I feel blue · Tak Enak

Dilema

Hiks…hiks… aku menangis, Kawan… sungguh aku mewek 😥

Sudah delapan hari aku gak masuk kerja sejak libur Lebaran lalu. Masalahnya klasik dan membosankan. Pembantu tak pulang, padahal janjinya mo balik. Hari ini aku masuk tapi akibatnya kedua malaikatku bolos sekolah dan kutitipkan Yang Tie. Terpaksa, ‘coz hari ini ada tender bernilai lumayan besar.

Hiks…hiks… aku menangis, Kawan. Besok aku bolos lagi, karena anak-anak harus masuk sekolah. Jumat nanti aku kembali kerja dan anak-anak bolos. Aku terjebak dalam dilema. Haruskah aku memilih? Sebetulnya untuk apa sih aku kerja? Untuk keluarga? Untuk anak-anak? Tapi apa artinya jika akhirnya keluarga terbengkelai? Anak-anak terabaikan?

Hiks…hiks… aku menangis, Kawan. Oke, jujur, sebagian aku kerja memang untuk diriku sendiri. Aku masih punya ambisi yang ingin kukejar. Aku masih punya mimpi yang ingin kuwujudkan. Aku masih punya cita-cita yang ingin kuraih. Haruskah aku berhenti sampai di sini?

Hiks…hiks… aku menangis, Kawan. Aku tak bisa memilih. Apa yang harus kulakukan? Mengapa hidupku begitu tergantung pada pembantu? Aku sebal! Aku benci! Tapi aku bisa apa? Memang begitu adanya. Haruskah aku berhenti sampai di sini? Haruskah kupendam ambisiku? Haruskah kubangun dari mimpiku? Haruskah  kukubur cita-citaku?

Hiks…hiks… sungguh aku menangis, Kawan. Aku tak tau harus bagaimana 😥  😥  😥