Iseng Aja · Tak Enak

Makan Malam

Pembicaraan di ruang periksa.

Dokter A : Hmmm, ini saya kasih obat untuk satu bulan ya, Bu. Oya, masih suka makan malam tidak?

Aku        : Masih, Dok.

Dokter A : Owh (sambil tersenyum gimanaa gituu), baiklah ini obat diminum malam setelah makan malam ya, dua tablet sekaligus.

Satu bulan kemudian. Kontrol ke dokter lain karena internis langganan lagi gak ada.

Dokter B : Hasil labnya bagus ini. Saya kasiih obat yang sama ya. Oya, kalo malam masih makan gak, Bu?

Aku        : Eerr, masih, Dok.

Dokter B : Oh, mm porsinya banyak mana, makan siang atau malam?

Aku        : Mmm, siang, Dok 😳

Dokter B : Okay, tabletnya diminum siang aja ya sebelum makan, masih sama sih, sekaligus dua.

Bulan depannya lagi. Kembali ke dokter A.

Dokter A : Wah, hasilnya bagus nih, Bu. Masih makan malam?

Aku        : Masih, Dok.

Bla…bla…bla…

Heiii, apa salahnya sih dengan makan malam? Memangnya perempuan “manis” sepertiku, yang montok ginak-ginuk gini gak boleh makan malam? What’s the problem? Huh! 😡

Bagiku, makan malam itu masih penting. Karena saat itulah bisa makan bareng-bareng. Kalo pagi jelas gak bisa, ‘coz semua grabak-grubuk. Malaikatku cuma sarapan cereal, aku dan kekasihku sarapan di kantor klo sempat. Siang? Sudah pasti makan sendiri-sendiri. Naah, kalo malam baru deh bisa dinner bareng-bareng. Walaupun gak selalu harus duduk manis di meja makan. Dan kedua malaikatku kadang dah maem duluan, tapi moment makan malam itu selalu ditunggu-tunggu. apalagi kayak sekarang, gada pembantu, kadang makan di luar, kadang makan bareng-bareng Yangkung dan Yangti. So, moment yang menyenangkan bukan?

Tapiiii, semi kesehatanku dan demi rasa maluku, mulai nanti malam mencoba untuk tidak makan malam. Padahal kalo nemenin yang lain makan pasti jadi pengen 😦

So, bulan depan kalo kontrol lagi dengan bangga aku akan berkata sebelum ditanya “Saya udah gak makan malam, Dok. Puasss???”