Jalan-jalan yuuuk.... · Oooh Indahnyaaa....

The Hidden Lake

Wuidiiih, judulnya kok keren buanget yak? Sebetulnya gak jelas jugak yang kulihat itu lake or river. Tuapi uindah buanget! Dan namanya jugak hidden ya pasti cuma kliatan dikit dan harus ngintip-ngintip. Opo to yo?

Minggu kemaren Kawan, aku menjalankan misi menjemput “pembantu” di daerah Bandung Kemringet. Padahal hari itu bertepatan dengan acara nujuh bulan adikku tersayang. Hiks….hiks… maap ya, Sis. Tapi aku sudah tak kuat lagi. Maka berbekal alamat dari mbak tetangga yang hanya begini:

Jl. Cagak – Pasar Jum’at, Ds. Sukamulya, Cipongkor, Cililin – Cijenuk (rumah xxxx, anak dari Bp. xxxx dan ibu xxxx) tanya  tukang ojek

kami sekeluarga berangkat ke Bandung. Oya, ada juga rute perjalanannya, begini:

Keluar tol Padalarang –> Cimareme –> Batu Jajar –> Warung Awi –> Cililin –> Jl. Cagak –> Pasar Jumat.

Dan ternyata juauuuuuuuuhhhhh nian. Melewati banyak jembatan, banyak pasar, banyak terminal kecil, bukit-bukit, sawah, sungai, owh…. pake acara nyasar justru ketika sudah dekat tujuan, nanti akan kuposting terpisah, Kawan. Tapi gak nyesel, ‘coz pemandangannya luwar biyasa wuindah dan terutama karena misi berhasil. Yes! Sekarang sudah ada mbak yang kupanggil “Teteh”. Ibu muda dengan satu anak dan satu suwami. Aku juga sudah minta ijin pada suami dan ibundanya. Mereka mengijinkan karena memang tuntutan ekonomi.

Sepanjang perjalanan mulai dari berangkat hingga pulang lagi diguyur hujan. Tapi ini berarti hoki bukan? Hehehe…. Jalannya berliku-liku dan yang menakjubkan, Kawan, karena kami melewati sungai yang indah dan bersih. Tidak, tidak bening, tapi bersih. Dan di situ rupanya banyak dibudidayakan ikan. Kalo gak salah rumah Teteh itu di kaki gunung Halu.

Dari jalan yang kecil kami bisa melihat banyak danau indah dengan perahu-perahu jauuuuhhh di bawah. Sehingga kami menamainya The Hidden Lake. Ada sekitar 3 -4 danau tersembunyi yang kami lihat. Benar-benar tersembunyi Kawan, ‘coz nampak jauh tapi terlihat bersiiih dan asrii. Di tepi-tepinya banyak sawah cantik yang baru ditanami, terrasering pula. Indah banget. Lalu perahu-perahu kecil yang melaju. Keramba-keramba yang ditebar di tengah danau. Aduuuh, kalo ini bukan sedang menjalankan misi penting kami pasti dah minggir dan memotretnya. Apalagi di kejauhan nampak pegunungan dengan selimut awan putih, seperti kahyangan. Nampaknya Tuhan menciptakan bumi Parahyangan sambil tersenyum 😀

Lalu ada satu tempat di pinggir-pinggir jalan yang menjual ikan bakar, ikan goreng. Jenisnya nila, gurame, trus apalagi gitu. Ah, andai saat itu bisa wisata kuliner.

Dan inilah foto-foto sungai yang kami lewati. Sayangnya aku gak punya foto The Hidden Lake nya.

Gambar diambil sambil melaju
Jalan setapak menuju sungai
Penambang pasir kah?
Piknik di situ enak kali ya?

Semoga Teteh betah, anak-anak cocok, nanti kalo pulang Lebaran tak anterin deh, sekalian piknik 😀