Dongeng insomnia

Kembang di Tengah Halimun

Rio tak juga bisa memejamkan matanya. Diliriknya jam kecil di samping tempat tidurnya. Ah, sudah menjelang tengah malam. Dia sudah menyerah pada usahanya untuk tidur. Maka dia bangkit, mengenakan jaketnya lalu menuju keluar.

Angin dingin langsung menerpa tubuhnya. Kabut lembut melayang-layang turun membawa air hujan yang tipis namun menusuk. Rio tak peduli. Dirapatkannya jaketnya lalu melangkah perlahan menuju kebun bunga mungil di samping teras depan. Sekilas hidungnya mencium wangi yang belum pernah dirasakannya. Kebun bunga di villa mungil milik Tomi ini memang penuh dengan aneka bunga. Cantik sekali. Mang Sardi dan istrinya sangat rajin merawat villa di kawasan puncak ini.

Rio melangkah menuju ayunan di tengah taman itu. Suasana tengah malam dan gerimis ini tentu saja sangat sepi. Tak ada orang yang berani keluar rumah di tengah udara dingin yang menusuk. Namun Rio sungguh sangat memerlukan ketenangan dan kedamaian ini. Baru tadi siang dia tiba di villa milik Tomi sahabatnya. Dia memang sedang ingin menyepi dan menyendiri. Rio teringat percakapannya dengan Tomi kemarin.

Lanjutkan membaca “Kembang di Tengah Halimun”