Putri Zahra dan Kotak Ajaib

Sudah beberapa hari ini hati Putri Zahra gundah gulana. Ia belum menyelesaikan tugas yang diberikan Ayahandanya, Raja Zorala. Sebetulnya tugas itu tidak berat sama sekali, bahkan Putri Zahra tidak perlu melakukan apa-apa hanya duduk saja sambil tersenyum manis. Namun justru karena itulah Putri selalu menunda-nunda. Yah, Raja hanya meminta Putri untuk dilukis dengan gaunΒ  kebesarannya untuk perayaan ulang tahunnya nanti. Namun karena bosan dan tidak suka berdiam diri maka Putri Zahra tak melakukan pesan Ayahandanya. Dan ketika Putri sudah bersedia dilukis, ternyata Zarata, pelukis istana sedang terbaring sakit dan tak mampu bangun dari tempat tidurnya. Sedangkan tak lama lagi Ayahanda dan Ibundanya akan kembali dari lawatan ke negara tetangga.

Di saat panik itulah Paman Zabor, orang kepercayaan Raja Zorala menegur Sang Putri.

“Bagaimana kalau kita undang para pelukis di seluruh negri untuk melukis Tuan Putri?”

“Ah, tetapi tidakkah Ayahanda akan tahu bahwa itu bukan lukisan Zarata, Paman?”

“Pasti tahu, tapi daripada Tuan Putri tidak dilukis sama sekali?”

Putri Zahra diam sejenak namun kemudian menyetujui usul Paman Zabor.

Maka keesokan harinya segera berdatanganlah para pelukis ternama dari seluruh penjuru negeri. Ada yang tua, muda, pria, wanita. Dan bersama-sama mereka segera melukis Putri Zahra. Dan seperti biasa saat dilukis Putri Zahra tak bisa duduk dengan diam. Hanya sebentar ia mau duduk diam dan tersenyum manis. Tak lama kemudian ada saja yang dilakukan Sang Putri. Kadang menggaruk-garuk hidungnya, kadang membetulkan gaunnya, lalu sebentar kemudian menguap, atau menoleh ke kiri dan ke kanan. Dan para pelukis tak ada yang berani menyuruhnya diam.

Maka sore hari kemudian, ketika semua pelukis telah menyelesaikan lukisannya, tak satupun lukisan yang berkenan di hati Putri.

“Ahh, lihatlah Paman, lukisan yang ini masa hidungku terlalu miring? Dan ini? Ooh, mana mungkin pipiku setembam ini? Lihatlah yang ini Paman, gaunku tampak kebesaran. Apalgi yang ini, aduuuhhh….. rambutku nampak berantakan!”

Paman Zabor hanya menghela napas panjang. Tentu saja lukisan itu tak satupun yang sempurna karena Putri tak juga mau diam. Lukisan yang tampak tembam itu karena Putri mengulum gula-gula. Lalu yang hidungnya miring itu karena Putri tak henti-hentinya menggaruk hidung. Dan yang rambutnya berantakan karena Putri selalu memainkan rambutnya yang ikal dan lebat. Semua pelukis menyerah dan pulang dengan kecewa.

“Aduh, bagaimana ini Paman? Tak bisakah Zarata bangun dan melukisku?” rengek Putri Zahra.

“Tidak bisa, Tuan Putri, Tuan Zarata bahkan sedang dirawat di rumah tabib.”

“Lalu bagaimana? Ayahanda akan segera pulang. Pasti beliau marah kalau lukisanku belum jadi?” Putri Zahra menangis terisak. Paman Zabor jadi bersedih.

Keesokan harinya Paman Zabor segera membuat pengumuman ke negara-negara tetangga untuk mengundang para pelukis ternama. Dan segeralah berdatangan pelukis dari segala penjuru dunia. Dan lagi-lagi para pelukis hebat itu tak satupun berhasil melukis Putri dengan indah. Selalu ada saja kurangnya karena Putri yang sesungguhnya cantik jelita itu tak semenitpun bisa diam. Sekali lagi para pelukis pulang dengan kecewa karena tak sanggup melukis Sang Putri yang cantik jelita itu.

Hingga menjelang senja, seorang pemuda datang tergopoh-gopoh menghadap Paman Zabor.

“Tuanku, masihkah saya bisa mengikuti sayembara untuk melukis Tuan Putri nan jelita?”

Paman Zabor menatap heran ke arah pemuda itu, tak satupun alat lukis yang ia bawa tetapi ia akan melukis Putri Zahra.

“Anak Muda, siapakah engkau? Dan jika kau hendak melukis Tuan Putri, manakah peralatan lukismu?”

“Nama saya Yoshikawa, saya datang dari Negeri Matahari Terbit. Dan ini alat lukis saya,” jawab pemuda itu sambil menunjukkan sebuah kotak kecil berwarna perak. Paman Zabor jadi marah.

“Jangan macam-macam, Anak Muda. Semua pelukis ternama dari seluruh penjuru dunia dengan alat lukis yang paling lengkap pun tak ada yang berhasil melukis Tuan Putri. Ini kau hanya membawa kotak kecil saja. Mana kuasmu? Mana kanvasmu?”

“Saya tidak memerlukan itu semua, Tuan. Percayalah, saya bisa melukis Tuan Putri seperti nyata adanya dan hanya membutuhkan waktu satu menit saja.”

Paman Zabor semakin marah dan mengusir pemuda itu pergi. Mendengar ribut-ribut, Putri Zahra segera keluar dan menemui Pamannya. Ketika Pamannya bercerita, Putri menjadi takjub.

“Benarkah kau bisa melukisku hanya dalam waktu satu menit?” Tanya Putri terheran-heran. Yoshikawa tersenyum dan mengangguk. Putri lalu membujuk Paman Zabor untuk memberi kesempatan pada Yoshikawa. Akhirnya Paman Zabor mengijinkan.

Putri Zahra lalu mengajak Yoshikawa ke taman bunga dan duduk di kursi taman dengan senyumnya yang paling manis. Yoshikawa mengambil kotak kecilnya, mengarahkannya ke Tuan Putri dan …jepret… seberkas sinar menyilaukan Putri Zahra.

“Selesai, Tuan Putri,” ujar Yoshikawa.

“Apa? Bahkan akupun belum menggaruk hidungku. Mana hasilnya?”

“Ijinkan saya mencetak dulu lukisan ini dan membesarkannya untuk Tuan Putri.” Yoshikawa lalu minta dibuatkan ruang kerja untuknya.

Tak lama kemudian kembali Yoshikawa menghadap Putri Zahra dan Paman Zabor. Di tangannya tampak sebuah pigura besar dengan woooww….. gambar Putri Zahra yang cantik dan sempurna!Β  Mirip sekali dengan aslinya, tak ada cacat sedikitpun. Putri terkagum-kagum melihatnya.

“Bagaimana mungkin kau melakukannya? Apa nama kotak ajaib itu, Yoshikawa?”

“Ini bukan kotak ajaib, Tuan Putri. Ini adalah kamera. Di negri kami tak perlu orang berpose lama-lama untuk diabadikan gambarnya, cukup sebentar dan jadilah gambar yang mirip sekali dengan aslinya. Gambar ini kami sebut foto.”

Putri Zahra sangat gembira. Disuruhnya pemuda Yoshikawa untuk tinggal di istana hingga Ayahandanya kembali. Dan selama itu Putri jadi senang sekali berpose untuk di foto. Tak perlu lagi duduk atau berdiri berjam-jam untuk dilukis. Paman Zabor pun lega melihat tuannya berseri kembali.

_____________________________________________________________________________________________

 

Horeeee…… cerita ini diikutkan dalam Lomba Menulis Cerita Anak (Dongeng) Sarikata.com 2011

Hahahaha…. kok jadi ketagihan ndongeng, nih… πŸ˜›

Wish me luck…. again…. πŸ˜‰

 

 

Iklan

20 thoughts on “Putri Zahra dan Kotak Ajaib

  1. Emanuel Setio Dewo Maret 28, 2011 / 11:39 am

    Hahaha dasar pendongeng.
    BTW, keren loh. Semoga menang yaaa…
    GBU

    Choco:

    Hihihihii….. amatiran πŸ˜€
    Thanks yaa, GBUT

  2. Eks Maret 28, 2011 / 11:44 am

    waaaaaaaaaaaaaaaah, keren. saya juga ikut tuh, tengok ya… πŸ˜€

    Choco:

    Saya sudah ke sana πŸ˜€ Sukses yaa….

  3. Lidya Maret 28, 2011 / 12:26 pm

    moga2 menang ya mbak, aku ga ikut deh malu sama senior ah hehehe

    Choco:

    Waduh, ada seniornya to? Kak Seto ikutan ya? Wis biarin, mencoba keberuntungan :mrgreen:

    Ayo Jeng, ikutaaaaan biar ramee….

  4. advertiyha Maret 28, 2011 / 1:21 pm

    Kereeeeeeeeennnnnnnnnnnnn..!!!!
    jadi minder aku… *ngumpet dipojokan..*
    kalo menang, harus ada cipratannya yak.. hahhah

    Choco:

    Apa? Iyha minder? Wah, tanda-tanda kiamat niy :mrgreen:
    Sini tak cipratin aer…. πŸ˜€

  5. Asop Maret 28, 2011 / 2:46 pm

    Mbaaaak ndongeng itu bagussss! πŸ˜€
    Selain menyenangkan anak, melatih daya imajinasi anak, imajinasi ortu juga terlatih! πŸ˜†

    Choco:

    Iya siiy, sehabis nulis pasti anakku tak suruh mbaca. Kira-kira apa reaksinya, bagus gak dongeng Bundanya. Kalo bilang jelek gak tak temenin bobok :mrgreen:

    *bo’ong deeengg…..*

  6. sedjatee Maret 28, 2011 / 4:35 pm

    salam kenal buat dewan juri kecubung
    ternyata seorang pendongeng kawakan,
    hehehe… salam sukses, selamat berlomba dongeng..

    sedj

    Choco:

    Salam kenal juga, Bang. Wadoooh, amatir kok bukan kawakan πŸ˜€
    Makasiy yaa….

  7. ais ariani Maret 28, 2011 / 7:49 pm

    huaaaa.. Yoshikawa ? jadi inget Eiji Yoshikawa
    πŸ˜€
    sukses bu piet buat dongeng nya.
    eh kontesnya.
    πŸ™‚

    Choco:

    Hihihihi…. golek nama Jepang kok yang terlintas nama Pak Yoshikawa itu πŸ˜€
    Ayo Riani, masih ada waktuuu…..

  8. negerianak Maret 29, 2011 / 1:39 am

    horeeeeeeee.. bisa ikutan berpose disini πŸ™‚

    hebat ceritanya mbak Choco.. semangat kita pasti menang πŸ™‚

    Choco:

    Siiippp…. siapa tau walo gak menang tapi dibukukan yaaa…. :ngarep: πŸ˜›

  9. Ceritaeka Maret 29, 2011 / 12:45 pm

    All the best luck for u mbak! πŸ™‚
    Dongengnya bagus

    Choco:

    Owh, so sweet…. thank you, Sis πŸ˜€

  10. puteri amirillis Maret 29, 2011 / 2:14 pm

    dongeng yang bagus..kapan2 bikinin dongeng lagi ya bunda…

    Choco:

    Ayo, kita bikin rame-rame πŸ˜€

  11. MT Maret 29, 2011 / 9:45 pm

    imajinatif!

    Choco:

    Makasiy, Bang MT πŸ˜€

  12. Chic Maret 30, 2011 / 4:43 pm

    waaaa pinjem ceritanya ya buat ngedongengin Vio πŸ˜€
    semoga menaaaaang….
    \(^o^)/

    Choco:

    Dengan senang hatiii, semoga Vio senang dan gak bosan yaaa…..
    Thanks, Sis πŸ˜€

  13. oneminuteonline Maret 30, 2011 / 9:23 pm

    ^_^ blogwalking, skalian baca-baca cerita2 kawan2 yg ikutan lomba hehehe, salam kenal yah

    Choco:

    Salam kenal juga, makasiy ya dah berkunjung πŸ˜€

  14. Batavusqu April 1, 2011 / 1:43 am

    Salam Takzim
    Mohon izin menyampaikan singgasana kepada sahabat tersayang, silahkan dipergunakan untuk dimiliki
    Salam Takzim Batavusqu

    Choco:

    Makasiiiy, Bang Isro, singgasana merah nan menawan πŸ˜€

  15. yayats38 April 1, 2011 / 1:57 am

    keren-keren ….
    salut ….
    wajar jika PakDhe menunjuk jadi Juri he he
    Semoga menjadi pemenangnya.
    Salam hangat selalu πŸ™‚

    Choco:

    Aaahhh, Kang Yayat, membuatku tersipu-sipu 😳
    Makasiy, Kang πŸ˜€

  16. Devi Yudhistira April 1, 2011 / 9:31 am

    Yu..nyontek gawe ndongeng anake nyong lah…

    apik banget yu, muga2 menang ya yu…

    Choco:

    Hahaha…. mengko anak-anak sing didongengi, emake sing ngorok πŸ˜›
    Makasiy ya, Jeng….

  17. ndaru April 1, 2011 / 10:51 am

    lhoooo…..itu bukan pelukis barti…juru pametik citra to

    Choco:

    Pametik citra dan sukma, halah…halah… πŸ˜€
    Angel tenan Jeng, gawe dongeng dengan tema teknologi 😳

  18. negerianak April 2, 2011 / 7:49 am

    Tante Choco, aku punya cerita baru tentang dunia alphabet dan dunia warna πŸ™‚

    Choco:

    Waaa, baiklah Kak Lely, aku segera menuju ke sana…. tunggu aku yaaa…. πŸ˜€

  19. kota solo April 2, 2011 / 2:13 pm

    ini artikel buat lomba ya,, semoga menang ya πŸ™‚

    Choco:

    Iyaa nih, makasiy yaaa πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s