Holiday at Ciwidey, Horor

Malam kedua di hotel aku mengalami kejadian yang hiiiyyy…. membangkitkan bulu hidung kuduk kalo diinget-inget. Malam itu setelah lelah berkegiatan sepanjang hari, kami memutuskan untuk dinner di kamar aja. Tapi rupanya kedua malaikatku yang beterainya gak pernah redup, memaksa untuk keluar. Akhirnya kami memutuskan untuk makan di resto di samping kamar. Waktu itu sudah pukul 19.30 padahal resto tutup jam 20.00. Untunglah walaupun lama kami masih bisa pesan makanan.

Sambil menunggu pesanan kami menonton TV yang ada di resto itu. Suasana sepi sekali dan tentu saja gelap, karena resto ini di tempat terbuka dengan lampu yang remang-remang, di kanan taman dan di depan halaman. Aku melihat berkeliling dan sempat berkomentar tentang satu gang kecil yang menunjukkan toilet. Ih, sapa ya yang mau ke toilet wong jalannya gelap begitu? Kekasihku cuman manggut-manggut saja. Kami kembali asyik menonton TV.

Di belakang TV ada papan permainan bola ah apa namanya, yang ada boneka kecil-kecilnya trus ntar masukin bola ke gawang itu lho. Nah, di belakang papan itu dinding dengan 2 lubang persegi lumayan besarnya, seperti lubang angin mungkin. Jarak meja kami dengan dinding itu kira-kira 2,5 m.

Saat mataku focus ke TV tiba-tiba ada sekelebat bayangan hitam tampak di satu lubang angin itu. Seperti orang yang berjalan sangat pelan. Aku belum curiga dan mataku kembali focus ke TV. Namun beberapa detik kemudian bayangan itu kembali melewati lubang angin dari arah beralawanan dengan perginya tadi, tapi anehnya kok melebihi kotak lubang itu ya? Maksudku aku merasa kalo bayangan yang waktu itu kuanggap orang itu kok tampak tinggi ya?  Saat itulah tiba-tiba aku merinding dan bulu kudukku serasa berdiri semua. Hiiyy….. kalo itu emang orang, gak mungkin dong aku bisa liat tingginya melebihi kotak angin itu bukan?

Sewaktu pesanan datang, kutanya pada pramusaji dibelakang situ ada apa. Dia bilang toilet, lalu ada gak orang yang barusan ke toliet dia bilang gak tau tapi kayaknya gak ada. Oooohh,… jadi apa yang barusan kuliat??? Dan mengapa aku liat tinggi bayangan hitam itu melebihi kotak lubang angin itu? Lalu kubandingkan, kebetulan saat itu di kejauhan ada seseorang lewat di kegelapan di halaman depan. Tahukah Kawan, walaupun gelap dan jauh, aku masih bisa melihat bentuk kaki dan celana hitam si orang lewat itu. Bahkan aku bisa melihat celah di antara kedua kaki saat orang itu melangkah. Tapi yang kulihat tadi? Gak berbentuk, cuma bayangan hitam saja. Iiih, jadi merinding lagi deh.

Aku langsung tak bisa menikmati makanku. Bahkan kekasihku yang tadinya duduk di samping meja kusuruh pindah di depanku. Karena entah mengapa mataku jadi curi-curi pandang terus ke arah bayangan itu lewat. Hiiy… Kekasihku dan anak-anakku gak da yang liat, malah mereka menertawakan aku. Tapi sumpah, aku langsung panik dan memburu-buru mereka agar makannya cepet. Setelah selesai makan, gak satupun pelayan terlihat. Dan sialnya lagi ternyata dompet ketinggalan di kamar. Kekasihku bermaksud mengambilnya, dan meninggalkan kami di resto. Oh, no…no… lebih baik gak usah bayar daripada aku ditinggal di situ. Selesai makan kami langsung naik ke kamar. Urusan bayar besok ajalah.

Dan Kawan, malam itu aku gak isa tidur sama sekali. Berkali-kali kubangunkan kekasihku yang sudah mendengkur sejak menyentuh bantal. Bahkan pipis pun aku minta antar, padahal toilet di dalam kamar. Aku takut kalo-kalo masuk toilet tau-tau dah ada yang duduk di situ, hiiiyyyy…… Akhirnya aku pindah bobok di samping kekasihku dan ngumpet di lengannya agar bisa tidur. Takutku agak berkurang saat tidur memeluk Teddy Bear ini, tapi tetep aja baru bisa tidur menjelang subuh. Untunglah besok kami dah pulang, rasanya gak sanggup melewatkan semalam lagi di sini.

Esoknya ketika sarapan, kekasihku mencoba liat di lorong gelap itu, dan memang di belakang situ toilet. Aku tetap gak mau liat. Ntar kalo bayangan itu inget aku trus ngikutin gimana? Hiiiyyy……

Iklan

3 thoughts on “Holiday at Ciwidey, Horor

  1. Emanuel Setio Dewo Juli 21, 2009 / 1:35 pm

    Hihihi… dasar penakut…

    Choco:

    Emang serem kok…, seluruh tubuh mendadak merinding

  2. safitri April 27, 2010 / 1:29 am

    emang waktu itu nginep di hotel mana?ak mau liburan ke ciwidey bawa bayi nih, tlg balas ya sist…thanks

    Choco:

    Waduh, gak usah terpengaruh. Mungkin itu hanya imajinasiku saja, kok. Lha wong aku jugak gak punya indra keenam. Santai saja, Sis, maren aku juga bawa anak-anak dan aman-aman saja kok 😀 Oya kami nginap di Pago. Kolam renangnya viewnya gunung, indaaah banget.

    Selamat berlibur yaaa…..

  3. safitri April 27, 2010 / 9:28 am

    hehe, thanks sist. tapi untuk informasi kebersihan dan pelayanan di resort ini bagus kan?

    Choco:

    Klo lingkungan sih bersiiih. Tapiii, toilet di kamar yang aku inapi tidak terlalu bersih. Mungkin karena waktu itu musim liburan jadi gak sempet bersihin kali, yaa. Tapi kamar dan lingkungan bersih kok. Nasi timbelnya jugak enak 😀

    Jangan lupa… oleh-oleh 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s