I feel blue · Tak Enak

Edelweiss dari dan untuk Pak Louis…

Edelweiss….. edelweiss…

Every morning you greet me

Small and white, clean and bright

You look happy to meet me

 

Blossom of snow may you bloom and grow

Bloom and grow forever

Edelweiss…edelweiss….

Bless my homeland forever

Aku masih ingat lagu itu, Pak Louis, lagu yang kau ajarkan. Aku pun sering menyanyikannya untuk kedua malaikatku. Film “The Sound of Music” yang kau tunjukkan. Menangis, menangis kala aku menyaksikanΒ  film itu. Dan sekarang aku kembali menangis, karena kau telah pergi untuk selamanya.

Terimakasih Guruku, berkat engkau, bahasa Inggrisku selalu mendapat nilai terbaik. Bahkan kau pernah memintaku untuk tidak tunjuk tangan setiap kali ada pertanyaan dalam bahasa Inggris kau ajukan (sayangnya kini aku hanya pengguna pasif 😦 ) .Β  Dan terimakasih, karena kau juga memberiku kesempatan untuk ikut lomba paduan suara tingkat propinsi…. solasih… solasih solandono…. Belum lagi keterlibatanku pada choir yang luar biasa indah di bawah pimpinanmu. Haec dies quam fecit atau silent night atau gloria in exelcis deo… Ah, Pak Guru yang bersuara merdu.

Aku beruntung, karena masih sempat mengunjungi engkau di masa dewasaku. Bapak begitu kurus dan sepuh. Dan sekali lagi kita bertemu di rumah sakit. Betapa bahagianya engkau melihat bekas muridmu ini. Bagi seorang guru, hal yang membahagiakan tentu ketika bertemu lagi dengan para murid dalam keadaan berbeda di masa dewasanya.

Kau bukanlah hanya sekedar guru buat kami, namun sudah seperti saudara, keluarga layaknya.

Terimakasih, Pak Louis. Selamat jalan. Doa kami menyertai kepergianmu, semoga engkau mendapat tempat yang layak di sisi Bapa. Selamat jalan, we loves you…. πŸ˜₯

Doe, a deer, a female deer
Ray, a drop of golden sun
Me, a name I call myself
Far, a long, long way to run
Sew, a needle pulling thread
La, a note to follow Sew
Tea, a drink with jam and bread
That will bring us back to Do

19 tanggapan untuk “Edelweiss dari dan untuk Pak Louis…

  1. Keknya kalok orang menyentuh kehidupan kita dengan musik trus dia pergi…kok rasanya gloomy gitu ya, saya inget dulu ketika guru les cello saya ninggal, padahal baru mau janjian mbikin aransemen buat lagu mau sok2 ikutan audisi pencarian bakat, saya ikutan sedih aja deh

    Choco:

    Iya, beliau sungguh sangat mencintai musik. Suaranya pun merdu sekali, beneran deh!
    Thanks, Jeng…

  2. Semoga beliau diberi jalan yang mudah amin.. tidak ada yang namanya mantan guru, walau apapun guru tetaplah guru, yang telah membimbing kita hingga sampai kita menjadi seprti ini..

    Choco:

    Iya, Mas, selamanya mereka adalah guru kita. Makasih ya…

  3. Hiks…
    Ingat masa-mas dibimbing P. Louis
    Ikut Ansamble musik, sampai pentas di TVRI Yogyakarta pd jaman itu ..wah bangga luar biasaaa…(bisa masuk TV )…
    Terimakasih Guruku…
    Untuk Guru-ku yang tulus, ilmu yang berguna selalu dilimpahkan..
    Untuk bekalku nanti…
    Selamat jalan Bapak Guru terkasih..
    Selamat berbahagia di Surga…

    Choco:

    Beliau memang hebat, turut mengentaskan anak-anak didiknya πŸ˜₯
    Selamat jalan Bapak, doa kami menyertaimu….

  4. Sist Cho, jangan sedih ya, Pak Louis sudah pulang ke rumahnya yg kekal, berbahagia di sorga, bernyanyi menyanyikan kidung pujian bersama para malaikat.. Pasti Pak Louis bahagia di sana Sist… πŸ™‚

    Choco:

    Betul, Jeng, makasih yaa πŸ™‚

  5. @Mbak Choco & Mbakayune,

    Sayang daku tidak diajar beliau. Namun dari dulu, berdasarkan cerita kakak2anda, daku turut merasakan betapa besar jiwa & pengabdian Pak Louis. Bahkan dulu daku ikut Mbakayune nonton film “The sound of music” di rumah beliau. Eh, dikau ikut nonton juga di sana gak ya?

    Selamat jalan, Pak Louis.

    Choco:

    Kau gak ngalami dibimbing beliau, ya? Sayang sekali, asyik lho ngajarnya, gak membosankan blaz.
    Oiya, waktu itu aku gak ikut, tapi trus beliau memperkenalkan lagu-lagunya di sekolah. Aku masih punya CD film itu lho.

  6. Sosok Pa Louis, seseoarang guru yang berwibawa dan jarang sekali marah. Memang benar guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Tidak ada mendali-mendali yang menempel di dada mereka. Tapi tidak bisa dipungkiri tanpa mereka kita tidak akan bisa seperti kita sekarang ini ….. Selamat Jalan Pa Louis … May God light up your way there and be seated beside Him.

    Choco:

    Apakah Steve murid Pak Louis juga? Angkatan berapa? Iya, beliau memang jarang marah dan sangat berkarisma. Kudengar tadi siang misanya juga ada lagu Edelweiss dan Ave Maria yang dinyanyikan beliau semasa hidup.

    Selamat jalan, Pak doa kami menyertaimu….

  7. pak Louis pasti bahagia dengan tulisan ini…..

    Seindah bunga edelweis yang tak pernah layu meski sampai penghujung musim
    salam sayang mbak coco

    Choco:

    Makasih Lely, kenangan akan beliau abadi seperti edelweiss…
    Salam sayang selalu πŸ™‚

  8. lah esuk2 sedih macane yuuuu….

    siki wis emak2 melu choir juga ora yu?

    Choco:

    Iyo, guruku itu baek hati dan hebat soale 😦

    Saiki wis gak melu, Jeng, wis insap karo umur, lha sol karo do wis ra iso mbedake πŸ˜€

  9. ikut berduka cita atas kepergian Pak Guru Louis , Mbak Choco.
    semoga Beliau mendapat tempat terbaik disisiNYA ………
    Kenangan ttg Beliau pasti gakkan terlupakn ya Mbak, kenangn indah tentunya πŸ™‚
    (aku juga sampai sekarang masih suka nonton sound of music)
    salam

    Choco:

    Makasiy ya, Bun… πŸ™‚

    Wah, Bunda suka jugak ya? Emang bagus sih filmnya.
    Salam sayang

  10. Dear Pipit eh salah, Choco
    Terima kasih banyak ya atas tulisannya tentang mas Louis. Kami semua sedih, tapi kami bangga punya kakak, pakde dan eyang yang Luar Biasa seperti yang diungkapkan oleh “pak Jayeng” di Gereja HKY saat Misa Requiem untuk menghantar beliau berlangsung. Kami masih ingin bersamanya, tetapi Bapa di Surga telah memanggilnya. Kami yakin saat ini mas Louis sudah Bahagia Kekal, Sudah Sembuh dan Bebas Sempurna bersama Bapa di Surga.
    Ada teman dekatnya (mas Unu) yang membuat CD Kenangan yang isinya lagu2 kesayangan beliau. Kami diberi saat Misa berlangsung. Mbak Iwik sdh mengcopy. Tak disangka, minat teman2 begitu besar. Tanpa mengurangi rasa hormat dan sayang kepada mas Louis, kami menyerahkan semua ini kepada mas Unu untuk mengkoordinir bila masih banyak yang ingin memilikinya.
    Salam kangen ya Choco………..

    Choco:

    Waaah ada Mbak Tuti πŸ˜€ Iya, Mbak, selamanya Pak Louis ada di hati seperti edelweiss yaa….
    Pasti banyak yang mau tuh Mbak, CD nya πŸ˜€ Semoga bisa dikoordinir dengan baik ya, Mbak, biar gak ada yang kecewa πŸ˜€

    Salam sayang selalu

  11. Murid-murid umumnya pasti punya satu or dua guru yang jadi panutan. Ah, jadi teringat dengan guru2 saya dulu, sepertinya hanya ada beberapa saja yang berkesan memang …

    Choco:

    Betul, gak banyak guru yang berkesan hingga kini. Bukan berarti mengecilkan peran guru yang lain, tapi memang gak semua membekas di hati yaa πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s