Selamat Jalan Pak Lukito

Setelah kehilangan sosok guru beberapa waktu lalu, maka Jumat 21 Oct 2011 lalu kembali aku kehilangan sosok guru SMP yang baik dan bijak. Beliau adalah Pak F.X. Lukito. Beliau bukan cuma seorang guru bagiku atau Kepala Sekolah yang disegani, Kawan. Karena beliau juga eyangku, adik bungsu almarhum Mbah Kakung 😦

Sosok Pak Lukito adalah orang yang berjasa bagi keluarga kami. Menurut cerita Ibunda, puluhan tahun lalu ketika Papa dan Ibu baru pindah dari Yogya dengan kakakku yang baru berumur beberapa bulan, Pak Lukito dan Bu Lukito inilah yang sering membantu keluarga kami. Beliau sering mengirim telur ayam kampung setiap hari untuk kakakku (makanya mbakayune jadi orang pinter 😀 ). Atau seringkali menjenguk dengan membawa ini itu, maklumlah orang tua kami ketika itu adalah pasangan muda yang masih merintis 🙂

Pak Lukito ini, Kawan, selain Kepala Sekolah juga mengajar Fisika (pelajaran yang paling aku benci, ‘coz kecerdasanku yang sangat pas pasan 😦 ). Sedangkan ibu Lukito adalah guru matematika yang sangat pintar memberikan trik-trik mudah menyelesaikan soal matematika 😀 Tapiiiiiii, jangan salah. Itu tidak berarti nilaiku bagus di mapel itu 😦 (Kalo matematika masih mendingan sih 😀 ). Bukan karena aku cucunya maka serta merta aku dipermudah. Hohohoho…. boro-boro, Kawan. Bahkan memberikan les pun mereka tidak mau. Mereka tidak mau dianggap tidak adil atau KKN. Maka kami, cucu-cucunya pun berjuang sendiri, malu kalo dapat nilai jelek 😀 Sungguh patut dihargai prinsip mereka berdua.

Selama seminggu Pak Lukito dirawat hanya didampingi istri tercinta. Lima orang putra-putri Pak Lukita tersebar di Jawa, Sumatra, dan bahkan ada yang sedang menuntut ilmu di Jepang. Sehingga hanya sekali menengok orang tua tercinta mereka. Untunglah Pak Lukito dirawat di RS yang dipimpin oleh Mbakyu saya sehingga ada yang mengurus.

Sedih, kaget, terharu, sekaligus tak berdaya ketika mendengar berita itu. Tak berdaya karena aku tak bisa datang ke sana (kedua malaikatku sedang ujian). Tapi doa akan selalu ku kirim. Semoga segala dosa diampuni dan amal ibadah diterima di sisi Allah. Untuk Bu Lukito, yang kehilangan belahan jiwanya, yang kini harus sendiri menghabiskan sisa hidup 😦 , semoga diberi ketabahan.

Selamat jalan Pak Lukito, guruku, mbahku tersayang. Doa kami mengiringi kepergianmu…..

Iklan

10 thoughts on “Selamat Jalan Pak Lukito

  1. Imelda Oktober 26, 2011 / 1:10 pm

    Turut berduka….
    Bisa membayangkan hari tua dengan anak-anak yang tinggal di tempat-tempat jauh…. duh.
    (apalagi baca ada yang di Jepang…hiks)

    choco:

    Terimakasih atas perhatiannya, BuEm…
    Iya, putra tertua sedang melanjutkan study di Jepang.

  2. Mabruri Sirampog Oktober 26, 2011 / 2:23 pm

    Innalillahi wa inna ilaihi Rojiun..
    turut berduka, semoga amal ibadahnya diterima di sisi Allah

    choco:

    Terimakasih doanya, Mas Brur 🙂

  3. Orin Oktober 26, 2011 / 4:35 pm

    Innalillahi…ikut mendoakan Pak Lukito mendapat tempat terbaik di sana..

    choco:

    Makasiy doanya, Orin San 🙂

  4. Ginting Oktober 26, 2011 / 7:49 pm

    Tank’s for siswa,anak, cucu yg baik…

    choco:

    Terimakasih 🙂

  5. maminx Oktober 27, 2011 / 8:59 am

    innalillahi wa innailahirojiun. turut berduka cita ya mbak. semoga almarhum diterima di sisi-Nya, amin..

    choco:

    Makasiy doanya, Minx 🙂

  6. advertiyha Oktober 27, 2011 / 11:20 am

    innalillahi wa inna illaihi roji’un..
    moga amal ibadah yang kung Lukito diterima dan diberikan tempat terindah disisiNya…

    dirawat di tegal kah??
    atau mbak ayumu sudah pindah RS?

    salam kangen sist…

    choco:

    Makasiy ya, Say… 🙂
    Iya, beliau dirawat di Tegal.

    Miss you too…

  7. bensdoing Oktober 27, 2011 / 11:57 am

    seorang guru adalah penebar ilmu…
    sungguh beruntung orang yg berilmu dan kemudian membagi ilmunya buat org banyak…
    tentu pahalanya akan terus mengalir buat dirinya….
    semoga diberi kelapangan ditempat-Nya nnti…..

    choco:

    Dan almarhum adalah guru yang jujur, sederhana dan baik hiks…
    Terimakasih doanya, Mas 🙂

  8. edi Oktober 27, 2011 / 8:35 pm

    Semuanya adalah milik Allah, dan kepadaNya semua akan kembali..

    Turut berduka-cita

    choco:

    Betul. Terimakasih, Mas 🙂

  9. Emanuel Setio Dewo Oktober 28, 2011 / 10:40 am

    Hiks, iya sangat kehilangan. Papah & Ibu juga tidak bisa ke sana. Banyak sekali kenangan manis bersama keluarga Pak Loekito. Termasuk hilangnya daku yg ternyata pulangnya ke rumah Beliau bersama Wisnu. Hihihi…

    Selamat beristirahat Eyang Loekito.

  10. Lidya Oktober 28, 2011 / 12:51 pm

    Turut berduka cita mbak

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s