Iseng Aja

Ramuan Cinta – 2

Pagi-pagi benar aku sudah tiba di kantor. Bukan karena rajin,  tapi karena ingin segera menemui calon kekasihku, Surti. Nah, itu dia gadis pujaanku yang manis dan sexy sedang menyedu teh di pantry. Duh, baru melihat punggungnya saja sudah membuat aliran darahku menyebar ke mana-mana. Tak perlu aerobic dengan Mbak Berty Tilarso keringatku sudah bercucuran. Cukup memandang Surti sudah sama dengan membakar kalori sekian kkal. Suasana pantry tentu masih sepi. Segera kuhampiri gadis manis yang membuatku tak tidur tujuh hari tujuh malam ini.

“Met pagi, Surti,” sapaku. Gadis manis itu membalikkan badannya.

“Hei, pagi, Mas Jon. Tumben nih pagi-pagi?” balasnya dengan suara merdunya yang mirip Siti KDI.

“Iya, nih. Lagi ngapain, Sur?” Halah, basi banget deh. Wong jelas-jelas lagi bikin teh gitu kok ya. Surti hanya tersenyum, malas menjawab pertanyaanku nampaknya. Segera kuulurkan bungkusan di tanganku. Surti menatapku bingung.

“Apa ini, Mas?”

“Kue coklat, buatmu.” Mata bulat itu berbinar-binar dan segera menerima bungkusan yang kuulurkan.

“Duh, Mas Jono baik banget! Kebetulan Surti belum sarapan, nih! Pagi-pagi begini enaknya lontong sayur sih, tapi daripada gak ada, kue coklat juga sedap kok,” cerocosnya sambil memindahkan kue coklat yang menggoda itu ke piring kecil. Iya juga, ya? Kenapa gak kubawakan lontong sayur Uni Marni saja. Lebih murah dan tentu lebih gampang mencampur ramuan cinta dari Pak Tua  bernama Ki Joko Plirak Plirik yang mata duitan itu.

Jantungku berdebar melihat Surti mulai menyendok kue coklat itu. Pelan-pelan sendok kecil itu menghampiri mulutnya yang terbuka. Sedikiiiit lagi…. bagai gerakan slow motion yang diputar terlalu lambat sendok kecil itu menyentuh bibir Surti dan….. aaahhh, goalll!!! Eh, maksudku kue kecil itu berhasil disantap Surti! Aku langsung menghela napas lega. Surti menoleh ke arahku.

“Mas Jon mau?” tawarnya. Aku langung menggeleng dan buru-buru mengambil cangkir untuk membuat teh juga.

“Gak, itu buat Surti kok. Enak ya?”

“Wuihh, enak buanget, Mas! Coklatnya tebel, kuenya lembut. Pasti mahal ya?” tanya Surti sambil terus menikmati kue itu. Kadang-kadang matanya terpejam meresapi nikmatnya kue coklat itu atau kadang berdehem-dehem. Lho, kok lama-lama aku jadi pengen juga ya? Tau gitu beli dua kemaren.

“Kalo buat Surti gak ada yang mahal, kok,” jawabku.

“Mm, Surti jadi gak enak nih. Yang kemaren itu maaf ya, Mas. Bukan maksud Surti menolak Mas Jon, tapiii ……..,” ujarnya tak selesai. Dimain-mainkannya kue yang tinggal sepotong kecil itu. Aku tersenyum dalam hati sebentar lagi kau akan termehek-mehek padaku, Sayang.

“Gak apa, kan kita bisa jadi teman baik saja,” jawabku sok cool.

“Makasih, Mas. Pokoknya kita tetap berteman baik kan?” Aku mengangguk sambil tersenyum. Pantry mulai ramai dengan kehadiran manusia-manusia yang lebih berisik dari sekawanan beruk lapar. Dan yang menyebalkan semua beruk jantan itu berlomba-lomba menggoda Surti. Huh! Menyebalkan! Surtinya juga sih, entah mengapa seragam yang dipakainya itu selalu lebih kecil satu nomor ukurannya. Melihatnya bikin sesak napas para beruk itu,  juga diriku. Aku segera keluar dari pantry yang mendadak sumpek.

Seperti biasa seharian ini aku berkeliling Jakarta untuk mengantarkan dokumen dan surat-surat entah apa isinya. Pekerjaan yang biasanya melelahkan dan membosankan! Tapi hari ini kujalani dengan senyum, membayangkan sore nanti ketika kembali ke kantor Surti sudah menanti di lobby dan minta diantar pulang. Uhuuii….

Setiba di kantor tempat tujuan pertama adalah dapur, tempat Surti bekerja. Sore begini dia pasti sedang membereskan cangkir-cangkir bekas minum tamu-tamu yang datang atau sisa meeting. Dengan hati berbunga-bunga kubuka pintu dapur.

Surti tak ada! Yang ada hanya si Mamat sedang mengerjakan pekerjaan Surti.

“Mat, lihat Surti gak?” tanyaku dengan nada sebiasa mungkin.

“Eh, Mas Jon. Surti ijin pulang siang tadi, Mas.”

“Kenapa emangnya? Gak biasanya Surti pulang cepet gitu?”

“Itu, perutnya mules, terus buang-buang air dari pagi tadi.”

Mati aku! Surti mencret? Waduh, jangan-jangan Pak Tua Ki Joko Plirak Plirik itu salah ramuan ya? Aku jadi merasa berdosa. Surti … oh… Surtii maafkan aku. Bukan maksudku membuatmu mencret. Kalau sampai besok Surti masih sakit, akan kudatangi Ki Joko Plirak Plirik itu. Huh!

to be continued…. again…

10 tanggapan untuk “Ramuan Cinta – 2

  1. ramuan cintanya isi broklak mungkin ya. yaaa kok to be continue lagi

    Choco:

    Hahahaha….. bukan kok. Iya nih, moga-moga gak kepanjangan dan segera berakhir yaa 🙂

  2. oalah Surti… surti… pasti sexyyy syekaleee… 🙂

    hmmm… geleng2 ngeliatin para mata keranjang jelalatan ada sasaran empuk yang menggoda 😛

    Choco:

    Hahahhaa….. belum tau siapa Surti sebenarnya 😀

  3. Yah, kok namanya Surti?
    Di xinetron “Putri yg Ditukar” tokoh Surti ini adalah pembokat yg ganjen banget. Malah cenderung kuran se-ons otaknya. Xixixi…

    Salam dari BPS (bapak2 penggemar sinetron)

    Choco:

    Wahahaha… masak sih? Soalnya nama itu yang langsung berkelebat di kepala. Teringat Surti dan Tejo nya Zamrud 😀

    Salam dari EAS (Emak2 Anti Sinetron)

  4. walaaahhhh bikin penasaran aja…ok, siap2 menunggu kelanjutannya neehhh^^

    Choco:

    Hahahaha…. baca lanjutannya ya, Alice…. 😀

  5. coklatnya pasti expired karena ketika di Belanda saya juga pernah beli yg expired itu bersama teman2 ( Teman2 wanita itu kok tahu ya kalau ada yg jualan ciklat kedaluwarsa ha ha ha ha)
    Pedagangnya bilang ” gak ada orang mati karena makan coklat expired ” ha ha ha ha. Dasar pedagang.

    Lanjut kisahnya, tak memeriksa Surt yang lagi mules….sebentar lagi pasti kontraksi tuh kayak Putri.

    salam sayank selalu

    Choco:

    Waaa, emang sih gak bikin mati, tapiiii kan bikin mencret, Pakde 😀
    Hahaha…. Putri kontraksi mulu ya?

  6. Ki Joko plirak plirik memang jagoan, minta ajian pemikat kok malah dikasih cairan broklat, hahha,,,

    eh, surti itu seksi kayak daku ya sist?? huaaaaaaaaaaa.. GR tenan khi… 🙂

    Choco:

    Iya tuh, mestinya ke Ki Joko Ra Mudengan ajaa, lebih manjur 😀

    Asli, sexy kayak dirimu! Tapiiii…… langsingan dikit siiihh 😆

  7. Momen ULANG TAHUN Merupakan Hal yang Terindah Bagi Buah Hati atau Pasangan Anda Wujudlan Momen dan Kenangan TerindahDalam Merayakan ULANG TAHUN Buah Hati atau Pasangan Anda Bersama Kalika Cake Shop.
    Kue / Cake ulang tahun kami desain sesuai permintaan pelanggan, seperti model cup cake, photo cake, 3 dimensi. Kalika melayani pesan antar untuk wilayah Bandung dan Jakarta.
    Siap Antar Kue Ulang Tahun, Halal, Model Unik & Menarik spt Foto Cake. http://www.KueUltahKalika.com atau http://www.KalikaCakeShop.com , telp (022)70553660

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s