Aku Telah Tergoda

Sungguh aku telah berusaha menolaknya, dengan cara halus maupun kasar. Tapi dia terus menggodaku, merayuku, membujukku. Aku tau, menerima rayuannya adalah kesalahan besar dalam hidup. Tidak hanya aku yang dirugikan, tapi seluruh anggota keluargaku 😦  Tapi, siapa yang sanggup menolak kenikmatan duniawi ini?

Bukan aku tak menyadari, sekali kuterima rayuannya, maka semuanya akan berlanjut. Bukan aku tak mengerti, sekali terjerumus, maka akan berat untuk meninggalkannya. Duh, jantungku, hatiku, ginjalku, pankreasku, mengapa kau tak mau mendukungku? Mengapa kau biarkan aku terperosok dalam lubang kelam ini? 😦

Seringkali kudengar, setelah kau tinggalkan, janganlah kau mencoba lagi kenikmatan terlarang ini, karena sekali kau mencobanya, maka kau akan berat meninggalkannya. Hidupmu akan kacau, tubuhmu mengecap kenikmatan itu namun hatimu hampa. Penyesalan akan terus menghantuimu, menyalahkanmu sepanjang sisa hidupmu.

Tapi, Kawan, bagaimana aku harus menghindarinya? Aku telah tergoda. Aku telah menerima rayuannya. Aku telah terjerumus dalam kenikmatan ini 😦 😦 😦

Tapi, siapa yang tahan godaannya???

Siapa yang tahan?

Sungguh menggoda

So "nutty" bukan?

And this one so "chewy" (hayah!)

Oh, Mbak Citra Dewi, terimakasih atas kenikmatan duniawi yang kau bawa dari negeri seberang ini. Biarlah kunikmati sedikit demi sedikit, agar tubuhku tak menolaknya πŸ˜€Β  Anyway, terimakasih banyak atas kebaikan hatimu πŸ˜€

PS. Kutuliskan dengan gaya bahasa “lebay” πŸ˜€

Iklan

9 thoughts on “Aku Telah Tergoda

  1. jeunglala Maret 31, 2010 / 2:07 pm

    WOW!
    I love chocolate!
    Pacarku juga suka coklat, jadi kami berdua adalah pasangan gendut yang doyan banget makan praline… hehehehe

    Choco:

    So, welcome to the club… πŸ˜€

  2. Agung Pushandaka April 1, 2010 / 12:57 am

    Ah, cokelat ya. Biasa saja tuh..

    *Tapi setelah baca tulisan ini buru-buru turun ke bawah, buka kulkas dan mengambil sepotong kecil cokelat dan segera mengulumnya. Membiarkan cokelat itu cair di dalam mulut. Hmmh..enaknya! Jangan lupa sikat gigi. Hihi…

    Choco:

    Hehehe…. takkan ada yang bertahan melihatnya πŸ˜€

  3. nh18 April 6, 2010 / 10:47 am

    Aku telah terjerumus dalam kenikmatan ini …

    Iya … lebay tenan iki …
    kek sinetron aja …

    πŸ™‚ πŸ™‚

    Choco:

    Ho oh, senengane lebay πŸ˜€

  4. nh18 April 6, 2010 / 10:48 am

    BTW …
    Kembalilah ke jalan yang benar Ibu …
    Kembalilah ke Sayur mayur …

    (tak kalah lebai dan jayusnya …)

    Choco:

    Iya Om, dah insap kok. Barusan makan gado-gado….

  5. Emanuel Setio Dewo April 6, 2010 / 11:12 am

    Hihihi… iya, menggoda bangets…

    Choco:

    Tuh kan, tergoda jugak πŸ˜€

  6. sedjatee April 12, 2010 / 6:00 pm

    bener-0bener menggoda… godain saya donk… hehehe…
    btw.. semoga sahabat sejati selalu bahagia…
    izinkan kami mengucapkan terima kasih..
    atas partisipasinya pada kuis sahabat sejati…
    semoga sukses selalu..

    sedj
    http://sedjatee.wordpress.com/2010/04/12/klasemen-akhir/

    Choco:

    Sama-sama, Pak πŸ˜€

  7. Ria April 21, 2010 / 8:40 pm

    mbak e’ kalo udah gak tergoda…bolehlah coklatnya dikirim kesini πŸ˜€
    *siap menampung dengan senang hati…hohohohoho*

    Choco:

    Waduuhhh, sudah abis niihhh. Ntar klo ada oleh-oleh lagi dari negri sebrang tak kirimin deh πŸ˜€

  8. Asop April 22, 2010 / 8:15 am

    Saya. Saya bisa tahan. πŸ™‚
    Karena saya ga suka makanan manis… πŸ˜†

    Choco:

    Padahal manis tuh manis lho, Mas … (lho?)

  9. rahasia Juni 30, 2010 / 8:03 pm

    gw pikir apaan.ternyata coklat ketipu saya

    Choco:

    πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s