Reshuffle

Hari ini panas sungguh membara. Debu beterbangan digulung angin kencang. Hujan yang belakangan ini turun entah mengapa tak mau mengguyur lagi. Tapi biar panas dan debu seperti kabut tak menyurutkan langkahku menuju warung Yu Minah. Untunglah warung Yu Minah ini tertutup dan cukup higienis jadi aku gak kuatir kena tipes. Warungnya sepi, siang-siang gini emang paling enak bergulingan di kamar yang dingin.

“Yu, bikinkan rujak ulek, dong!” Seruku tentu setelah mengucap salam dan langsung duduk manis di bangku favorit. Yu Minah meletakkan koran yang sedang dibacanya.

“Berapa bungkus, Jeng?” tanyanya sembari menyiapkan ramuan bumbunya.

“Satu bungkus aja. Lagi mbaca apa to, Yu? Kok kayaknya serius banget.”

“Itu lho, Jeng soal reshuffle kabinet. Koran, TV kok isinya mbahas itu semua. Emangnya artinya apa to, Jeng?”

“Waduh, kok nanya saya? Lha sama ndak mudengnya to, Yu? Kalo arti harfiahnya sih pengocokan kembali, tapi apanya yang dikocok? Emang arisan? Jadi ya kira-kira artinya perubahan susunan kabinet gitu,” jawabku yang sumpah mati sok tau banget!

“Ooo, gitu to. Eh, sik…sik… lha dulu kayaknya pernah diubah juga ya, Jeng? Yang Kabinet jilid 2 itu? Berarti nanti kalo reshuffle lagi jadi jilid tiga ya, Jeng?” tanya Yu Minah sambil ngulek dengan hebohnya.

“Wah, ya ndak tau, Yu, itu kan periode yang dulu. Emangnya komik pake jilid-jilid? Kalo buat emak-emak kayak kita ini, Yu, ndak penting mau reshuffle bolak-balik, mau siapa aja yang menjabat, mau dari partai apa ato profesional mana, yang penting negri aman dan tentrem, harga-harga stabil, jangan cuma gonta-ganti tapi ndak ada perubahan apa-apa malah tambah gak karuan,” sahutku yang lagi-lagi sok taunya amit-amit gak ketulungan! Moga-moga gak ada orang pinter yang denger obrolan kami ini.

“Bener itu, Jeng. Buat saya yang penting harga cabe ndak gila-gilaan kayak waktu itu. Lha saya ndak bisa jualan to?” Yu Minah sibuk mengaduk-aduk keranjang buahnya.

“Nyari apa to, Yu?” tanyaku melihatnya sibuk.

“Hihihihi….ini Jeng, nanasnya habis. Tak banyakin kedondongnya aja ya?”

“Yee, kok abis? Itu kan buah kesukaanku, Yu!” seruku kecewa.

“Lha, katanya ndak penting mau reshuffle? Emangnya kabinet doang yang di reshuffle, rujak juga boleh to? Yang penting kan jadinya tetep rujak dan enak to?” bujuk Yu Minah ngeles sambil cengar-cengir. Ih, nyebelin deh! Rujak kok di reshuffle!

“Ini, monggo Jeng, rujaknya. Jangan cemberut to, besok kalo ke sini lagi tak ganti deh nanasnya,” rayu Yu Minah. Kuterima bungkusan rujaknya lalu kurogoh tas tanganku mencari-cari uang untuk membayar. Lalu kuserahkan segenggam receh lima ratusan yang baru kutukar di warung Ngkoh buat persiapan bayar tol besok.

“Nih, Yu.”

“Wee ladhalah, kok gopekan semua gini to, Jeng?”

“Emangnya rujak doang yang di reshuffle? Yang penting jumlahnya tetep sepuluh ribu to?”

:mrgreen:

Iklan

18 thoughts on “Reshuffle

  1. LIdya Oktober 16, 2011 / 10:30 pm

    reshuffle pakai jilid kaya Marni ya πŸ™‚ kapan sambungannya lagi mbak?

    choco:

    Hihihihihi….bersambung terus ya, Jeng. Segera tayang, maap ya kelamaan πŸ˜€

  2. mandor Oktober 17, 2011 / 9:00 am

    yang penting negara bisa jalan. Atau “Asal bisa jalan” ?
    Sebuah pertanyaan muncul ketika orang-orang yang dipilih lebih memetingkan kelompoknya, organisasi maupun balas budi

    choco:

    Waduh, moga ndak asal bisa jalan ya, Pak Ndor 😦
    Balas budi ya? Mo gimana lagi, hari gini mana ada yang gratis πŸ™‚

  3. @yankmira Oktober 17, 2011 / 12:35 pm

    hihihih, tukang rujak pun bisa adu strategi ya jeng πŸ™‚

    choco:

    Yu Minah itu cuma asal ngeyel, mau menang sendiri, Yank 😦

  4. nia/mama ina Oktober 17, 2011 / 12:49 pm

    sadaff….aku juga lagi makan rujak ulegnya Yu Minah nech hehehe…….

    choco:

    Aw…aw…siang-siang ngerujak, mantap, menghilangkan ngantuk ya, Mam πŸ˜€

  5. Orin Oktober 17, 2011 / 1:07 pm

    Mau duuuunkkk…rujak reshuffle-nya Yu Minaaaah *slurup*

    choco:

    Hahahaha…. belon dilantik, Orin San, masih diulek dan diramu πŸ˜›

  6. nandobase Oktober 17, 2011 / 1:33 pm

    Asal rujaknya jangan di reshuffle jadi capcai aja. πŸ™‚

    choco:

    Hahahaha…. ini kan kabinet buah-buahan, Mas, kelompok sayuran ndak masuk πŸ˜†

  7. marsudiyanto Oktober 17, 2011 / 4:47 pm

    Jangan2 komen saya di reshuffle… πŸ˜€

    choco:

    Asli, ndak tak apa-apain, Pak Mars πŸ˜€

  8. oriie rianzi Oktober 17, 2011 / 5:27 pm

    salam kenal

    choco:

    Salam kenal juga, makasiy dah berkunjung πŸ™‚

  9. ciid Oktober 17, 2011 / 9:43 pm

    yg jualan rujak gaul abis sampe rujakna disamain anggota dewan –”

    keren πŸ˜€

  10. bensdoing Oktober 17, 2011 / 9:47 pm

    mentang2 habis ‘ngereshuffle’ celengan πŸ˜€ byr tkg rujak ceban pke duit gope’an semua :mrgreen: pis

    choco:

    Wakakakaka…. nuduh kok pas! πŸ˜†

  11. Asop Oktober 17, 2011 / 9:54 pm

    Aduh, mikirin politik bikin tambah pusing! 😦

    choco:

    Wis, nikmati rujaknya saja, Sop πŸ˜€

  12. Mood Oktober 17, 2011 / 11:06 pm

    Betul kata Mas Asop, mending rujaknya dibungkusin satu lagi, buat dikirim kesaya πŸ˜›

    choco:

    Sipp, rujaknya nanti tak email, Bang πŸ˜€

  13. Mabruri Sirampog Oktober 18, 2011 / 6:14 am

    hahaha,,,
    saya mah ga mikirin cerita reshufflenya..
    yg penting bisa dibikin ketawa sama yu minah… hahahah
    Jangan2 nanti bikin brand rujaknya jadi RUjak Reshuffle.. hahaha

    choco:

    Rujak Bersatu, Mas Brur 😳

  14. Dhenok Habibie Oktober 18, 2011 / 7:25 am

    hahahahaha, yang penting mah reshuffle.. tiap berkunjung tempat mbak Choco, makin penasaran dengan rujaknya yu minah.. hmm, come here yu minah.. πŸ˜€

    choco:

    Sabar, Dhe, kapan-kapan tak upload rujaknya πŸ˜€

  15. Pencerah Oktober 18, 2011 / 11:45 am

    bagaimana kalau yang di reshuffle para koruptor sadja

    choco:

    Kalo koruptor disuruh kerja paksa aja, Mas πŸ˜€

  16. Dewifatma Oktober 19, 2011 / 1:04 pm

    Biasanya, kalo laporan bulananku nggak cocok sama keinginan si Bos, aku juga me reshuffle-nya kok, Mbak πŸ˜€

    *pssstt… jangan bilang-bilang ya?*

    choco:

    Hoooiii Bosss, ada yang menyulap data neeeh…. πŸ˜›

  17. rusydi Oktober 26, 2011 / 3:51 am

    ya neh kodisi panas, reshufle juga nambah panas. semua pengen reshuffle. reshufle goreng, reshuffle isi teri, dll

    choco:

    Qiqiqiqiq….. maksude resoles ya, Mas πŸ˜†

  18. Imelda Oktober 26, 2011 / 3:58 pm

    hihihi selalu suka baca cerita Yu Minah yang bijaksana
    Rujak Reshufle boleh juga tuh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s