Dongeng insomnia · Iseng Aja

Cinta Segi Empat – Segi Ketiga

Bang Thoyib sedang kesal hatinya. Ia baru saja kalah bertaruh di final piala AFF kemaren. Ia menjagokan Indonesia menang 5 – 0 melawan Malaysia. Huh, tiga ratus ribu melayang sia-sia. Padahal sebentar lagi istri keduanya melahirkan. Namun kegundahan hatinya seketika hilang saat melihat Surti. Perempuan dengan baju kekecilan itu nampak sumringah sekali pagi ini. Ah, biar sudah beranak-pinak tapi kan masih cantik. Apalagi ramuan cinta yang diberikannya toh takkan bisa lepas lagi. Tak ada salahnya ngelaba dikit.

“Pagi, Maniiiisss,” sapa Bang Thoyib mendayu-dayu.

“Eh, Abang. Tumben pagi-pagi, Bang?” balas Surti. Entah mengapa hatinya menghangat melihat Bang Thoyib. Padahal jelas-jelas Kang Tejo bilang makhluk satu ini telah memeletnya.

“Pan mau ganti sip (maksudnya shift). Sur, tahun baru mau ke mana? Nonton layar tancep yuk? Pelemnya (maksudnya filmnya) bagus tuh. Beranak dalam Sumur, nyang main Dewi Pecel ama Saipul Jadul. Keren kan?” Bang Thoyib harap-harap cemas. Sengaja Surti diajak nonton film horor agar ketakutan dan ngumpet dalam pelukannya. Membayangkannya saja sudah membuat Bang Thoyib panas dingin.

Lanjutkan membaca “Cinta Segi Empat – Segi Ketiga”