Cintaku

Ibu, Aku Cinta Padamu

Setiap kita pasti menangis saat pertama melihat dunia. Karena direnggut dengan paksa dari kehangatan gua garba Ibunda. Setiap kita pasti merasakan manisnya air susu Ibunda bahkan jika bercampur tetesan darahnya. Dan setiap kita pasti merasakan hangat peluk Ibunda meski masa itu telah lama berlalu. Seluruh hidupnya akan dipertaruhkan untuk kebahagiaan kita. Saat kita gundah gulana, hanya dekapan Ibu yang menenangkan. Saat sedih merajai hati, menangis di pangkuan Ibunda sungguh melegakan. Usapan lembut tangannya menyejukkan hati yang panas.

Kini, ketika kita dewasa dan Ibunda semakin beranjak tua. Ketika hampir seluruh mahkotanya memutih keperakan. Ketika sendi dan tubuhnya tak lagi lincah. Dan ketika kejora di matanya meredup. Di manakah kita saat ini? Jauhkah? Ada di sisinyakah?  Kapan terakhir kita memijit kakinya? Kapan terakhir kita memasak untuknya? Kapan terakhir kita mengecup pipinya?

Lanjutkan membaca “Ibu, Aku Cinta Padamu”