Mengapa Diciptakan Kalau Hanya untuk Dibunuh?

Tadi malam, kekasihku membaca buku yang sangat tebal, seperti kebiasaannya sehabis sholat. Entah itu tafsir ato hadis, ato apa aku tak tau. Setiap membaca hal yang menarik, kekasihku membacakannya untuk kedua malaikatku. Salah satunya adalah membicarakan cicak. Rupanya ada pernyataan bahwa membunuh cicak itu tidak apa-apa, bahkan cicak memang harus dibunuh. Wah, Si Cantik yang bercita-cita jadi dokter hewan dan penyayang binatang tentunya bertanya-tanya. Cicak kan baik, Yah? Kenapa dibunuh? Kasian.  Kan kalo ada pencuri dia bunyi ck…ck..ck…. gitu. Begitu tanyanya. Wah, Ayah juga belum tau nih, Dek. Besok Ayah cari dulu jawabnya, yaa. Begitu kata kekasihku. Saat itu Guanteng sedang asyik bermain NDS dan sepertinya tak memperhatikan. Lalu kekasihku berkata lagi, kalo ular harus dibunuh, DekSoalnya ular itu lambang kejahatan, terutama ular kobra. Si Cantik rupanya setuju. Iya, Yah, kalo ular Adek gak kasian. Gak papa dibunuh aja, soalnya serem.

Lalu tiba-tiba Guanteng yang lagi asyik main game nyelutuk, Ayah, kalo gitu kenapa Allah menciptakan ular kalo cuma buat dibunuh? Nah, nah, suamiku tertawa dan terpesona mendengar pertanyaan Guanteng. Waduh, itu pertanyaan bagus, Kak. Itu pertanyaan yang bahkan orang dewasa pun menanyakannya. Gak ada habisnya debat soal itu. Guanteng tentu saja tak puas dengan komentar kekasihku. Iya, jadi kenapa Allah menciptakan ular, Yah? Padahal kita disuruh membunuhnya.

Maka dengan gaya seorang ustazah aku menjelaskan pada Guanteng. Ehm, ehm, gini, Nak. Allah (dibaca sesuai EYD, ‘coz lidahku gak fasih 😀 ) itu menciptakan semua makhluk baik dan jahat, rupawan dan buruk. Semua itu punya Allah. Termasuk ular dan iblis. Allah menciptakan iblis untuk menggoda kita manusia. Kalo iman kita kuat, maka kita akan selamat dan masuk surga. Tapi kalo kita tergoda dan berbuat yang gak baik maka kita akan masuk neraka. Jadi mungkin salah satu tujuan Allah menciptakan ular adalah untuk menguji iman kita. Bukankah dulu setan menggoda Hawa dalam bentuk ular? Maka agar kita tidak celaka, Allah juga mengingatkan untuk membunuh ular jika kita menemukan binatang itu. Ular kan binatang berbisa. Tentu saja aku tidak membahas urusan ekosistem dan rantai makanan di sini.

Guanteng nampaknya menyimak. Bunda tanya dulu sama Allah, benar gak jawaban Bunda itu. Gubrakkk!!! Udah berbusa-busa, panjang lebar ngarangnya, masih gak dipercaya jugak?? Kekasihku tertawa aja. Udah, Bunda udah nanya Allah, emang gitu jawabnya. Sanggahku sok pede. Ah, bener gak, Yah jawaban Bunda? Kekasihku yang jarang mengakui “kecerdasanku” itu hanya menjawab, iya kali. Huh!

Namun aku kini menyadari, kedua malaikatku sudah tumbuh besar. Banyak sekali pertanyaan kritis dan bahkan yang mungkin tak bisa kujawab. So aku mesti banyak belajar lagi. Hmm….

Iklan

20 thoughts on “Mengapa Diciptakan Kalau Hanya untuk Dibunuh?

  1. Ferry ZK September 1, 2009 / 3:59 pm

    klo rantai makanan bisa dibilang ular berada paling atas, coz klo berdasarkan discovery channel ular tidak punya pemangsa lain kecuali terkadang ular jenis lain yang lebih besar atau salah satu jenis burung tertentu yang habitatnya tidak seluas semua jenis ular, so membunuh ular yang kita jumpai tidak akan merusak eko sistem dan rantai makanan, kecuali sengaja mencari – cari ular untuk dibunuh itu lain soal.

    Memang ada beberapa riwayat yang mengisahkan “dosa-dosa” ular yang digunakan menjadi media iblis melakukan tipu dayanya, juga ada riwayat cicak yang memberitahukan tempat persembunyian salah satu nabi ALLAH ketika dikejar orang yang hendak membunuhnya hingga akhirnya sang nabi terbunuh, tapi itulah indahnya dalam ISLAM, jika seorang muslim mengerjakan sesuatu berdasarkan AL-Qur’an dan atau Sunnah Nabi bukan karena alasan dibelakangnya tetapi karena itulah ketetapan ALLAH dan atau petunjuk Rasul-NYA, so andaikata suatu saat IPTEK sudah canggih sehingga babi dijamin ke higienisanya tetap saja buat umat muslim hukumnya HARAM.

    Choco:

    Ooo, gitu to kisah cicak si pengkhianat? Iih, terlepas dari kisah di belakangnya cicak emang binatang menggelikan! Aku mang benci pada reptil!

  2. nh18 September 1, 2009 / 9:19 pm

    Si Jendral sudah menunjukkan kualitasnya Bu … !!!
    Smart Young Man …

    Salam saya

    Choco:

    Iya, Om. Pertanyaannya aneh-aneh skarang 😀

  3. Emanuel Setio Dewo September 2, 2009 / 12:10 am

    Wah, benar kata trainer, secara Si Jendral sudah sangat kritis.

    BTW, dalam rantai makanan, ular menjadi mangsa burung elang, burung kormoran dan juga sejenis tikus/tupai (lupa…) yang mampu membunuh & memangsa ular. Dan tentu saja rantai tertinggi adalah manusia. Hore…

    Seandainya saja tidak haram pun, geli ah makan ular. Tapi kalo babi… nyam-nyam-nyam… bener-bener maknyos… Tidak rela jika diharamkan…

    *teringat sate babi di gereja*

    Choco:

    Hush! Insap…insap… ingat lemaknya jahat lhooo…. 😀

  4. Ferry ZK September 2, 2009 / 9:22 am

    lagi pula yang ditanyakan adalah “kenapa diciptakan kalau hanya untuk dibunuh ?” bukan menanyakan kenapa harus di bunuh.

    so pertanyaan sederhana ini sebenarnya pertanyaan rumit yang bahkan mahasiswa filsafat pun belum tentu bisa menjawabnya, karena pertanyaan tersebut hanya simpulnya saja dan kalau diurai pertanyaan tersebut menjadi pertanyaan “kelas atas” yang sulit dijawab ketika berkait dengan kenapa iblis diciptakan kalau hanya untuk menjadi musuh manusia dan tempatnya nanti adalah neraka kemudian kenapa manusia diciptakan diberi hawa nafsu sehingga besar kemungkinan berdosa dan masuk neraka, kenapa tidak diciptakan seperti malaikat saja yang sangat loyal kepada Tuhan.

    Berlanjut kepada kenapa Tuhan menciptakan mahluknya dengan berbagai ragam seperti malaikat, manusia, iblis dan sebagainya apakah Tuhan kesepian lalu iseng dan senang melihat perbedaan tajam antara mahluknya. So ada yang bisa jawab ?…

    Choco:

    Yaah, jawaban wat anak-anak disesuaikan sajalah sama daya cerna mereka 😀

  5. adipati kademangan September 2, 2009 / 10:06 am

    doh … pertanyaan tingkat tinggi
    saya waktu kecil ndak gitu-gitu amad.

    Choco:

    Ho-oh, aku jugak …

  6. Emanuel Setio Dewo September 2, 2009 / 10:28 am

    @Bro Ferry,

    Hihihi… sebenarnya gampang banget. Masalahnya pertanyaan itu timbul karena ada aturan bahwa ular harus dibunuh di agama. Coba kalau di agama tidak ada doktrin tersebut, pasti pertanyaan itu tidak akan muncul. Ya tho?

    BTW, di agamaku tidak ada perintah pembunuhan seperti itu. Jadi tidak perlu ada pertanyaan seperti itu. Jadi tidak perlu ahli filsafat yang menjawabnya. Lha pertanyaannya ndak ada. Hihihi…

    Oh iya, mengenai malaikat, sebenarnya malaikat pun memiliki perasaan & pikiran. Ini sedikit berbeda dengan agama kamu. Di agama kami, iblis itu adalah malaikat yang membelot, yang mendurhakai Allah. Jadilah mereka diusir dari Surga. Ceritanya jadi kayak Adam & Hawa yang terusir dari Taman Eden.

    Ah, sudahlah… agama kita memang berbeda. Jadi pertanyaannya pun berbeda. Hihihi…

    GBU

  7. Ferry ZK September 2, 2009 / 2:11 pm

    @ Om Dewo,

    Pertanyaan lebih berat dan lebih mendasar justru menggantung dengan doktrin yang anda pegang, yaitu kenapa ALLAH perlu memecah diri menjadi 3 jika hanya untuk menyelamatkan manusia bukankah DIA sang MAHA ? kenapa pula dalam tri tunggal maha kudus yang berperan hanya Tuhan Bapa dan Tuhan yesus sang penebus lalu dimana posisi roh kudus dan kenapa tidak pernah disebut sebagai Tuhan juga ? lalu kenapa Tuhan yesus mesti menebus dosa ? padahal Tuhan yesus adalah anak dari Tuhan Bapa atau malah Tuhan Bapa dalam wujud manusia, adakah sesuatu yang lebih powerfull dari Tuhan Bapa sehingga DIA perlu mewujud jadi manusia atau memiliki anak hanya untuk menebus dosa ?

    so selalu ada pertanyaan yang timbul tergantung dari sudut mana kita memandang, dibutuhkan kedewasaan berfikir dan kematangan ego untuk memulai membandingkan antara yang anda yakini dengan yang tidak anda yakini, dulu bule – bule pinter itu mengajukan pertanyaan tersebut akhirnya memutuskan untuk agnostik karena lemahnya jawaban yang didapat, CMIIW.

    Mengenai malaikat sepertinya anda kurang memahami agama saya, tidak ada dalil yang mengatakan malaikat tidak memiliki perasaan & pikiran, bahkan malaikatlah yang pertama bertanya kepada ALLAH kenapa mereka harus sujud kepada nabi Adam sebelum iblis mengajukan pertanyaan serupa, cuma malaikat yang memang makhluk yang sangat patuh kepada ALLAH sehingga keberatan mereka hanya sebatas pertanyaan, ketika sabda ALLAH sudah disampaikan pasti malaikat akan mematuhinya dan berketetapan hati bahwa ALLAH lebih mengetahui segalanya sehingga kepatuhan berada diatas pertanyaan tadi.

    Akanhalnya iblis tentu berbeda dengan agama anda, iblis dalam akidah kami adalah sebangsa jin yang sangat dekat dengan ALLAH sebelum diciptakanya nabi Adam, hanya karena kesombongan dan keingkaranya akan perintah ALLAH akhirnya iblis menjadi musuh abadi nabi Adam beserta anak cucu turunannya.

    Salam Damai.

  8. Emanuel Setio Dewo September 2, 2009 / 7:42 pm

    @Bro Ferry,

    Hahaha… mengenai Tritunggal Mahakudus, sebenarnya jawabannya sudah ada. Silakan buka kembali di blog saya yang lain, yaitu di Agamaku Kesaksianku. Orang Katolik bisa menerima hal ini. Sayangnya agama lain (dan Anda) tidak bisa memahaminya. Hihihi…

    Mengenai malaikat, itu memang perbedaan pengetahuan di agama saya dan Anda. Bahkan selain malaikat, di agama Anda ada yang namanya jin, iblis, setan, dll. Ya tho? Mengenai perasaan/pikiran malaikat, mungkin di agama Anda tidak dijelaskan. Saya jadi berpikir bahwa malaikat versi Anda adalah seperti robot di dunia manusia. Harus nurut apa pun yg diperintahkan atau diprogramkan. Hihihi… Sorry kalo contohnya terlalu extrim.

    Ya sudah, dari pada saya sok tahu tentang agama Anda, atau dari pada saya sok tahu mengenai dunia Allah yang saya tidak lihat secara langsung, biarlah diskusi ini kita akhiri.

    Tentu dengan kata penutup dari saya, yaitu bahwa agama saya lebih masuk akal. Hihihi…

    GBU.

  9. Citra Dewi September 3, 2009 / 12:39 am

    Dari cantik dan ganteng beralih ke Mas Dewo n Ferry. He..he dua sejoli yg tak terpisahkan. Selalu berdiskusi dan ngga ada yg mau ngalah. Asyik jg mengikuti jejak langkah kalian selama dua tahun ini ha..ha.
    But diskusinya bermutu kok dan menambah pengetahuan. Dan plus puntnya kalian ttp akur yak di luar ranah blog he..he.

    mbak Choco huebat yah bisa memnempatkan diri dgn baik antara dua ekstreeem ini he..he.

    Menurutku setiap penganut agama berpendapat bhw agamanyalah yg terbaik krn dr kecil tlh ditanamkan nilai2 itu. Tapi kt jg sgt tdk bijaksana bila mengatakan agama yg lain tdk sebaik agama kita.
    Saling menghormati dan menghargai itulah yg terbaik menurutku. karena setiap agama mengajar hal2 yg baik.
    Dan soal kebenaran agama itu…walahualam. Saya belum pernah bertatap muka dan bertanya kpd sang Maha Kuasa kenapa byk agama dan kenapa berbeda2 ajarannya kalau jalannya hanya ke Dia saja?

    Choco:

    Emang, Mbak, kalo ngomongin agama gak ada yang mau ngalah. Wajarlah, karena itulah keyakinan kalo gak yakin ya pindah aja, hehehe…..

    Nah, justru aku yang merasa diuntungkan. Aku berada di dua keyakinan ini. Gimana perasaanku? Owh, aku merasa sangat kaya!! Di Katolik aku mendapatkan kebaikan, demikian juga di Islam. Akhirnya aku bisa mengerti bahwa di kedua agama itu ada kebaikan dan keindahan, walopun aku masih mempertahankan keyakinanku. Sebagai orang yang berada di tengah2 aku jadi lebih toleran. Aku gak kan menjelekkan Islam atopun mencari-cari kelemahannya, karena bagaimanapun itu keyakinan yang dianut kekasihku. Aku juga gak kan “fanatik buta” dengan keyakinanku ‘coz segala sesuatu yang berlebihan gak baik kan? Namun aku tetap mencoba mengamalkan ajaran cinta kasih dengan harapan suatu saat kekasihku akan ikut hahahaha….

    Intinya eh kata kuncinya adalah : TOLERANSI. Biarlah Allah hakimnya.

    (*Jangan-jangan nanti aku cuplik sana cuplik sini en gabungin trus bikin agama baru yak? Merger gitu. Huussss!!!!!!!*)

  10. Ferry ZK September 3, 2009 / 9:07 am

    @ Dewo,

    Hahahaha… saya sudah terka jawaban anda masih lugu seperti di blog agamaku milik anda, sudah saya tekankan jika hendak membicarakan lintas agama hendaknya anda mempersiapkan diri minimal sudah bisa untuk dewasa dalam berpikir dan matang dalam ego, kalau anda cuma bisanya bilang “Orang Katolik bisa menerima hal ini. Sayangnya agama lain (dan Anda) tidak bisa memahaminya…” saya rasa anak kecil juga bisa bicara seperti itu, toh saya juga akan berkata sama dengan anda mengenai hal yang anda tidak percaya tapi saya percaya. Itulah yang dinamakan “Lakum dinnukum waliyaddin” untuk mu agamamu untuku agamaku !

    Belajar lagi yang tekun nanti kalau sudah memenuhi kepantasan baru kita diskusi kembali…

    Salam Damai.

  11. Ferry ZK September 3, 2009 / 9:47 am

    @ Citra Dewi,

    Memang sudah seharusnya tiap pemeluk agama meyakini bahwa agamanya lah yang paling benar, kalau tidak buat apa ia memiliki agama kalau tidak yakin agama pilihannya yang paling benar meski sekarang ada wadahnya dalam bentuk organisasi liberal (* yang menyatakan semua agama baik dan benar *).

    Nah masalahnya adalah seberapa dewasa cara berfikir kita dan seberapa matang kita mengatur ego sehingga keyakinan absolut kita tidak menjadi penghalang dalam berhubungan dengan pemeluk agama lain. Dalam ISLAM masalah agama/akidah sudah sangat jelas di tekankan dalam AL-Qur’an bahwa agama/akidah adalah murni urusan/hidayah ALLAH sehingga tidak bisa dipaksakan. Yang diwajibkan kepada tiap – tiap muslim hanya sekedar menyampaikan kebenaran, urusan diterima atau tidak semua diserahkan kepada ALLAH. Itulah mengapa saya juga tidak memaksakanya kepada istri saya.

    Tidak ada salahnya kita berani mengakui apa yang kita yakini, bukankah kita yakin agama kita sendiri yang paling benar ? yang terpenting adalah bagaimana kita mengungkapkanya, bagaimana berdiskusi yang dewasa, bagaimana mengatur ego coz urusan diskusi agama sangat erat terkait dengan urusan ego kecuali hanya orang yang benar – benar mencari kebenaran dan bukan pembenaran yang bisa meletakan egonya sementara ia serius mencari.

    Dalam ISLAM kami meyakini bahwa ALLAH hanya mengajarkan satu agama melalui firmanya dan itulah ISLAM yang artinya “berserah diri”, baik agama Nabi Adam, Nabi Ibrahim, Nabi Musa dan Nabi Isa hingga penutup Nabi Muhammad yang diajarkan adalah ketauhid-an ISLAM meski orang non muslim seringkali salah sangka dan menganggap ISLAM ada setelah adanya Nabi Muhammad.

    Salam Damai.

    “Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih. Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu, pastilah telah diberi keputusan di antara mereka, tentang apa yang mereka perselisihkan itu.” (QS. Yunus:19)

  12. Ferry ZK September 3, 2009 / 2:41 pm

    1. Perkataan Nabi Ibrahim alaihissalam

    Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan di antara anak cucu kami umat yang muslim (tunduk patuh) kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. (QS. Al-Baqarah: 128)

    2. Perkataan Nabi Ya”qub ”alaihissalam

    Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya”qub., “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. (QS. Al-Baqarah: 132)

    3. Nabi Yusuf ”alaihissalam Beragama Islam

    Ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebahagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebahagian ta”bir mimpi. Pencipta langit dan bumi. Engkaulah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Islam dan gabungkanlah aku dengan orang-orang yang saleh. (QS. Yusuf: 101)

    4. Perkataan murid-murid Nabi Isa alaihissalam

    Maka tatkala Isa mengetahui keingkaran mereka berkatalah dia, “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku untuk Allah?” Para hawariyyin menjawab, “Kamilah penolong-penolong Allah, kami beriman kepada Allah dan saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah orang-orang muslim (yang berserah diri). (QS. Ali Imran: 52)

    5. Para Penyihir Firaun Masuk Agama Islam

    Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.”, “Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan muslim (berserah diri).” (QS. Al-A”raf: 126)

    6. Fir”aun Menjelang Ajal Ingin Masuk Islam

    Dan Kami memungkinkan Bani Israil melintasi laut, lalu mereka diikuti oleh Fir”aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas; hingga bila Fir”aun itu telah hampir tenggelam berkatalah dia, “Saya percaya bahwa tidak ada Tuhan melainkan Tuhan yang dipercayai oleh Bani Israil, dan saya termasuk orang-orang muslim (yang berserah diri).” (QS. Yunus: 90)

    7. Ratu Saba” masuk Islam

    Atas perintah dan kekuasaan Nabiyullah Sulaiman alaihissalam, Ratu Saba” yang bernama Balqis akhirnya masuk agama nabi Sulaiman yaitu Islam.

    Bahwa janganlah kamu sekalian berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri.” (QS. An-Naml: 31)

    diambil dari jawaban Ustadz Ahmad Sarwat, Lc

  13. rainheart Februari 19, 2010 / 1:41 am

    menanggapi bapak @Emanuel Setio Dewo :
    BTW, di agamaku tidak ada perintah pembunuhan seperti itu. Jadi tidak perlu ada pertanyaan seperti itu. Jadi tidak perlu ahli filsafat yang menjawabnya. Lha pertanyaannya ndak ada. Hihihi…
    GBU

    anda salah bapak emanuel kata sapa dalam ajaran anda gak ada ajaran seperti itu

    Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
    (samuel 15 :3 )
    hehehe peace ya bapak …
    cuman menanggapi aja ,, gak ada niat macam macam … maap ya pak .

  14. Emanuel Setio Dewo Februari 19, 2010 / 4:41 pm

    @rainheart,

    Wah… Anda tidak nyimak topiknya ya?
    Coba baca lagi cerita di atas. Di situ disebutkan tentang pembunuhan cicak & ular. Hehehe… kok Anda jadi ngelantur ke pembunuhan manusia tho? Hehehe…

    Salam deh…

  15. Faizzuddin Abd Razak Oktober 23, 2013 / 12:31 am

    Salam Kami di dalam Islam disuruh membunuh ular dan lain binatang yang berbisa,buas dan ganas untuk mengelak daripada sebarang kemudaratan berlaku…Jika bahaya di depan mata tidak akan kita membiarkannya sahaja ..Kita mesti ambil tindakan

  16. Faizzuddin Abd Razak Oktober 23, 2013 / 12:43 am

    Jadi pergilah sekarang, kalahkanlah orang Amalek, tumpaslah segala yang ada padanya, dan janganlah ada belas kasihan kepadanya. Bunuhlah semuanya, laki-laki maupun perempuan, kanak-kanak maupun anak-anak yang menyusu, lembu maupun domba, unta maupun keledai.”
    (samuel 15 :3 )

    Jangan hendak dikatakan Islam itu suka peperangan rupanya di dalam Injil pun ada ayat peperangan dan menganjurkannya lagi tetapi kenapa hendak dibunuhnya manusia daripada orang tua hingga kanak termasuk haiwan dan tumbuh-tumbuhan semua sedangkan di dalam Islam ada adab berperang tidak membunuh semuanya iaitu:http://panduanpercuma.info/agama/5877/etika-peperangan-dalam-islam/

    Mereka yang biasanya tidak terlibat dalam pertempuran – seperti wanita, kanak-kanak, orang tua, orang kurang upaya, dan lain-lain yang tidak mengambil bahagian dalam pertempuran – tidak boleh dibunuh.

    Rasulullah (saw) yang melarang perbuatan ini.

    Larangan beliau membunuh wanita dan kanak-kanak dengan jelas yang diriwayatkan oleh Ibn Umar dalam Sahih al-Bukhari (3015) dan Sahih Muslim (1744)

  17. Faizzuddin Abd Razak Oktober 23, 2013 / 12:47 am

    Bagaimana seorang kristian boleh memakan babi sedangkan diharamkan di dalam Injil (Bible)

    Di dalam buku Imamat, Bab 11, versi 7, dicatatkan
    bahawa Tuhan mengakui babi adalah tidak suci untuk penganut Kristian. Kemudian dalam versi 8, Tuhan
    berfirman: “Daging binatang-binatang itu janganlah
    kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh, haram semuanya itu bagimu”. Perintah ini diulang dalam Ulangan, 14:7-8. Kemudian dalam Jesaya (Isaiah), 65:2-4 dan 66:17, Tuhan memberi amaran keras kepada orang yang makan babi.

  18. Faizzuddin Abd Razak Oktober 23, 2013 / 12:48 am

    Imamat 11:7-8 ”Demikian juga babi hutan, karena memang berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan bangkainya janganlah kamu sentuh; haram semuanya itu bagimu.”

    Ulangan 14:8 ”juga babi hutan, karena memang berkuku belah, tetapi tidak memamah biak; haram itu bagimu. Daging binatang-binatang itu janganlah kamu makan dan janganlah kamu terkena bangkainya.”

  19. Faizzuddin Abd Razak Oktober 23, 2013 / 12:49 am

    Ternyata, Yesus pun mengharamkan memakan babi sebagaimana tercantum dalam alkitab. Tapi, kenapa umat kristen malah tidak mengikuti ajaran Yesus tersebut dan malah anti-yesus dengan menghalalkan makan babi ???

  20. indra hadi saputro April 21, 2016 / 2:26 am

    @EMANUEL SETIO DEWO

    Salam Kenal om…

    Hanya Ingin Komentar tentang Statement anda yg mengatakan di Agama anda IBLIS dulunya Malaikat??

    Bismillah, Sama Om Di Agama saya (ISLAM) juga Mengisahkan Bahwa Iblis dulunya adalah Malaikat yg bernama Azazil, bahkan ketua Malaikat, Namun karena merasa Sombong dan tidak nurut atas perintah Allah Swt untuk Sujud memberi hormat kepada Nabi Adam As maka Iblis Menjadi Laknatullah.

    Dan Tentang Makan B4B1 , Adakah Surat dari Agama Om Yg Bilang B4B1 itu Halal??? Karena Setau Saya Nabis Isa As Sendiri TIDAK Makan B4B1, Lantas Mengapa Pengikutnya Seperti itu???

    Salam Hormat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s