Cari Solusi · Cintaku · Iseng Aja

Uang Jajan

Laporan pertanggungjawaban uang saku 😀

Aku            : Guanteng, tadi beli apa di sekolah?

Guanteng : Beli Pop Mie, Bunda, tapi yang kecil kok. Gak papa kan?

Aku             : Gak papa, kan cuma sekali-sekali. Berapa harganya?

Guanteng  : Empat ribu.

Aku             : Ooo, kalo uangnya lima ribu jadi berapa kembaliannya?

Guanteng : Seribu dong.

Aku            : Trus kembaliannya Kakak belikan apa lagi?

Guanteng : Gak beli apa-apa.

Aku            : Bagus, nanti Kakak tabung yaa….

Guanteng : Gak bisa, Bunda, udah Kakak kasih mbak yang jual di kantin.

Aku            : Hah? Kok dikasih, kenapa emang?

Guanteng : Yaa Kakak males aja bawa-bawanya.

GUBRAKKK!!!

Sebetulnya memberi uang jajan kepada anak itu perlu tidak ya? Dengan kejadian di atas menurutku sih perlu ya, tidak harus besar namun cukup untuk sekedar membeli susu kotak di kantin.

Sejak kelas 3 kedua malaikatku bersekolah sampai jam 14.30. Tentu aku bawakan bekal makan besar dan snack. Pada awalnya aku tidak pernah memberi uang jajan, sampai pada suatu kali Cantik mengeluh minumnya kurang tapi mau beli air mineral tak punya uang 😦 Untunglah ada teman yang baik hati mau membelikan. Sedih gak sih? Huwaaa….. aku merasa jadi ibu yang tak berguna (lebaaaayyy….kumaat lebaynyaaa…).

Selain itu, sooner or later anak-anak memang harus diajarkan transaksi jual beli. Kalo tidak kejadiannya bisa seperti Guanteng. Masa uang kembalian kok dibalikin lagi ke yang juwal. Dan ternyata gak sekali Guanteng begitu, selanjutnya masih diulang pula. Mulai deh emak-emak macam aku ni menguliahi Guanteng, tapi dengan penuh kasih sayang kok 😀 Salahku juga, sudah sebesar itu kedua malaikatku gak kukenalkan pada uang. Bahkan sampai sekarang Guanteng kalo megang uang kertas nampak kaku, dipegang lembaran gitu bukannya dilipat rapi masuk kantung. Beda dengan Cantik yang rapi, pakai dompet, dan ngerti sekali soal uang (asli, yang ini persis bapake 😛 ) Mungkin karena aku mengenalkan uang lebih awal pada Cantik.

Nah, kembali ke kebijakan tiap orang tua. Bagiku, membekali uang pada anak di samping bekal makanan tetap perlu. Secukupnya saja 5000 – 6000 rp saja (bagusnya pecahan seribuan aja 😛 ). Jangan kebanyakan, nanti konsumtif dan menggampangkan uang. Tentu dengan wanti-wanti hanya boleh jajan di kantin dan harus snack atau susu atau air mineral. Dan seringkali malah beli mainan 😛

PS. Gambar diambil dari Google