Dongeng insomnia · Iseng Aja

Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 9

Episode 9 : Dan Langit pun Runtuh

Nancy melambaikan tangannya melepas kepergian Dewi menyambut masa depannya. Sementara Dewi dengan suka cita menjalankan mobilnya. Sebentar lagi ia akan membuat kejutan untuk Juna. Akhirnya Mama merestui hubungan mereka dan ia siap mengikuti kemanapun Juna membawanya. Senyum tak hilang dari bibirnya hingga ia berdiri di pintu apartemen Juna. Ditekannya bell sekali. Tangannya sibuk merapikan rambut panjangnya. Dewi ingat betul pesan Mama dulu untuk membuat Juna jatuh hati lalu tinggalkan hingga Juna hancur. Tapi kini ternyata ia benar-benar jatuh cinta pada Juna. Misi jelas telah gagal. Sementar Mama masih dendam pada Bimo, sebaliknya Bimo pun selalu curiga pada Nancy.

Untunglah Mama mau mengerti perasaannya, bisik Dewi dalam hati. Tak ada tanda-tanda pintu terbuka. Sekali lagi Dewi memencet bell. Lima menit berlalu. Sekali lagi ia memencet bell. Kepanikan mulai melanda. Ke mana Juna? Segera ia menghubungi ponselnya. Tidak aktif. BBM pun ia kirim. Tak ada respon. Juna oh Juna, kemana kau pergi? Telpon ke Sonya. Sudah seminggu Juna tidak muncul di Nirwana, begitu jawaban yang ia peroleh. Telepon ke rumah Menteng? Tidak mungkin.

Lemas Dewi melangkah. Air mata mulai membanjiri pipinya. Kemana kau pergi Juna, kekasihku? Ajak aku bersamamu. Ke belahan dunia manapun yang kau suka, asal itu bersamamu. Dewi menangis dalam diam.

*************************************

Lanjutkan membaca “Marni, Bakul Jamu Eksekutif – 9”