Cari Solusi · Nimbrung Mikir

Angka yang Selalu Mengejar

Angka tak pernah lepas dari kehidupan. Setiap orang yang bernafas pasti selalu diikuti angka. Umur adalah angka. Rupiah-rupiah yang dipungut dan dikumpulkan tiap bulan dengan tetesan keringat pun berupa angka. Waktu adalah perwujudan dari angka. Ukuran adalah angka. Raport adalah kumpulan angka yang menentukan kelulusan. Bahkan kadang angka membuat manusia tertekan! Target! Target pencapaian adalah angka yang harus dipresentasikan. Dan itu menentukan prestasi bukan? Uff!

Angka pencapaian tahun lalu hanya 95%, masih kurang 5%. Harusnya tak mengapa? Masih boleh tersenyum walau tipis? Tapi tetap saja judulnya tidak mencapai target! Lagi-lagi angka yang menentukan prestasi. Sekalipun sudah bekerja maksimal. Penuh dedikasi, diiringi air mata darah dan cucuran keringat, mengorbankan kesenangan, tetap saja angka yang berbicara.  Performamu ditentukan oleh sederetan angka yang menyebalkan. Seratus persen adalah keharusan. Lebih dari seratus persen adalah pujian dan tepukan di bahu. Kurang dari 100% adalah cemooh dan cibiran.

Angka, manusia takkan pernah terlepas darinya. Angka kian dan selalu akan mengejar. Tinggal bagaimana kita menikmati kejaran angka itu. Mau bersantai atau berusaha keras, itu pilihan. Karena angka jugalah yang akan menentukan. Namun adakah angka sempurna? Takkan pernah ada. Karena bahkan angka tertinggi pun membutuhkan pengorbanan untuk mendapatkannya. Dan angka yang paling rendahpun membuahkan kesakitan pada akhirnya. So, apakah angka telah memperbudak kita? Entahlah, karena hidup memang tak pernah lepas dari angka.

Horeee….. ikutan ASKAT nya Pakdeee….. 😉

Wish me luck….