Cintaku · Dongeng insomnia · Fiksi Kilat · I feel blue

Aku Pulang

Sendiri aku menatap langit dari atas bukit. Berjuta bintang atau mungkin bermilyar, tak kuasa aku menghitungnya mengilaukan seluruh angkasa raya. Sementara dari jauh terdengar senandung merdu penuh rindu. Akupun rindu. Akupun sendu. Sebuah bintang jatuh, turun tepat di hadapanku. Kilaunya membutakanku.

“Mengapa kau menatapku terus menerus?” tanya bintang itu padaku.

“Aku…aku mengharap datangnya tanda itu lagi,” jawabku malu. Bintang meredupkan cahyanya dan aku membuka mata. Indahnya!

“Tanda itu selalu ada, meski tak selalu ada padaku,” kata Bintang lembut dan merdu.

“Aku tahu. Dia akan selalu mengundangku meski tanpamu. Tapi… tidakkah Ia juga mengundang orang-orang yang kucintai?” tanyaku lirih.

Bintang sedikit berpendar lalu meredup.

“Bagaimana Ia akan mengundang mereka jika kau pun tak selalu menyambut undanganNya?”

Aku tertegun. Hatiku hampa. Air mata bergulir di pipi dan jiwaku. Pedih mengoyak jantungku, mengiris nadiku. Aku menangis tanpa suara.

“Sudahlah. Cintailah mereka sepenuh hatimu, namun ingat, Ia juga mencintaimu dan keluargamu lebih dari cintamu. Terimalah seluruh curahan cintaNya dan penuhi undanganNya,” hibur Bintang.

“Marahkah Ia padaku?”

“Pernahkan Ia memarahimu? Bukankah segala yang kau pinta diberiNya? Bukankah segala yang kau butuhkan dipenuhiNya? Bukankah sedihmu selalu dihiburNya? Sakitmu selalu disembuhkanNya?” Bintang balik bertanya.

Air mataku jatuh berderai-derai. Dadaku sesak terhimpit beban sebesar gunung.

“Pulanglah. Ia takkan pernah meninggalkanmu meski kau tak selalu penuhi panggilanNya.”

Aku berterimakasih pada Bintang lalu berlari menuruni bukit. Maafkan aku. Tapi aku akan selalu pulang padaMu. Terimakasih atas cintaMu.

Merry Christmas

God always bless you πŸ™‚

7 tanggapan untuk “Aku Pulang

  1. Aku juga mau ikut Pulaaaang!!!! Semoga Dia mau menerimaku juga.
    Merry Christmas choco

    choco:

    Pasti Dia mau menerima kita, BuEm, pintu selaluuuu terbuka lebaaaar πŸ˜€
    Entah mengapa saya selalu melow kalo Natal tiba πŸ˜₯

    Merry Chirstmas, BuEm…. *big hug*

    1. Seketika sang “aku” berlalu, sang bintangpun bergegas, kembali membubung tinggi berkumpul bersama milyaran bintang – bintang lain segolongannya yang bertebaran riuh diseluruh mayapada. Sesaat seketika langit serasa hening, tiba – tiba menggelegarlah saura berat yang membahana dari sesosok makhluk berbentuk ganjil berkulit merah membara bermata empat dan bertanduk tiga…

      “Wahai engkau budakku yang setia, sudahkah kau lakukan tugasmu seperti yang kuperintahkan kepadamu hari ini ?…”

      “Sudah yangmulia, sudah kusambangi pengikutmu yang sedikit rapuh. Sudah kuperkuat lagi kesesatan kepadanya agar ia tetap didalam gelapmu sekarang dan selama – lamanya…” jawab sang abdi setia seraya bergetar karena takutnya.

      “Lalu dengan apa kau perkuat kegelapanku di hatinya ?…” tanya si empunya suara.

      “Dengan kidung dan dendang puji – pujian yang memabukan yangmulia, dengan keindahan semu akan makna kata kasih yang sempit dan janji palsu akan penebusan dosa seperti yangmulia titahkan kepada kami…” jawab sang bintang tetap dengan getar takutnya.

      “Bagus… bagus… lalu menurutmu apakah ia akan tetap menjadi pengikutku yang setia selama – lamanya ?…” tanya sang empunya suara lagi.

      “Sepertinya ia harus terus diperkuat dengan aura gelapmu yangmulia, sebab ia dikelilingi oleh orang – orang yang mencintainya tetapi tidak mencintaimu yangmulia…”

      “Lalu mengapa tidak kau jadikan pula orang – orang tersebut sebagai pengikutku yang setia !…” ujar sang empunya suara gusar sehingga dari keempat matanya bersemburan api membara laksana air mata.

      “Sudah kami coba yangmulia, bahkan kami berganti – ganti datang menyambangi mereka, tetapi mereka tetap dengan tauhidnya yangmulia, mereka sudah tahu muslihatmu meski engkau telah merubah diri menjadi tiga…” jawab sang bintang yang meredup dari cahaya yang berkilau menjadi hitam pekat dikarenakan takutnya.

      Maka murkalah sang makhluk ganjil bertanduk tiga, dengan sekali jentik musnahlan sang bintang abdi setia seketika…

      choco:

      πŸ˜₯

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s