Cari Solusi · Cintaku · Iseng Aja

Berahi

Pada suatu pagi yang dingin karena hujan deras yang mengguyur Bogor, Cantik yang calon dokter hewan spesialis kucing itu sedang membaca koran. Judulnya “Kado Uni buat Peter“, tentang harimau Sumatra yang baru melahirkan anaknya.

Cantik : Bundaaa, “berahi” itu apa sih?

Gubrak! Dadaku berdebar sampai 8 SR. Tapi aku mencoba tenang. Waduh, gimana njawabnya ya?

Aku     : Oo, itu masa-masa mau punya anak.

Diam sesaat.

Cantik : Bundaa, kalo “pembuahan” itu apa?

Eaallaah….

Aku     : Mmm, itu ee… itu lho Dek, mmm… itu proses mau jadi bayi di perut.

Tenang kembali.

Cantik  : Bunda, Adek pernah liat kucing menikah. Lehernya yang betina pasti digigit dulu sama yang jantan, lho!

Gempa skala 9 SR!

Aku      : Emang kenapa Dek, mesti digigit lehernya?

Cantik  : Iyaa, itu kan supaya ada hubungan darah. Nanti kalo punya anak jadinya ada hubungan darah! Kan kucingnya udah suami istri. Gitu, Bunda.

Aku      : Oooo…. Emang Adek liat di mana?

Cantik : Di pinggir jalan depan situ, lho!

 

Wahai para kucing, mbok ya jangan “menikah” sembarangan! Menikahlah di tempat-tempat sepi yang jauh dari penglihatan anak-anak!

 

Oya, baru ingat, Si Cantik juga menanyakan arti “bergairah“. Ck…ck…ck… wong artikelnya mbahas harimau  beranak tapi kok banyak menimbulkan pertanyaan ya? Sebaiknya umur berapa sih anak mulai boleh baca koran?