“Maha”siswa

“Maha”siswa, tak semua pemuda bisa menyandang gelar bergengsi itu
Susah payah sang ayah, berkeringat darah dan berairmata empedu
Namun tiap orang tua ingin sang anak terus maju
Kelak kau kan berjubah dan bertoga, dengan senyum semanis madu

Ah, tak taukah kau “Maha”siswa?
Betapa ibumu menangis melihat kau di jalan raya
Melempar batu merusak segala yang ada
Tak taukah kau “Maha”siswa?
Segala yang kau rusak itu ibumu juga yang punya?
Ayahmu yang membayar dengan cucuran peluh di dahinya?
Rakyat papa ini tak punya lagi apapun tuk menanggungnya
Mengapa pula mesti kau binasakan?

Kaum intelektual bukan julukanmu? Yang cerdas dan santun
Tapi kulihat, lagu anarkis yang terlantun
Caci maki, sumpah serapah yang kutangkap, itukah santun?
Sekali lagi kuingatkan, “Maha”siswa, Adikku
Tengoklah ke belakang bahumu
Ibu tercintamu meratap menangis pilu
Berharap tak sesuatu yang buruk terjadi padamu
Adikmu memang mengelukanmu, mengagumimu
Namun taukah kau apa yang tersimpan di benaknya yang lugu?
Oh, itulah “Maha”siswa, Ibu, kelak aku mau seperti itu
Berlari berkejaran, boleh melempar batu ke segala penjuru
Boleh menjungkirbalikkan kendaraan, boleh membakar hingga mengabu
Boleh memukul orang tanpa ragu

Kini kutanya padamu, “Maha”siswa, Adikku
Kelak kalau kau telah jadi sang pemimpin, sang penguasa
Mampukah kau jaga apa yang telah kau perjuangkan
Terjaminkah kelak kau kan jadi yang adil bijaksana
Cobalah sedikit kau renungkan
Tidakkah kau lihat sebagian pemimpin sekarang
Dulu melakukan apa yang kau lakukan, menyuarakan mimpi-mimpi
Tapi tengoklah kerja mereka, bukankah tetap berkorupsi?
Sungguh aku sangat kawatir, Adikku, “Maha”siswa
Kini kau terbawa emosi dan kehilangan makna perjuangan
Aku kawatir kelak kau kan berubah mengikuti arus jaman
Bukankah harta dan tahta tetap menggiurkan?

Kini, sekali lagi kutanya, Adikku, “Maha”siswa
Sudahkah kau belajar dengan sungguh-sungguh?
Sudahkah kau berprestasi di kampusmu?
Berapakah “IP” terakhirmu?
Oh, kau boleh jawab “IP” takkan pengaruhi masa depan
Tapi setidaknya itu hasil, bahwa kau sungguh seorang “Maha”siswa
Lihatlah Ayahmu, lihatlah Ibumu
Tak hentinya berdoa dan berusaha demi dirimu
Agar kelak ada seorang “Sarjana” dalam keluarga

Sudahlah, Adikku, “Maha”siswa
Tetap kudukung segala daya upayamu untuk negara ini
Tapi, lakukan dengan elegan, dengarkan hatimu, tanpa anarki
Tolong, jangan buat cemas rakyat yang sudah papa ini
Jangan ciptakan kengerian bagi kami

Satu doaku untukmu Adikku, “Maha”siswa
Semoga semua kau lakukan dengan murni dan nurani
Bukan karena frustrasi atau patah hati
Bukan karena pelampiasan atas ketakpuasan
Perjuangkan segala yang harus kau raih dengan hati
Kelak, kami akan bangga melihatmu
Bertoga dan berjubah, dengan sehelai kertas tergenggam
Dengan senyum semanis madu

Iklan

5 thoughts on ““Maha”siswa

  1. dian Maret 9, 2010 / 8:48 am

    anak-anak kita belajar dari apa yg mereka lihat.
    para pemimpin yang harusnya jadi contoh, main lempar-lemparan gelas, anak-anak kita yang bergelar mahasiswa, lempar-lemparan batu

    Choco:

    Ho oh, sungguh memprihatinkan 😦

  2. Ferry ZK Maret 9, 2010 / 9:07 am

    @ atas,

    hehehe bener sekali, nah tar yang skrg jadi mahasiswa plus lemparan batu ya bakalan jadi pemimpin yang nantinya lemparan gelas dan baku pukul juga di lembaga yang terhormat qiqiqiqi…

    Choco:

    Trus piye dong, biar gak berulang terus?

  3. anton ashardi Maret 9, 2010 / 2:13 pm

    *cari kaca jendela blog ini buat dipecahin…

    Choco:

    Fiuuhhh, untung gak da jendelanya…

  4. Emanuel Setio Dewo Maret 10, 2010 / 10:49 pm

    Puwisinya kok pwanjang banget tho?
    Sudah 10 menit mbaca ngga selesai-selesai.
    *lebay.com*

    Choco:

    Puwisi? Butaaannn, ini cerpen 😀

  5. rusamadu Mei 12, 2010 / 5:41 pm

    maknana mendalam sekali tante..
    semoga calon2 “maha”siswa yg akan datang ga kyk yg disebutin tante y..
    aminnn…..

    Choco:

    Amiiin… 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s