Lamaran

Ibu girang sekali menata pernak-pernik lamaran. Semua barang-barang itu ditata dalam kotak-kotak berhias.

“Ibu bahagia sekali, Nak, akhirnya kau mau melepas masa lajangmu. Sudah mapan lahir batin, tinggal pernikahan ini yang Ibu nantikan,” ujar Ibu penuh bahagia.

“Sri memang gadis cantik, pantas sekali buatmu, meski Ibu belum terlalu mengenalnya,” lanjut Ibu, “Tapi Ibu yakin Sri gadis yang baik…..”

“Bu…,” potongku. Tapi Ibu tak menggubris. Diteruskannya saja bicaranya.

“Aduuh, cantik sekali kebaya ini. Langsing, warnanya lembut, ahh pasti cocok dengan kulit Sri yang langsat.”

“Bu…,” potongku lagi. Dan Ibu terus saja bicara.

“Tenang, Nak, meski Ibunya janda dan masih muda toh Ibu dan Bapakmu ini tidak mempermasalahkan. Mereka nampak dari keturunan baik-baik.”

“Tapi Bu….”

“Yang penting kamu bahagia, perbedaan umurmu yang jauh dengan Sri tidak masalah. Lebih baik malah mendapat istri yang jauh lebih muda. Kamu bakal diurus dengan baik.”

Ibu terus saja bicara dan bicara. Hingga dengan terpaksa kutegur dengan suara keras.

“Ibu!”

Ibu menghentikan senyum dan kegiatannya. Wajahnya terheran-heran menatapku. Maka aku bersimpuh di kakinya.

“Bukan Sri yang aku minta Ibu lamarkan. Tapi Ibunya, Bu,” bisikku lirih.

******

P.S. Gambar dipinjam dari Google

Iklan

11 thoughts on “Lamaran

  1. Lidya Desember 27, 2011 / 11:17 am

    toeeeeng, ibunya langsung pingsan ya 🙂

    choco:

    Sudah diangkut ke UGD, Jeng :mrgreen:

  2. nh18 Desember 27, 2011 / 12:41 pm

    Aaahhh …
    sama aja …
    yang penting perempuan kan ?
    qiqiqiq

    Salam saya Bu Choco

    choco:

    Iya, Cyin, dia kan perempuan asli bow, emangnya eikeh perempuan jadi-jadian iihhhh…. 😛

    (terbirit-birit)

  3. yustha tt Desember 27, 2011 / 1:09 pm

    hihihihihi…….dan aku tertawa geli…

    choco:

    Aku jugak hihihihihihi….

  4. lozz akbar Desember 27, 2011 / 3:57 pm

    Lah trus anake dapat sapa mbak? piye kalau dengan saya saja si Sri 🙂

    choco:

    Sriiii…oooiiii…. ada Uncle Lozz mau nglamaaarr…. 😛

  5. Imelda Desember 28, 2011 / 3:55 pm

    hmmm untuk ibunya janda, kalau bukan? ITU MASALAH BESAR! hihihi

    choco:

    Wahahahaha….langsung ICU, BuEm :mrgreen:

  6. Devi Yudhistira Desember 30, 2011 / 3:22 pm

    aseeemmmm…..yuuuu yuuu……hahaha, gemes aku!!!

    choco:

    Qiqiqiqiqiq….asem kecut yo, Jeng 😀

  7. niar_cilukbaa Januari 3, 2012 / 3:31 pm

    hahaaha…ngakak baca nya, tipas seneng sama sri ternyata ama ibu nya sri.. sri sri ndang balio toh, xixixixi… :p

    choco:

    Sri ne wis mulih ndek Lebaran wingi 😀

  8. Orin Januari 4, 2012 / 2:05 pm

    bwuahahaha…. sukanya yg udah matang ya qiqiqiqi

    choco:

    Sukanya yang matang menjelang bosok, Orin :mrgreen:

  9. advertiyha Januari 4, 2012 / 3:14 pm

    bagus gak usah ngarbit lagi, mateng pu’un… hehhe…
    ini nyata, daku ada satu cerita, dulu ada yang kerja dirumah kakakku, cowok, masih kecil (baru 18 thunan) pacaran sama sebayanya, eh gak lama dia pamit pulang, minta keluar.. tau-taunya denger kabar dia udah nikah, lhahhhh ternyata nikahnya bukan sama pacarnya, tapi ibu mertua,, hiks…

    choco:

    Hiiiyyy, kok iso to? Ibune luwih ayu sajake 😛

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s