Balada Daster Tua

Ini kisah nyata, Kawan. Kisah daster cantik berwarna dasar baby pink dengan motif little rose warna pink tua dan kuning tua bertebaran. Cantik sekali. Bentuknya pun seksi dengan potongan leher rendah dan lengan pendek sekali sehingga memperlihatkan lengan langsat si pemakai. Pemiliknya adalah seorang ibu muda yang baru saja melahirkan anak pertamanya. Sebut saja namanya Ana. Daster itu dibelinya saat hamil tua dan memang dipersiapkan untuk memudahkan menyusui ketika anaknya lahir. Ana sangat sayang pada dasternya itu. Selain praktis, sejuk, suaminya pun senang melihatnya memakai daster cantik itu.

Kini, Ana sudah melahirkan anak keduanya. Bayi mungil yang sangat cantik. Dan daster kesayangannya yang semakin sejuk karena semakin tipis lagi-lagi setia menemaninya. Tapi Kawan, Ana mulai kecewa dengan dasternya. Dia mulai merasa tak nyaman. Rupanya kehamilannya yang kedua ini membuat badannya membengkak sehingga daster merah muda itu semakin sesak. Namun karena masih sayang, Ana tetap menyimpan daster cantik itu dengan harapan setelah tubuhnya pulih daster itu akan muat kembali.

Sembilan musim berlalu. Suatu kali Ana membereskan lemari pakaiannya. Dia sangat terkejut karena menemukan daster cantik itu terselip di antara baju-bajunya yang lain. Rupanya setiap hari bahkan setiap waktu Ana membuka lemarinya tak disadarinya kehadiran daster tua itu. Ana segera memakainya. Ooh, nyaman dan sejuk. Daster itu masih sedikit sesak tapi karena nyaman, malam itu Ana tidur dengan memakainya.

Namun, Kawan, ketika bangun keesokan paginya, Ana menemukan ada sobekan memanjang di bawah pinggangnya. Ooh, rupanya lapuknya daster itu yang membuat sobekan memanjang itu. Ana segera menjahitnya dan memasukkannya ke mesin cuci. Seminggu berlalu, kembali Ana memakai daster kesayangannya. Dan sekali lagi terdapat sobekan, kali ini di punggungnya. Ini tak lagi bisa dijahit. Ana memandangnya dengan sedih. Ternyata daster tua ini tak lagi mampu membalut tubuhnya. Sudah saatnya ia membuangnya. Membuang? Oh, motifnya sungguh indah, warnanya pun tak terlalu pudar. Tiba-tiba Ana punya ide. Diambilnya gunting dan jarum. Perlahan ia memotong kedua lengan dasternya, lalu melipatnya tiga kali membentuk persegi. Sekeliling daster itu dijahit. Taraaa… jadilah kain keset yang cantik. Ana meletakkannya di kaki tempat tidurnya. Kini, daster cantik itu masih tetap menemaninya meskipun sebagai keset. Setiap naik ke ranjangnya Ana selalu membersihkan kakinya pada daster tua itu.

Jadi Kawan, apa makna dari kisah ini? Kadang kita mencampakkan segala yang kita sayangi begitu saja, terutama ketika merasa tak lagi membutuhkan. Ketika sesuatu yang kita sayangi tersebut tak lagi mampu membuat kita senang, tak lagi mampu memenuhi kebutuhan kita. Padahal Kawan, suatu saat kelak kita akan merasa merindukannya. Suatu saat nanti, kita akan merasa sangat membutuhkannya. Terutama di kala kita juga tak lagi dibutuhkan. Percayalah, sesuatu yang kita sayangi itu kelak justru yang akan mendampingi kita hingga akhir.

So, Kawan, marilah kita sayangi dan pelihara segala sesuatu yang ada di sekitar kita. Karena kelak kita akan sangat membutuhkannya.

Iklan

3 thoughts on “Balada Daster Tua

  1. nh18 Agustus 7, 2009 / 3:00 pm

    AH …
    Postingan Choco kali ini dalam sekali …

    Ini tulisan yang Indah Bu …
    Dalam sangat …

    Terima kasih ya BU

    Salam saya

    Choco:

    Hehehe… mo mbuang daster aja kok repot😀 Thanks pujiannya….

  2. adipati kademangan Agustus 7, 2009 / 5:54 pm

    Si daster kok nggak komplen tiyap hari selalu diinjek … 😛

    Choco:

    Lhah, namanya juga daster, Om. Nrimo akan nasibnya, hanya sampai situlah kegunaannya 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s