Hujan

“Mengapa kamu bersembunyi melihatku?’ Tanyamu padaku. Aku tersipu dan merapat pada pohon beringin besar ini.

“Kan hujan, memang kamu gak merasakan?” Jawabku sekaligus bertanya.

“Kamu aneh, langit cerah begini kok dibilang hujan. Lihat, jutaan bintang ada di atas sana.”

“Tapi, mengapa ada air mengalir di pipiku?” Tanyaku heran sembari mengusap pipiku.

“Kamu menangis,” jawabmu lirih sambil membelai pipiku.

“Mengapa aku menangis?” Tanyaku tak mengerti.

“Karena sudah bertahun-tahun aku meninggalkanmu di sini.”

“Benarkah? Lalu mengapa sekarang kau datang?”

“Karena kita sudah berada di alam yang sama,” jawabmu dan pipimu pun basah.

Dan akupun berganti mengusap pipinya. Kami bergandengan tangan menuju tanah merahnya, yang masih basah.

Iklan

15 thoughts on “Hujan

  1. Agung Rangga Desember 12, 2011 / 4:06 pm

    hujan…
    kita punya hujan sendiri ya ternyata… πŸ˜₯

    choco:

    Hujan air mata πŸ˜€

  2. Dewifatma Desember 12, 2011 / 4:39 pm

    Kok kesannya sedih dan muram, Mbak? 😦

    choco:

    Muram dan seram, maklum terbawa suasana hujan deras dan gelap gak gulita di kantor πŸ˜›

  3. ~Amela~ Desember 12, 2011 / 4:47 pm

    aih.. tulisannya selalu aja keren2 euy

    choco:

    Aiih, Melaaa 😳

  4. Mabruri Sirampog Desember 12, 2011 / 7:38 pm

    pohon beringin??
    sudah berada di alam yg sama??
    ini setingannya di kuburan ya bu,,, πŸ˜€ πŸ˜€

    choco:

    Pinggir kuburan, MasBrur πŸ˜›

    (bar kuwi aku wedi dewe 😦 )

  5. Lidya Desember 12, 2011 / 10:18 pm

    duh mudah2an hanya cerita ya mbak

    choco:

    Fiksi kok, Jeng πŸ˜€

  6. Orin Desember 13, 2011 / 10:11 am

    Suka…suka…sukaaaa..

    choco:

    Makasiy…makasiy…makasiy… πŸ˜€

  7. @yankmira Desember 13, 2011 / 2:16 pm

    seperti sedang menyiratkan sesuatu, apakah dalam mimpi? πŸ˜€

    choco:

    Wah, mimpi buruk niy πŸ˜€

  8. nia/mama ina Desember 13, 2011 / 3:59 pm

    hmmm…ceritanya sedihh sepertinya….

    choco:

    Sedih dan seram, Mam πŸ˜€

  9. sulunglahitani Desember 15, 2011 / 12:19 pm

    ya ampun, kok saya meleleh ya bacanya? πŸ˜€

    choco:

    Waaa, buruan masuk kulkas biar beku lagi πŸ˜€
    Thanks yaa…

    .

  10. choirul Desember 15, 2011 / 1:03 pm

    kirain settingnya tuh di alam kubur sana lho…. keren banget tulisannya

    choco:

    Gak kok, masih di pinggir kuburan aja hihihihihihi…. πŸ˜›
    Makasih, yaa….

  11. lozz akbar Desember 15, 2011 / 9:54 pm

    halaaah aku kok apes banget ya.. kapan hari mesti lepasin sendal dulu pas masuk, eh sekarang disuguhi horor malahan hehe

    choco:

    Huihihihihihi….mangkanya rajin main di mari, Uncle, biar ndak ketemu sing ra enak πŸ˜›

  12. honeylizious Desember 16, 2011 / 4:14 pm

    postingan hari ini kok hilang? πŸ™‚

    choco:

    Tersapu banjir, Hon πŸ™‚

  13. yustha tt Desember 17, 2011 / 6:05 pm

    ketemu di alam yg sama deh.. yuk jgn nangis, kn udah ketemuan lg…
    jln bersama menuju surga dunk… ^^

    choco:

    Ke api penyucian dulu, Jeng πŸ˜›

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s