Dongeng insomnia · Nimbrung Mikir

Gigiku Cenat-Cenut

April menatap bingung double chocolate yang disajikan oleh waitress. Kuenya sih menarik hati, berlumur saus coklat nan menggoda. Tapi kan dia gak pesan kue ini?

“Sorry, Mas, saya gak pesan kue ini. Salah kali?” tolaknya. Si Mas pelayan tersenyum simpul.

“Saya diminta memberikan ke Ibu, dari Bapak di sudut sana,” jawab Si Mas. Spontan April menoleh ke arah meja yang ditunjuk Si Mas. Tawanya nyaris tumpah saat melihat siapa yang duduk di sudut ruangan itu.

“Tolong bawain ke sana, Mas, saya mau pindah aja ke sana,” ujarnya. Ia segera menutup laptop nya dan dengan dibantu Si Mas segera pindah ke meja di sudut itu.

“Hai, Adam. Boleh aku duduk sini?”

Adam langsung tergagap-gagap, peluh bercucuran di pelipisnya. Tanpa menunggu jawaban Adam, April segera mendaratkan bokongnya di hadapan Adam. Pria berkacamata itu langsung tertunduk salah tingkah.

kenapa hatiku cenat-cenut tiap ada kamu
selalu peluh pun menetes setiap dekat kamu
kenapa salah tingkah tiap kau tatap aku
selalu diriku malu tiap kau puji aku

“Makasih double coklatnya, ya.”

“Eh, sama-sama…”

“Dam, Papamu dokter gigi ya?”

Adam kaget.

“Kok tau sih?”

“Soalnya hatiku cenat-cenut tiap dekat kamu, wakakakaka……,” goda April.

Adam ikut tertawa. Kirain April tau beneran kalo papanya dokter gigi. Ih, Adam emang naksir berat pada gadis lucu di depannya ini. Tapi gak pernah berani ia ungkapkan perasaannya. Cowok pemalu dari department IT ini sungguh sangat mencerminkan profesinya. Pendiam, pemalu, tapi suka memendam. Hahahaha…. begitukah orang IT? Entahlah.

“Kok kamu ke sini sih? Ini kan belum jam pulang?” tanya April. Adam salah tingkah, sebetulnya ia ke sini karena melihat April masuk ke kedai kopi Stardhut di lantai bawah gedung kantor mereka.

“Ee, lagi suntuk. Kamu sendiri ngapain ke sini?”

“Lagi bikin materi presentasi besok. Kalo gak sambil minum cappuccino, entah mengapa otakku serasa buntu,” jawab April sembari menyeruput cappuccino nya lalu kembali membuka laptop nya.

Adam memandangi pujaan hatinya tanpa berani bicara apa-apa. Ia pura-pura sibuk memainkan BB nya padahal matanya curi-curi pandang ke arah April. Sesekali tatapannya bertubrukan dengan gadis itu yang lalu mengedipkan sebelah matanya. Kalau sudah begitu Adam jadi tersipu malu. Sebetulnya ini moment yang tepat untuk mengungkapkan perasaan pada April, tapi Adam tak berani juga.

kenapa lidahku kelu tiap kau panggil aku
selalu merinding romaku tiap kau sentuh aku
mengapa otakku beku tiap memikirkanmu
selalu tubuhku lunglai tiap kau bisikkan cinta

“Dimakan dong kuenya,” ujar Adam mendorong piring kecil berisi coklat itu ke arah April.

“Oh iya… thanks.”

April lalu menyuapkan sepotong kecil double coklat ke mulutnya. Hmm,…matanya terpejam merasakan kue lembut itu hancur dalam mulutnya.

“April…eh…”

“Hmm?” sahut April lalu menyuap lagi kali ini sepotong besar kue coklat.

“Aku…eee…aku….”

“Aaarrggghhh…..” April menjerit kecil, sendok kecil yang dipegangnya terpelanting. Adam kaget bukan kepalang. Belum lagi ia mengungkapkan perasaannya kok April sudah menjerit?

“Ada apa, Pril? Kenapa?” Adam panik dan langung pindah di sebelah April.

“Gigiku…gigikuu….” April memegangi pipinya dengan sebelah tangannya. Berdebar-debar Adam mengusap-usap bahu April.

“Adduuuhhh…. gigiku sakit banget, Dam…. sakiiiitt.”

Adam segera meminta pelayan untuk menyediakan air mineral. Lalu April diminta berkumur. Namun sakitnya tak berkurang bahkan makin cenat-cenut karena dinginnya air merasuk ke lubang giginya. Bergegas Adam membereskan bawaan mereka lalu menggandeng April menuju parkiran mobil di basement.

“Mau..mau kemana, Dam?”

“Ke rumahku,” sahut Adam sambil membukakan pintu mobil untuk April dan mendorongnya masuk.

“Ke rumahmu? Ngapain?”

“Tentu saja periksa gigimu. Ayahku kan dokter gigi.”

April melongo.

“Benarkah?”

“Tentu saja, kan kamu dah bilang tadi.” Adam segera mengemudi Katana nya dengan kencang. Pipi April merah padam. Gara-gara menggoda Adam tadi sekarang giginya cenat-cenut, tapi gak hanya itu hatinya pun ternyata cenat-cenut beneran! Niat hati menggoda kok malah tergoda!

 

Bagaimanakah kejadian selanjutnya di rumah Adam? Simak kisah ke-2 yang berjudul “Kudengar Detak Jantungmu” yang diteruskan oleh Iyha di advertyha.blogdetik.com 😀