Emily Kelinci dan Dapur Bibi Susan

Emily adalah seekor kelinci kecil yang lucu dan menggemaskan. Bulunya putih seperti salju dan ekornya bulat seperti bola kapas. Pipinya sangat chubby membuat siapapun yang melihatnya ingin mencubit karena gemas. Emily juga periang dan senang berkawan dengan siapapun, sehingga kawannya banyak dan semua menyayanginya. Emi, begitu kawan-kawan memanggilnya.

Namun akhir-akhir ini Emi sering termenung, tidak mau makan dan malas bermain. Mama jadi terheran-heran melihat putri kecilnya yang periang jadi pemurung. Bahkan wortel kesukaannya pun sering tak disentuhnya.

“Emi, kenapa kamu tidak mau makan? Lihat, wortelmu masih utuh. Padahal kau senang sekali kan makan wortel renyah ini?” tanya Mama sambil menyodorkan sepiring wortel segar yang menggoda selera. Emi mendorong piring itu ke tengah meja.

“Emi bosan, Ma. Setiap hari hanya makan wortel dan wortel saja. Gigi Emi jadi sakit mengunyah wortel keras ini,” jawab Emi. Mama terkejut. Biasanya Emi begitu antusias menggigit wortel yang katanya so crunchy nyam…nyam… yummy…. Jangan-jangan…..

“Coba Mama lihat gigimu?”

Emi lalu membuka mulutnya dan Mama memeriksa. Ternyata benar, gigi susu Emi sudah mulai goyang, pasti sebentar lagi patah. Pantas saja Emi jadi malas makan yang keras-keras. Tiba-tiba Mama punya ide. Segera mama meraih telpon dan menelpon Bibi Susan. Setelah itu Mama menyuruh Emi bersiap untuk ke rumah Bibi Susan.

“Mau ngapain ke rumah Bibi, Ma?”

“Ah, sudahlah, di sana kau akan senang dan tidak bosan. Ayo cepat, sepuluh menit lagi Bibi akan datang menjemputmu.”

Tak sampai sepuluh menit kemudian Bibi sudah mengetuk rumah pohon Emi dan segera mengajaknya ke rumah Bibi. Sesampai di rumah Bibi Susan, Emi langsung diajak ke dapur. Wow, dapur Bibi Susan sangaaat besar. Bibi memang terkenal suka masak dan masakannya selalu enak.

“Mau ngapain kita, Bi?”

“Nah, Anak Manis, kata Mama kau tidak mau makan karena sakit gigi ya? Naah, sekarang Bibi mau mengajakmu memasak,” sahut Bibi sambil memasang celemek kecil di leher Emi. Lalu Bibi juga memakai yang lebih besar.

“Memasak? Ems tidak bisa masak, Biii….. nanti tidak enaak..,” protes Emi. Bibi hanya tersenyum lalu mengeluarkan banyak wortel dari lemari pendingin. Emi berteriak.

“Aaahh, Bibiiii, Emi gak mau makan wortel lagiiii….,” teriaknya nyaris menangis.

“Eee, Bibi tidak akan menyuruhmu makan wortel ini, Sayang. Tunggu sebentar.” Bibi lalu membuka lemari lain di dekat lemari pendingin. Dikeluarkannya sebuah alat berbentuk seperti teko, lalu sebuah alat lain yang bentuknya kotak seperti koper milik Papa. Emi terheran-heran melihat semua alat itu.

“Apa itu, Bi?” tanyanya sambil mendekat.

“Nah, yang ini namanya blender, lalu yang ini namanya oven.”

“Untuk apa semua alat itu, Bi?” tanya Emi terkagum-kagum.

“Yuk, kita membuat juice wortel dan wortel pie. Kau pasti suka.”

Lalu Bibi mulai menyambungkan semua peralatannya ke listrik. Mula-mula mereka membuat juice wortel. Emi sempat ketakutan melihat alat itu berputar-putar menghancurkan potongan wortel yang keras. Apalagi suaranya yang menderu-deru. Bibi tertawa lalu menarik Emi mendekat dan menjelaskan bahwa alat itu tidak berbahaya asalkan kita berhati-hati memakainya. Bibi juga menjelaskan tidak hanya wortel yang bisa dihaluskan, semua bahan makanan bisa, seperti buah, daging, dan bumbu-bumbu.

Setelah juice wortel selesai, Bibi segera memarut wortel dan Emi membantu membuat adonan. Seluruh wajah Emi bertaburan tepung seperti memakai bedak. Bibi jadi tertawa geli. Tak lama kemudian adonan dan wortel siap. Bibi lalu memasukkan ke dalam oven. Sambil menunggu pie matang mereka menikmati juice segar. Emi suka sekali.

Beberapa menit kemudian aroma wangi menguar memenuhi seluruh ruangan. Bibi segera mengeluarkan pie dari oven. Waah, bagus sekali!

“Aduh, bagus ya, Bi. Sayang sekali kalau dimakan, nanti rusak.”

“Hahaha…. pie ini memang untuk dimakan, Sayang. Yuk kita potong.”

Emi menikmati pie hangat yang fresh from the oven. Hmm, yummy…… pie lembut itu sama sekali tak membuat giginya sakit.

“Hebat ya, Bi, alat-alat itu. Bisa mengubah wortel yang keras menjadi juice yang cair dan segar atau menjadi kue yang lezat. Sekarang Emi jadi tambah suka dengan wortel.”

“Itu namanya teknologi, Nak. Semua peralatan itu memudahkan kita membuat aneka masakan dan minuman. Teknologi tidak hanya itu saja. Seperti telepon, komputer, internet, dan masih banyaaaak lagi. Semua membantu kita dalam bekerja dan berkarya. Teknologi sangat bermanfaat jika digunakan sesuai kebutuhan.”

“Ooo, nanti Emi akan cerita ke Mama pengalaman Emi hari ini. Makasih ya, Bi. Eee, tapi sisa kuenya boleh Emi bawa pulang kan?”

Bibi tertawa kecil. Dan Emi pun melanjutkan menyantap kue lezat dan juice segar buatannya dan Bibi Susan.

______________________________________________________________________________________________________

 

Horeeee….. kisah ini diikutkan Lomba Cerita Anak, Dongeng, 2011 di Sarikata.com

Wish me luck πŸ˜‰

Iklan

17 thoughts on “Emily Kelinci dan Dapur Bibi Susan

  1. advertiyha Maret 24, 2011 / 6:52 pm

    yeyyyyyyyyyyyyyyyyy….!!!!
    asyik baca cerita emi, sambil ngences bayangin manisnya pie wortel.. πŸ™‚
    sip, apik nyah ceritane,, mudah2an menaaaaaaaaannggggg,,,!!!!
    *jadi setelah tansrun itu? baru hari ini kau apdet?? ckckck*

    Choco:

    Hahahaha…. ampuuuun…ampuuunn…. duniaku sedang porak poranda nih… πŸ˜€

  2. Lidya Maret 24, 2011 / 8:13 pm

    bagus ceritanya, good luck mbak

    Choco:

    Makasiy ya, Jeng πŸ˜€

  3. Asop Maret 24, 2011 / 9:49 pm

    Yay! Moga berhasil dalam lombanya! πŸ˜€

    Choco:

    Siiippp πŸ˜€ Thanks yaaa….

  4. mandor tempe Maret 24, 2011 / 11:49 pm

    kenapa saya tidak ikutan nulis ya ?
    *pertanyaan yang aneh*

    Choco:

    Buruan ikuuut, coba liat kalo mandor pabrik ndongeng :mrgreen:

  5. puteri amirillis Maret 25, 2011 / 9:01 am

    emi jadi suka makan wortel lg deh,,krn teknologi,,,
    sukses ya mbak,,,

    Choco:

    Hihihi…. thanks yaa…. πŸ˜€

  6. ndaru Maret 25, 2011 / 11:30 am

    gut lak deh…semoga kalok besar tar si emi bisa mbikin cyber pie

    Choco:

    Thanks, Jeng πŸ˜€

    *cyber juice jugak kah? :mrgreen: *

  7. chocoVanilla Maret 25, 2011 / 11:50 am

    Banner nya kok gak isa nongol yak? 😦

  8. Orin Maret 25, 2011 / 1:54 pm

    Huwaaa… Mba Choco dongengnya baguuuuus.. jadi tatut mau ikutan *gemeteran ngumpet di balik tembok*

    Choco:

    Hahahaa….. Oriiiin, kau pasti bisaaaa….. ayo buruan masih ada waktu πŸ˜€

  9. Emanuel Setio Dewo Maret 25, 2011 / 3:46 pm

    Kereeeeen… Sederhana tapi mengena. Semoga menang, Sist.

    Salam

    Choco:

    HIhihihi… harus sederhana, kan biar bisa dicerna anak umur 3 th πŸ˜€ Thanks yaaa….

  10. ais ariani Maret 25, 2011 / 10:01 pm

    bu piieeeettt.. mbok-an aku dibagi ide nyaaa.
    dibagi dikiiit aja. sekecil upil ndak apa-apa deh
    πŸ˜€
    btw, sukses buat kontesnya yah bu pieet
    πŸ™‚

    Choco:

    Ide? Hmm…. gimana kalo ginii…

    “Ada seorang puteri yang cantik jelita tapi sayang rambutnya sangat keriting dan susah diatur. Suatu kali ia harus menghadiri pesta meriah di kerajaan tetangga, lalu ia membuat sayembara barang siapa bisa mengatur rambutnya akan mendapat hadiah yang besar. Bila seorang pemuda akan dijadikan suami. Maka datanglah seorang pemuda tampan membawa catok rambut. Dst…dst… ”

    Piye, Riani? Bagus gak idenya? :mrgreen: Gih, buruan ikut…

  11. novi Maret 26, 2011 / 11:40 am

    oke, kok…semoga menang ya? *meski kita bersaing…heheh*..salam kenal.

    Choco:

    Waah, salam kenal jugaa… makasiy ya dah berkunjung πŸ˜€

  12. Mas Didik Maret 28, 2011 / 10:04 am

    Mm Juice Wortel.. Pie.. aku suka πŸ™‚

    Choco:

    Menyehatkan mata πŸ˜€

  13. ais ariani Maret 28, 2011 / 7:54 pm

    huaaaaaaaa… ide yang baguus. serrruu.. seruuu
    tapi kenapa di publish di sinnni..
    kalau ada yng nyontek gemanah
    (padahal aku juga namanya nyontek yak?)
    hihihihihihi

    Choco:

    Mangkanyaaaa, buruan bikiiiiin Riani, masih ada waktu lhoo….

  14. MT Maret 29, 2011 / 9:06 pm

    ceritanya menarik banget!

    Choco:

    Waaa….. makasiy, Pak Juri πŸ˜€

  15. mas stein Maret 31, 2011 / 4:57 pm

    lomba lagi, memang lagi, lomba lagi, menang lagi. lama-lama sampeyan bisa jadi blogger spesialis lomba :mrgreen:

    Choco:

    Nek dikon ndoboz aku mesti melu, Mas :mrgreen:

  16. duniakuro April 4, 2011 / 11:09 am

    wah, keliatannya pie wortelnya enak tu…. hehehe
    salam kenal ya

    Choco:

    Pastiiiii enaaaaak πŸ˜€
    Makasiy ya dah berkunjung

  17. gerhanacoklat April 4, 2011 / 12:29 pm

    thanks for participating

    Choco:

    Ahaiii… ur welcome Ibu Juri Julie…. πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s