Bunting

Pada suatu pagi kudapati ban belakang Xenita kempes pes, abis bis! Waduh, mana aku di rumah seorang diri, buru-buru mo ngantor lagi. Maka segera kupanggil Pak Satpam dan kuminta ganti dengan ban cadangan. Setelah itu berangkat. Keluar tol Cikarang segera kucari tambal ban terdekat. Dan terjadilah percakapan ini.

Tukang tambal : Wah, ini ban bocor kecil-kecil, Teh. Kawatnya udah pada keluar.

Aku                : Wah, kok bisa gitu, Bang? Masih bisa ditambal gak?

Tukang tambal : Susah sih, tuh liat gelembung-gelembung air, ini bocor kecil-kecil. Bannya juga udah nggelembung. Kalo istilah kita ini ban udah “bunting”

Aku (kaget)    : Waks! Bunting? Waduh, sumpah Bang, bukan suami saya yang mbuntingin, lho!

Tukang tambal : $@^&^(*&)(@)(*&&^$%%$@&

 

Catatan: Percakapan ini benar terjadi, dan si tukang tambal ban ketawa ampek kepingkel-pingkel :mrgreen:

Padahal kan garing yak? 😦

Iklan

10 thoughts on “Bunting

  1. advertiyha April 4, 2011 / 1:05 pm

    Wakkakaka,,, ban e kok saingan sama daku, hihihi… 😛

    Choco:

    Ho’oh, bentar lagi melahirkan ban kecil-kecil :mrgreen: Nanti tak bagi satu deh 😀

  2. mas stein April 4, 2011 / 1:32 pm

    mbok diganti tho mbak, ganti mobil maksudnya :mrgreen:

    Choco:

    Psstt, jangan bilang-bilang yaa, dah tak ganti Ferrari merah 😳

  3. Devi Yudhistira April 4, 2011 / 3:08 pm

    duite sopo sing mbok nggo tuku ferari yu…..pencucian uang 🙂

    yakin nek aku tukang tambal-e njenengan tak tawari ban sing wis babaran yu
    ….coba dilihat lagi, bisa jadi itu ban udah lahiran berapa kali, jadi udah kudu pensiun beranak 🙂
    *gagehan bali, takon bojone nganah, sapa sing mbuntingan ban!*

    Choco:

    Wingi duitku tak cuci malah luntur kabeh 😦

    Itu ban wis tak pasangi spiral biar gak hamil mulu :mrgreen:

  4. marsudiyanto April 4, 2011 / 3:11 pm

    Itulah kalau nggak pakai benteng yg kokoh, bisa bunting!.
    kalau bunting jangan dibanting, karna bisa buntung.
    Untung ajah tambal ban terbentang dari bontang ampe lapangan banteng

    Choco:

    Saya gak mbanting-mbanting kok, Pak… lha bannya aja yang gak tahan bunting :mrgreen:

  5. ais ariani April 4, 2011 / 9:22 pm

    Ferrrarrriii?? jangan-jangan bu piet iki koncone MD.. hoooo…. ketahuaaaaan!!!
    bagian terlucu nya adalah menyadari bahwa si tukang tambal ban tertawa terpingkal-pingkal..
    karena yes, memang ini garing
    hehehehehhee

    Choco:

    Pssstt, ojo seru-seru to, Rianiii…. wong aku ndak kenal kok, cuma pernah ketemu di Singapore (ato Thailand yak?), operasi….. :mrgreen:

    Ho’oh, wong garing kok ngguyu, mungkin hanya basa-basi aja 😦

  6. Lidya April 4, 2011 / 10:01 pm

    kalo ban bunting melahirkannya dibulan keberapa ya?hihihi

    Choco:

    Bulan keempat, Jeng, ini baru abis slametan 😀

  7. ais ariani April 5, 2011 / 8:02 pm

    oppperrassssssiiiiiiiii??
    kok aku gak diajaaak?
    aku yo gelllleeeem nooo….
    😀
    hiahahahahhaa

    Choco:

    Untung kau gak ikut, Riani! Operasinya mbak itu sukses,tapi operasiku gagal total. Bukannya mulus malah jadi polka dot 😦

  8. Asop April 6, 2011 / 9:14 am

    Lucu ini, Mbak! 😆

    Dasar, ini harusnya masuk ngupingjakarta. 😀

    Choco:

    Ahaii, coba kau lihat ekspresi si tukang tambal bannya 😆

  9. nh18 April 6, 2011 / 5:03 pm

    Sumpah !!!
    Bukan saya juga Bu …

    🙂

    Choco:

    Eeitss, mesti tes DNA dulu, Om :mrgreen: 😆

  10. zee April 10, 2011 / 1:55 pm

    Tukang ban pun aneh2 aja istilahnya. Masa ban dibilang bunting hehehehe….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s