Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Perempuan dengan Empat Kepribadian

Gerbang tahun 2010 sebentar lagi akan ditutup untuk selamanya. Rasanya kok waktu begitu cepat berlalu tanpa kita bisa menghentikan barang sedetikpun. Dan jika kita tengok ke belakang ke waktu-waktu yang takkan pernah kembali, sudahkah semua terjadi sesuai keinginan kita? Sudahkah semua harapan dan impian terwujud? Sudahkah kita torehkan sejarah baru dalam hidup kita?

Buatku, tahun 2010 ini tahun yang cukup membuatku harus mengintrospeksi diri lebih-lebih dari tahun-tahun sebelumnya. Statusku sebagai seorang ibu, istri, pekerja, dan diriku sendiri yang seringkali menghadapkanku pada pilihan-pilihan dilematis. Klasik sekali nampaknya, tapi sering membuatku harus menggunakan otakku yang terbatas ini secara berlebihan. Bagaimana tidak, seorang perempuan yang mempunyai empat status sekaligus yang berusaha semaksimal mungkin agar semua berjalan sempurna atau setidaknya mendekati sempurna. It’s very hard, isn’t it? Tapi, jika aku diharuskan memilih, ohh… aku tidak mau dihadapkan pada pilihan. Aku memilih untuk mencari solusi daripada memilih mengorbankan satu di antaranya. Dan kini aku harus mengintrospeksi semuanya.

Sebagai seorang Ibu

Kedua malaikatku adalah segalanya untukku. Apapun akan kulakukan untuk mereka. Tapiiii….tetap saja aku tak selalu bisa di samping mereka. Memang kita takkan pernah bisa mendampingi anak-anak sehari selama 24 jam. Mereka adalah pribadi-pribadi yang terus bertumbuh tanpa kita sadari. Namun setidaknya aku berusaha selalu ada di kala mereka membutuhkanku, di kala sakit, tak enak hati, ulangan, bahkan ketika ada masalah di sekolah. Dan tahun ini ketika dua kali dalam setahun asisten rumah tanggaku pulang kampung, aku harus diharuskan memilih. Mengorbankan anak-anakku atau karirku? Tidak! Aku tidak mau memilih! Dan ternyata semua harus berkorban karenanya. Jika aku harus ke kantor maka malaikatku membolos, begitu sebaliknya jika malaikatku ke sekolah maka aku harus cuti. Sekarang mungkin masih bisa begitu, namun semakin besar malaikatku tentu aku tak bisa begitu lagi. Mereka harus lebih konsentrasi untuk sekolah bukan? 😥

Sebagai seorang Istri

Wah, jika harus introspeksi mengenai peranku sebagai seorang istri maka seharusnya aku bersembunyi karena malu. Rasanya aku belum bisa menjadi istri yang baik, menjadi seperti yang dimaui kekasihku. Mungkin perbedaan keyakinan di antara aku dan kekasihku membuat kami kadang bersimpang jalan. Di mana menurut keyakinan kekasihku istri harus begini harus begitu, sementara dalam keyakinanku istri dan suami mempunyai hak dan kewajiban yang sama, bersisian karena perempuan diambil dari rusuk lelaki dan seterusnya dan seterusnya. Dan jika diharuskan menoleh ke belakang, lagi-lagi aku harus tertunduk malu. Betapa kadang aku harus membiarkan kekasihku kelelahan dan aku sudah mendengkur duluan. Bukankah sebaiknya istri tidak tidur sebelum suaminya tidur? Aku lebih sering membawakan bungkusan nasi padang daripada aku masak dengan tanganku sendiri. Tapi kan aku mang gak bisa masak, Honey? Aku sadar semua itu tapi aku belum mampu memenuhinya. Aku akan mencoba agar tahun yang akan datang aku bisa menjadi istri dan kekasih yang baik. Bantu aku ya, Honey 😀

Sebagai seorang Pekerja

Tahun 2010, di mana target semakin tinggi dan persaingan semakin ketat, memaksaku untuk bekerja ekstra keras. Karirku memang tidak mungkin bisa lebih tinggi lagi karena latar belakang pendidikanku yang tidak sesuai dengan pekerjaanku. Namun karena pengalamanku membuat aku dipercaya untuk bertanggungjawab terhadap sebagian besar bahkan hampir keseluruhan operasional kantor. Bukan tugas yang mudah dan ringan. Yang pasti sangat menguras pikiran dan mental. Dan yang terberat dari semuanya adalah ketika ada masalah pelik di kantor kadang tanpa sadar terbawa hingga ke rumah. Kalau hanya sekedar membawa pekerjaan ke rumah itu sudah sehari-hari, tapi membawa ”bom” ke rumah yang sering membuatku sedih. Betapa tidak, kadang malaikatku dan kekasihku harus memaklumi diriku yang tiba-tiba menjadi pemarah dan bukan aku yang harus lebih bersabar dan mendahulukan keluarga. Menyedihkan bukan?

Sebagai diriku sendiri

Ah, kadang aku melupakan bahwa aku adalah pribadi yang butuh perhatian dari diriku sendiri juga. Entah sudah berapa lama aku gak ke salon untuk sekedar merawat rambut, atau jalan-jalan ke mal sendirian untuk sekedar window shopping. Bahkan tidur siang adalah sesuatu yang mewah untukku Menyesal? Tidak! Bagiku jalan-jalan ke mal lebih enak dilakukan bersama keluarga. Ke salon nanti-nanti sajalah, kalau gak banyak pekerjaan ngabur aja hahaha… Tapi aku sering melakukan hal-hal yang cukup meyegarkan semangatku, membaca, menulis, dan kadang-kadang memasak walau yang doyan hanya aku sendiri hahahaha….

Dan kini aku mencoba untuk memahami bahwa kekuatanku adalah aku seorang yang multi tasking dan multi (gak terlalu banyak sih) talent. Itu bukan aku yang bilang lho, sahabat dan atasanku yang mengatakan demikian. Itulah sebab aku menyukai peranku sebagai ibu sekaligus menyukai perkerjaanku. Tidak mungkin untuk berhenti bukan?

Sedangkan kelemahanku adalah tidak bisa membagi waktu. Kadang waktuku begitu tercurah untuk pekerjaan sehingga kurang perhatian pada keluarga. Atau tiba-tiba aku begitu ingin di rumah bersama kedua malaikatku dan akhirnya bolos deh! Sangat merugikan. Semoga tahun depan aku lebih bijaksana dalam membagi waktu untuk keluarga tercinta dan pekerjaan. Oya, satu kelemahanku yang membuatku seringkali panic sendiri adalah menjadi Mrs. Last Minutes hahahaha….. aku akan memperbaikinya.

Kesempatan seringkali menghampiriku, tapi aku tak menyadarinya atau bahkan justru menghindarinya. Banyak pertimbangan yang akhirnya membuat kesempatanku hilang begitu saja. Tawaran untuk bekerja di tempat lain yang lebih banyak menyita waktu sudah tentu tidak aku ambil. Atau sesungguhnya mungkin aku enggan meninggalkan zona nyaman?

Kekuatanku, kelemahanku, sekaligus kesempatan yang jarang ada merupakan tantangan buatku! Sekalipun tantangan itu juga berupa kendala yang menghalangi langkahku. Tantangan tahun 2010 sudah sebagian aku taklukkan! Sebagian pula aku telah dikalahkan. Tapi itu semua tidak membuatku menyerah! Aku seorang perempuan dan Tuhan menciptakan perempuan lebih kuat dari laki-laki! Aku seorang perempuan yang Ibu, yang Istri, yang Pekerja, dan yang juga  Diriku Sendiri. Aku masih punya cita-cita, obsesi dan impian. Dan bila di tahun ini belum terwujud, maka di tahun-tahun berikut aku akan tetap berusaha mewujudkannya. Entah tahun depan, atau lima tahun, sepuluh tahun, atau bahkan sampai akhir hidupku aku akan terus berupaya mewujudkannya. God bless me!

 

 

Artikel  ini diikutsertakan pada Kontes Unggulan Muhasabah Akhir Tahun di BlogCamp

 

Sesungguhnya aku tidak berani berharap untuk menang tapi aku sungguh berharap mendapatkan hadiah utamanya hihihihi….. 😆