Iseng Aja · Nyam...nyam...sedaaap... · Oooh Indahnyaaa....

Pawone Mbah Tie

Sebuah resto nyaman yang bernuansa sangat Yogya. Tempat parkir cukup luas dan teduh karena naungan pohon beringin di latar kiri dan kanan. Begitu menginjakkan kaki ke lobby langsung disambut alunan gending Jawa serta sesekali nyanyian perkutut yang ingin terlibat dalam panggung live music itu. Seorang gadis manis berkebaya akan segera mengantar kita untuk memilih tempat yang nyaman.

Dinding lobby penuh hiasan bukan lukisan, Kawan, tapi kerajinan kruistik (tau kan?) yang dibuat oleh tangan Mbah Tie, seorang nenek yang telah menginspirasi cucunya untuk membuat resto ini. Keluar lobby kita akan diantar menuju halaman belakang, di mana terdapat saung-saung nyaman untuk berisitirahat sambil menikmati hidangan. Ratusan tanaman anggrek dan mawar juga melati (bunga kesayangan Mbah Tie) sangat mempesona, menyejukkan mata yang lelah. Pepohonan dan rimbunnya paku-pakuan ada di setiap pintu saung. Aah, pokoke wuenak tenan, semilir angin mempermainkan poni-poni lucu anak-anak kita. Hmmm…..

Sekarang kita tengok menunya. Semua masakan adalah resep turun-temurun yang diciptakan dari tangan seorang ibu untuk anak-anaknya, seorang nenek untuk cucu kesayangan. Semua diolah dengan kelembutan tangan dan tentu penuh cinta. Kalo sudah menikmati makanannya, maka ingatan kita akan melayang pada masa-masa kecil kita, masa-masa ketika belaian tangan seorang nenek menyejukkan hati yang gundah, tembang lembut yang mengantar tidur, usapan sayang saat air mata bergulir di pipi, atau bahkan hanya secangkir coklat panas tanpa kata-kata ketika kita pulang kehujanan. Duh, aku jadi rindu sama Mbah Tie ku sendiri 😦

Oya, menunya ya? 😛  Yuuk, mari kita lihat.

Lauk Utama:

  • Gudeg Manggar dan Sambal Krecek
  • Asem-asem Sandung Lamur
  • Sayur Bobor Sambal Jenggot
  • Semur Bola Daging Cincang
  • Tahu Tempe Bacem
  • Misoa Kuah Telur
  • Sate Ayam
  • Ayam Goreng Sambal Bajak
  • Bandeng Bumbu Bali
  • Garang Asem
  • Sup Ayam Kacang Polong

(sementara itu yang aku ingat)

Senup (nek boso londone Tea/Coffee Break untuk dinikmati jam 4 sore, nulisnya kalo gak snup ya snoop, lali):

  • Carang Gesing
  • Pipis Kopyor
  • Rujak Degan
  • Ketan Tempe Bacem
  • Bubur Sumsum
  • Soes dengan Vla Vanilla
  • Gethuk Lindri (nggiling sendiri lho)
  • Lemet
  • Resoles
  • Kroket
  • Bubur Kacang Hijau
  • Puding Coklat Vla Susu
  • Jadah Tempe (gak pake haram)

Cemilan:

  • Kacang Telor (mbikin ndiri)
  • Stik Keju
  • Peyek Kacang (renyah dan tipis)
  • Kue “S”emut (yang ini beli sih)

Ah, sungguh puas makan di sini. Ketika tiap hari hanya disuguhi makanan siap saji atau sayur asal jadi, maka menikmati sayur bobor itu sungguh nikmat tiada tara. Rasanya kantin di kantor atau masakan mbak jadi hambar di lidah. Apalagi kalau sudah menikmati asem-asemnya itu, atau gudeg manggarnya. Trus ditutup dengan carang gesing dan rujak degan.

Sayang sungguh sayang, itu semua baru cita-cita. Ingin segera kuwujudkan, apa daya tangan tak sampai. Gimana mo mewujudkan, ha wong masak air aja dicicipi dulu baru PD 😦

Mbah Tiiiiiiee, aku rinduuuuu masakanmu 😥 Semoga engkau bahagia di surga…. I love you….