Cinta Segi Empat – Segi Ketiga

Bang Thoyib sedang kesal hatinya. Ia baru saja kalah bertaruh di final piala AFF kemaren. Ia menjagokan Indonesia menang 5 – 0 melawan Malaysia. Huh, tiga ratus ribu melayang sia-sia. Padahal sebentar lagi istri keduanya melahirkan. Namun kegundahan hatinya seketika hilang saat melihat Surti. Perempuan dengan baju kekecilan itu nampak sumringah sekali pagi ini. Ah, biar sudah beranak-pinak tapi kan masih cantik. Apalagi ramuan cinta yang diberikannya toh takkan bisa lepas lagi. Tak ada salahnya ngelaba dikit.

“Pagi, Maniiiisss,” sapa Bang Thoyib mendayu-dayu.

“Eh, Abang. Tumben pagi-pagi, Bang?” balas Surti. Entah mengapa hatinya menghangat melihat Bang Thoyib. Padahal jelas-jelas Kang Tejo bilang makhluk satu ini telah memeletnya.

“Pan mau ganti sip (maksudnya shift). Sur, tahun baru mau ke mana? Nonton layar tancep yuk? Pelemnya (maksudnya filmnya) bagus tuh. Beranak dalam Sumur, nyang main Dewi Pecel ama Saipul Jadul. Keren kan?” Bang Thoyib harap-harap cemas. Sengaja Surti diajak nonton film horor agar ketakutan dan ngumpet dalam pelukannya. Membayangkannya saja sudah membuat Bang Thoyib panas dingin.

“Iiiihhh, Surti takut, Bang, nonton filem horor gitu. Mendingan ke Ancol, Bang. Katanya mau ada dangdutan, ada Trio Bacem, Bang Rhoma Kelapa. Trus band kesukaan Surti juga ada lho, Rindu Band, STeh Manis, Wali Kelas, wuiih…seru deh, Bang,” ujar Surti menggebu-gebu. Lupa sudah ia akan pesan Kang Tejo untuk menghindari kedua lelaki aneh itu. Apalagi Kang Tejo sudah pulang pagi tadi untuk segera menemui Ki Ra Mudengan.

“Mm, bolehlah. Kita berangkat langsung aja dari kantor ya. Soalnya suka macet tuh,” kata Bang Thoyib akhirnya. Surti mengangguk kegirangan. Bang Thoyib meninggalkan pantry setelah tak lupa mengedipkan sebelah mata bak Playboy Cap Rambut Klimis. Lupa sudah ia akan taruhannya dan istrinya yang akan melahirkan.

Dan malam tahun baru pun tiba. Surti membonceng vespa bang Thoyib membelah Jakarta yang ramai. Suara terompet sudah terdengar dimana-mana.Β  Tak berapa lama akhirnya mereka berhasil menembus Ancol dan segera larut dalam suasana.

Ancol pun digoyang!Β  Dangdut suara kendang rasa ingin berdendang. Surti malu-malu menggoyangkan kepalanya kiri kanan. Sementara Bang Thoyib sangat menikmati dengan kedua jempol di atas, kaki maju mundur, dan mata merem melek, serta lidah melet-melet. Kadang kepala menengadah, kadang menunduk seperti mau menyeruduk. Pinggul bergoyang-goyang rasa ingin berdendang.

Tepat pukul dua belas malam, seluruh manusia yang ada di Ancol membunyikan terompet. Hiruk pikuk, sorak sorai menyertai kembang api yang mewarnai lagit. Indah sekali, tanpa sadar tangan Surti melingkari lengan Bang Thoyib, mulut ternganga memandang angkasa yang gegap gempita. Bang Thoyib balas menggenggam tangan Surti. Hatinyapun berkembangapi, meledak-ledak, berwarna-warni. Surti…oh Surtiii….manisnya dirimu. Perlahan Bang Thoyib menundukkan kepalanya, hendak mengecup rambut Surti yang halus dan wangi.

Tepat pada saat itu Bang Thoyib melompat kaget. Seluruh tubuhnya panas seperti kejatuhan kembang api yang menyala-nyala. Wajahnya memerah, keringat bercucuran, aahhh….. tak tertahankan panasnya! Surti terkejut melihat Bang Thoyib yang gelisah tak karuan.

“Ada apa, Bang? Kenapa?” teriak Surti panik, berusaha mengimbangi gempita di sekitarnya. Bang Thoyib tak menjawab hanya menggeliat-geliat tak jelas.

“Bang, kan dangdutannya udah selesai? Kok Abang masih joget, sih?” Seru Surti. Namun Bang Thoyib tak menanggapai. Panasnya tak tertahankan! Dan akhirnya, Bang Thoyib terkulai lemas. Surti berteriak keras. Namun tak seorangpun peduli. Semua larut dalam suka cita tahun baru.

“Bang Thoyiiiiiiiiibbbbbbbb…….!!!”

to be continued …again…

 

Iklan

11 thoughts on “Cinta Segi Empat – Segi Ketiga

  1. Emanuel Setio Dewo Januari 4, 2011 / 2:14 pm

    Wakakaka… ngakak koprol guling-guling…

    *sayang to be continued*

    Choco:

    Hihihihi…aku yo ngguyu dewe πŸ˜€

    *soale lom mikir endingnya nih*

  2. Hafid Junaidi Januari 4, 2011 / 4:35 pm

    surti, tedjo, bang toyib,

    Choco:

    Mas Jono. Nedy lupa yaa πŸ˜€

  3. mandor tempe Januari 4, 2011 / 4:37 pm

    kayak kejatuhan sarang semut merah ya mbak πŸ˜€

    Choco:

    Ho’oh, semut rangrang ditambahi air panas 2 termos, wuidiiih panaseee….. πŸ˜€

  4. advertiyha Januari 4, 2011 / 4:57 pm

    Opo rambute surti penuh Tawon sist?? kok bang toyib kelojotan gituh, hehhe,,,
    tak tunggu jandamu ups,, kelanjutan ceritamu.. πŸ™‚

    gelar tiker, bikin kopi kentel, siap2 nginep sini.. πŸ™‚

    Choco:

    Pssst, sebetulnya Surti itu jelmaan dari Buto Rambut Geni hihihihihihii……..

    *ada singkong goreng, Say, dinikmati yaa*

  5. Chic Januari 4, 2011 / 6:06 pm

    *nunggu lanjutannya*
    *gelar tiker*

    Choco:

    Ditunggu yaaa…. πŸ˜€

    *silakan singkong gorengnya dinikmati dulu*

  6. nDaru Januari 5, 2011 / 8:03 am

    Plesetannya itu lho…jiyaaannn….ngekek aku…sambil mbayangin personel band yg muka2 cepaknya pada menahan marah nama band yg mereka pikir sampek pusing 7 kliling 8 luas diplesetken semena2

    Choco:

    Sst, moga mereka gak mbaca ya, Jeng. Ini bukan kepleset tapi kegeblak, kok πŸ˜†

  7. Debby Januari 5, 2011 / 8:20 am

    wkwkwkwkw
    kena balsem yak?wkwkwkw

    Choco:

    Hahahaha…..lupa abis kerokan tadi πŸ˜€

  8. Sya Januari 5, 2011 / 2:00 pm

    Penasaran…
    Cepat diposting lanjutannya ya Mba πŸ™‚

    Choco:

    Siippp, ditunggu yaa πŸ˜€

  9. nh18 Januari 5, 2011 / 2:40 pm

    Waaaahhhh …
    Rupanya “ada peperangan ini”

    hhmmm menarik … menarik …

    salam saya

    Choco:

    Hahaha…..perang apa nih, Om?

  10. midcool Januari 5, 2011 / 8:19 pm

    Ada apakah dengan bang toyib??
    Hhehe…

    Choco:

    Hahahaha….kejatuhan kembang api kayaknya πŸ˜€

  11. Ade Truna Januari 5, 2011 / 8:59 pm

    kebayang petakilan, pecicilan tuh yg lagi sip (shift) :mrgreen:

    Choco:

    Ho’oh, persis Buto Cakil πŸ˜†

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s