kok rakus? Kalo sekarang siy bedah kepala ikan didepan kekasih juga dah gak malu, malah doi yang sering malu dengan tingkahku wakakaka….. Begitu keluar dari bioskop, perut kenyang tinggal jalan-jalan aja trus pulang. Wuahahahaha…….cerdas bukan? Bukaaaaaan……

Itu kalo ada film bagus. Kalo gak ada acara apa-apa kami berdua nongkrong di Gramedia Matraman. Ngapain? Ya baca gratisan. Aku ke bagian novel, kekasihku ke bagian buku-buku IT. Ntar kalo dah pegel baru pulang trus makan nasi goreng deket kos. Melas banget yak? Tapi kan yang penting bisa beduaan, daripada diem di  kos ditongkrongin ibu kos? Duduk mesti jauh-jauhan kalo di mikrolet kan bisa berdesak-desakkan walopun angkot kosong wuahahaha……

Sekarang kalo kencan mo nonton dah malu bawa indomie. Tapi, masa-masa mepet dulu tak terlupakan dan kelak akan kuceritakan pada kedua malaikatku hihihihihi……

 

Catatan: Kisah ini sudah didramatisir agar mengundang simpati

Iseng Aja · Jalan-jalan yuuuk.... · Nyam...nyam...sedaaap...

Pendekar Gurame, Akuarium Resto

Aku gak ingat alamat lengkapnya, tapi letaknya di daerah Komsen Bekasi. Restoran keluarga yang nyaman, enak, dan yang pasti gak mahal hehehe…. Cocok untuk merayu anak yang susah makan, ‘coz di tempat ini banyak sekali kolam ikan, akuarium, bahkan di sepanjang dinding bagian dalam resto dipajang aquarium besar. Gak tau ikan apa tapi lumayan menyegarkan mata yang penat.

Yang lebih seru lagi di tiap meja terdapat satu akuarium kecil berisi ikan koki ato koi, jadi anak-anak makan sambil menikmati ikan berenang. Oya, ada juga tempat untuk live music, jadi bis makan kenyang mo nyanyi juga boleh.

Sesuai namanya, menu andalan di sini adalah gurame. Dibakar, goreng, asam manis, asam pedas. Tapi ayam gorengnya juga enak, bumbunya meresap sampai ke dalam, hmmm… Saking serunya liat ikan aku lupa foto makanannya hehehe… tapi boleh dicoba gurame asam manis dan bakarnya. Cukup enak. Yang buat aku penasaran pada saos gurame asam manisnya ada buah ato apa berwarna merah diiris tipis, rasanya enak tenan. Aku sangat familiar dengan rasanya tapi sampe skarang gak ingat namanya. Duh, penasaran!

Pokoknya kalo pengen makan di tempat sejuk, santai melepaskan lelah, tapi gak mo jauh-jauh ya datang aja ke sini. Lumayan enak kok. Palagi kalo diiringi music dan hujan gerimis, wahh…..

Lanjutkan membaca “Pendekar Gurame, Akuarium Resto”

Cintaku · Iseng Aja

Menulis Tegak Bersambung

Kalo jamanku dulu namanya “menulis halus”, pake buku bergaris tiga. Tebal… tipis… tebal… tipis. Kalo gak salah dulu belajar begini kelas tiga ya ato kelas dua? Lupa, deh. Tapi tulisanku dulu termasuk bagus, entah kenapa kok sekarang acak-acakan hehehe….

Nah, Cantik yang masih di TK B itu sudah mulai belajar menulis tegak bersambung itu. Selama ini aku mang agak los terhadap Cantik. Pertama ah masih TK ini, kedua Cantik gak perlu dibimbing dah rajin. Pulang sekolah selalu bikin PR entah itu matematika, mewarnai, menulis apa aja, tanpa pernah disuruh. Dan aku tinggal mengoreksi saja. Cantik tipe anak yang cerdas tapi gak mo disuruh-suruh. Kalo lagi gak mood dipaksa kayak apa juga gak mau, tapi kalo lagi rajin tanpa disuruh langsung mengerjakan dan hampir seluruhnya selalu benar! Beda dengan Guanteng yang gak mo belajar kalo gak kudampingi. Begitu aku lenyap dari sisinya konsentrasi langsung buyar. Duh, wong berasal dari satu rahim kok ya bisa beda gitu yak?

Dan pada suatu hari Cantik memegangi bukunya sambil menangis tersedu-sedu. Ketika kutanya ternyata dia sedang mengerjakan PR menulis tegak bersambung. Dan ternyata Cantik sangat membenci pelajaran itu. Segera saja kubujuk untuk mengerjakannya, tapi dia tetap gak mau malah nangis makin kenceng. Itulah beda Cantik dan Guanteng. Kalo Guanteng biarpun dia juga gak suka dan tulisannya sambung-menyambung kayak ukiran Jepara dan tak terbaca, tetap aja dikerjakan. Akhirnya PR Cantik sudah dua minggu ini tak disentuhnya. Kalo PR yang lain selalu dikerjakan terutama matematika dan mencari kata berakhiran r, ato n, ato k, dll.

Duh, bingung aku! Makin gak dikerjakan makin numpuk pula PR nya karena tulisan tegak bersambung ini diberikan tiap minggu. Tapi kubiarkan sajalah. Mang siy ini kan melatih motorik halus katanya, tapi nanti gak ada di UAN kan? Tulisan Guanteng yang kayak ukiran Jepara pun kubiarkan saja, abis dah dilatih berkali-kali hasilnya tetap gitu sih. Aku juga dah putus asa ngajarinnya. Gimana, dong? Penting gak sih menulis tegak bersambung ini? Gak papa gak sih kalo mang gak bisa nulis tegak bersambung? Pengaruhnya apa sih kalo gak bisa nulis tegak bersambung?

Ah, sudahlah aku bujuk si Cantik dulu. Sedikiiiiiit aja, Nak kerjakan yaaaa……

Iseng Aja · Mbuh Ah !

Perempuan

Perempuan. Hmm, siapa sih yang tidak tertarik dengan perempuan? Bahkan seorang perempuan pun bisa sangat tertarik pada perempuan lain. Baik dalam arti kagum, sekedar tertarik, atau bahkan tertarik secara seksual. Namun sekaligus makhluk yang bisa sangat dibenci oleh kaumnya sendiri. Rasanya tidak ada habisnya membahas makhluk yang konon katanya indah dan mempesona ini. Benarkah? Ya, daya tarik perempuan tidak melulu pada kecantikan atau kemolekan tubuhnya saja. Banyak hal, Kawan. Kalau kau tak percaya juga, lihatlah ibumu, adik perempuanmu, istrimu, kekasihmu, bibimu. Semua punya daya tarik, bukan? Begitu banyak sajak dan lagu, drama dan buku tentang perempuan.

Perempuan. Bukan rahasia lagi jika dibalik kemegahan seorang laki-laki ada perempuan dibaliknya. Walau secara adil pula, tak sedikit perempuan yang juga menghancurkan kesombongan mereka. Kawan tentu tau yang kumaksud. Tanpa perlu kusebut tentu kau tau nama-nama kaum lelaki yang berjaya memimpin karena ada kekuatan perempuan istri di belakang mereka. Tanpa perlu kusebut juga, Kawan tentu tau para penguasa yang akhirnya ambruk karena ulah makhluk memesona itu.

Perempuan. Makhluk yang bisa menyimpan rahasia serapat tiram mempertahankan mutiaranya. Namun sekaligus pembicara yang ulung laksana sangkakala yang mampu membangunkan naga dari lelapnya. Begitu banyak lelaki berkeluh kesah tentang pekerjaan kepada istrinya sekaligus menceritakan rahasia perusahaan pada kekasihnya.

Namun, layakkah jika para maskulin itu saling membunuh, saling menjatuhkan, saling menghancurkan karena perempuan? Sebenarnya apa arti perempuan buat mereka? Aku tidak berbicara mengenai perempuan yang istri, Kawan, tapi mengenai perempuan-perempuan bukan istri yang berhasil menguasai hidup para lelaki. Perempuan yang entah telah diberi apa sehingga mampu menyimpan rahasia terbesar dalam hidup para lelaki itu, yang bahkan istrinya pun takkan pernah tau. Perempuan yang bukan sekedar memuaskan nafsu birahi, namun yang juga memegang kendali atas hidup kaum lelaki.

Kini kau percaya bukan, takkan habisnya membicarakan makhluk titisan bidadari ini. Tentu kau pernah dengar lagu ini:

Wanita dijajah pria sejak dulu, dijadikan perhiasan sangkar madu……

……….

Namun adakala pria tak berdaya tekuk lutut di sudut kerling wanita…..

Nah, kau lihat Kawan, syair itu sudah tak berlaku lagi sekarang. Karena kini kaum macho itu sudah banyak dijajah perempuan, dijadikan mainan hingga saling menyakiti, saling menghancurkan. Dan makhluk memesona itu hanya tersenyum dan kadang berlinang menyaksikan kebodohan kaum adam!

Aku juga perempuan. Untunglah aku bukan perempuan kejam, karena aku bukanlah titisan bidadari hyahahahaha…… hush!!

 

Catatan: Semoga para titisan bidadari ini tidak memanfaatkan kemolekannya untuk mengeruk keuntungan semata.

Iseng Aja · Mbuh Ah !

Dua Sisi

Ada satu cerita tentang seorang laki-laki yang sangat baik dan sabar. Hidupnya selalu lurus, tak pernah melakukan kejahatan ataupun penyimpangan. Istri dan anaknya sangat mencintainya, teman-teman menyukainya, pekerjaan sukses. Nyaris sempurna hidupnya dan seperti malaikat tampaknya. Hingga suatu ketika hadir seorang kawan lama, yang pernah menjadi sahabatnya di masa muda. Sahabat dalam susah dan senang, dalam sakit dan sehat, dan bahkan dalam kebaikan dan keburukan. Mereka saling melepas rindu, membuka kembali kenangan-kenangan lama, tertawa, menangis, marah, semua hadir kembali bagai warna-warna pelangi yang jelas sekaligus samar.

Tapi Kawan, ternyata laki-laki ini tidak nyaman dengan kehadiran sahabatnya. Mengapakah? Karena sahabat yang dicintainya ini mengetahui satu masa kelam dalam hidupnya. Masa yang ingin dihapusnya jika ia bisa. Dan di dunia ini hanya ia dan sahabatnya yang tau dosa yang telah dilakukannya. Kini tiba-tiba hidupnya merasa terancam, kebahagiaan yang telah diraih dan diperjuangkannya berada dalam bahaya. Sekali saja sahabatnya itu salah ucap maka langit akan runtuh menimpanya. Lalu apa yang dilakukannya untuk menutup mulut sahabat yang dicintainya itu? Maka niat buruk itu kembali hadir, dosa yang ingin dihapusnya itu menyeruak kembali dalam bentuk yang lebih keji. Dan, setelah itu semua dilakukannya, hidupnya kembali tenang. Sekali lagi masa kelam itu hadir menghitamkan hidupnya. Namun ia merasa sebanding dengan kebahagiaan dan reputasi yang harus dijaganya.

Nah, Kawan taukah kau, bahwa semua orang mempunyai sisi baik dan sisi buruk dalam jiwanya. Keduanya melekat tak terpisahkan seperti sisi mata uang. Hanya takdir yang bisa membalikkan mata uang itu. Sisi baik di atas atau sisi buruk di atas. Sejahat apapun hati seseorang pasti ada setitik cahaya kebaikan, sama seperti sebaik apapun seseorang, awan gelap bisa menutup hatinya kapan saja terutama jika ia merasa dalam bahaya.

Kawan, bukankah itu wajar? Selama kita masih berjejuluk “manusia” maka sisi baik dan sisi buruk itu bisa muncul kapan saja. Namun tentunya kita masih punya rambu-rambu yang menjaga agar sisi buruk itu tak begitu saja muncul menguasai jiwa kita. Ah, teori! Selama kita yakin dengan apa yang kita lakukan dan dengan alasan yang selalu kita benarkan, maka go to hell hati nurani! Manusia, pandai mencari pembenaran terhadap segala hal. Namun biarlah “Yang Kuasa” kelak yang akan mengadili.

Aaahhh, lelah bukan menghadapi hidup ini? Bersandarlah terus kepada NYA, maka DIA akan selalu menjagamu. Tak perlu berprasangka, karena hidup ini sudah tersurat sekalipun kita takkan pernah bisa membacanya. Jangan pernah mendahului takdir, karena bahkan kekuatiran pun takkan bisa menolongmu. Serahkan semua kepada NYA, DIA lah sumber hidup dan sumber ketentraman.

 

Catatan: Siapapun bisa melakukan kejahatan jika hidupnya terancam. Semoga anggapan ini tidak benar.