Ibu Kartini

Emansipasi wanita. Hmm, apa sih maksudnya? Persamaan hak antara pria dan wanita?

Sekarang perempuan sudah tak lagi dikekang. Mau cari gelar berderet-deret, mo jadi boss perusahaan multi raksasa, mo jadi presiden, ato bahkan mo jadi tukang ojek pun sah-sah aja. Inikah yang diperjuangkan Ibu Kartini? Membebaskan wanita dari belenggu kebodohan? Atau membiarkan perempuan mengerjakan pekerjaan laki-laki? Jika demikian, maka sukseslah perjuangan Sang Ibu.

Tapiiii, adakah yang menanyakan kepada para pria, setujukah dengan apa yang diperjuangkan Ibu Kartini? Membiarkan perempuan melampaui “kodrat”nya. Membiarkan para perempuan mengepalainya, memberikan perkerjaan kantor yang tiada habisnya. Mengatur ini dan itu. Bahkan para pria ini mungkin merasa “akupun bisa melakukan apa yang dilakukannya.” Mungkin di jaman yang serba digital ini sudah tak jadi masalah bila laki-laki dipimpin oleh wanita.

Namun, aku yakin, masih ada para pria yang menginginkan jaman kembali seperti dulu. Di mana kaum perempuan hanyalah mengurusi kamar tidur dan dapur 😀 (duh, kayak jaman raja-raja dulu yak?)

Selamat Hari Kartini

Iklan

6 thoughts on “Ibu Kartini

  1. nh18 April 21, 2010 / 11:12 am

    Selamat Hari Kartini …

    Salam saya

    Choco:

    Selamat jugak 😀

  2. Ria April 21, 2010 / 8:30 pm

    Selamat Hari kartini 🙂
    hidup perempuan indonesia…

    Choco:

    Hiduuuppp…. 😀

  3. Asop April 22, 2010 / 8:17 am

    Yaaa asal jangan kayak kaum feminis aja… 😦

    Choco:

    Harus tetap ingat kodrat ya? 😀

  4. Pembela Perempuan April 22, 2010 / 10:06 am

    Hidup perempuan…

    Sudah saatnya kesetaraan gender menjadi panglima di negeri ini, perempuan gak boleh dikekang, lagipula kalau ada zina kan bukan salah perempuan yang mengangkang, salah laki-laki yang…

    Hidup kesetaraan gender…

    Pokoknya perempuan harus dapet jatah jadi mentri sekian persen, dapet jatah jadi anggota dewan sekian persen mo oneng-oneng dah yang penting quota harus dipenuhi…

    Hidup emansipasi…

    Perempuan juga bisa seperti laki – laki kalau parkir pokoknya harus ada ladies only…

    Hidup LSM Perempuan…

    Apa itu rancangan undang – undang mentri dalam negri, sangat tidak menghargai perempuan, masa pelacur gak boleh jadi bupati ? masa gubernur gak boleh artis porno nan seksi ? emang penukmatnya bukan laki – laki ?…

    Pokoke hidup perempuan…

    Wahai lsm perempuan soal dana gak usah dipikiri, dari luar negri selalu dikirimi, ayo demo dan anarki, hancurkan negri ini dengan emansipasi karena barangkali perempuan emangsisapi yang gampang dikibuli…

    Choco:

    Waduh, jangan marah-marah ah 😀

    BTW, klo mau disamakan dengan laki-laki masa masih perlu parkir “ladies only”? Hehehehe…. piizzz…..

  5. Citra Dewi Mei 5, 2010 / 2:26 pm

    Wah pertanyaanya Mas Dewo sangat mengelitik. Dibahas dong Mbak. Apa sih kodrat wanita itu. apa artinya kodrat? Dan kenapa pertanyaan itu di lontarkan? apakah hanya krn ingin tau? atau ada sesuatu yg tersirat dibalik yg tersurat he.he..he

    Choco:

    Wakaka… saya netral aja ah, Mbak. Tapi kira-kira kodrat wanita itu yaaa… mengandung dan melahirkan anak, trus mmm… mengasuh dan membesarkan anak, trus… mmmm….bikin anak, trus…mmm…mmm… (udah ah itu aja, kalo kebanyakan ntar keenakan yang laki-laki hihihihihi…..)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s