Iseng Aja · Tak Enak

Tik…Tik… Bunyi Hujan…

Wah, sore ini ujan guede buanget, Kawan! Bunyinya udah bukan tik..tik.. lagi tapi bress…bress….  Aku intip dari ruanganku di lantai dua ini, wuiihhhh…. pohon-pohon filicium (benarkah itu namanya?) di taman meliuk-liuk bak penari ular. Bahkan kian lama kian heboh, seolah sang penari ular yang berusaha melepaskan diri dari belitan ular yang makin kencang membelitnya.

Di ujung jalan tampak seorang karyawati muda yang mungkin baru pulang kerja. Bajunya basah kuyup tanpa perlindungan payung. Tangannya bersedekap di dada, oalah nduk…nduk… mbok ya brenti dulu untuk berteduh. Tapi rupanya dia lebih senang segera pulang mencapai kamar kosnya.

Sementara di seberang jalan nampak pula dua karyawati yang berpayung satu tuk berdua. Owh, rupanya kawannya itu membawa payung juga, namun setiap kali dibuka selalu berwujud parabola, wah payungnya sudah rusak barangkali. Aku setengah geli setengah kasihan melihatnya.

Dan hujan kian deras mengguyur, angin kian ribut, untunglah guntur gak ikut-ikutan meramaikan suasana. Gelap menaungi langit. Dan brrr… dingin menggigit menyelubungiku.

Ah, sudahlah. Aku akan mencoba kembali bekerja, walau rasanya ingin segera kabur pulang agar bisa berpelukan di tempat tidur dengan kedua malaikat kecilku.