Iseng Aja

Ramuan Cinta – 2

Pagi-pagi benar aku sudah tiba di kantor. Bukan karena rajin,  tapi karena ingin segera menemui calon kekasihku, Surti. Nah, itu dia gadis pujaanku yang manis dan sexy sedang menyedu teh di pantry. Duh, baru melihat punggungnya saja sudah membuat aliran darahku menyebar ke mana-mana. Tak perlu aerobic dengan Mbak Berty Tilarso keringatku sudah bercucuran. Cukup memandang Surti sudah sama dengan membakar kalori sekian kkal. Suasana pantry tentu masih sepi. Segera kuhampiri gadis manis yang membuatku tak tidur tujuh hari tujuh malam ini.

“Met pagi, Surti,” sapaku. Gadis manis itu membalikkan badannya.

Lanjutkan membaca “Ramuan Cinta – 2”