Amnesia

Hujan-hujan begini sebetulnya paling enak makan yang anget-anget, kayak bakso, soto, ato tumis kompor. Tapi entah mengapa kok aku malah pengen rujak yang pedes, dikit asem, mungkin karena pengaruh kepala yang sedikit mumet ini. Maka meluncurlah aku ke warung Yu Minah. Seperti biasa setelah mengucap salam aku langsung duduk manis di bangku favorite.

“Rujak ulek aja, Yu, pedes yaa, satu bungkus aja,” kataku lalu meraih surat kabar yang ada di meja.

“Eh, Jeng, dementia itu apa to?” Tanyanya mengejutkan. Waduh, nanya kok enjel benjet (angel banget) begini?

“Memangnya kenapa, Yu? Sampeyan menderita demensia?”

“Hush! Sembrono! Bukan saya, mbok dibaca itu lho korannya. Tuh, ada ibu-ibu yang kena amnesia, trus sekarang malah menjurus ke demensia,” sahut Yu Minah setengah kesal. Goyang ulekannya semakin hot. Sementara Yu Minah ngomel aku langsung browsing mengenai demensia ini lewat ponsel.

“Ojo nesu to, Yu. Nih, yang namanya demensia itu:

Demensia (bahasa Inggris: dementia, senility) merupakan istilah digunakan untuk menjelaskan penurunan fungsional yang disebabkan oleh kelainan yang terjadi pada otak.[1] Demensia bukan berupa penyakit dan bukanlah sindrom.

Pikun merupakan gejala umum demensia, walaupun pikun itu sendiri belum berarti indikasi terjadinya demensia. Orang-orang yang menderita demensia sering tidak dapat berpikir dengan baik dan berakibat tidak dapat beraktivitas dengan baik. Oleh sebab itu mereka lambat laun kehilangan kemampuan untuk menyelesaikan permasalahan dan perlahan menjadi emosional, sering hal tersebut menjadi tidak terkendali.

gitu, Yu.”

“Wuih, sampeyan kok pinter banget to, Jeng?” puji Yu Minah sambil memotong-motong buah. Aku tersenyum dengan hidung kembang kempis. Padahal aslinya nyontek Wikipedia  :mrgreen:

“Jadi kalo orang amnesia itu bisa berlanjut ke demensia itu ya, Jeng?”

Walah, kok makin susah nanyanya. Buru-buru aku browsing lagi. Lhadalah, inetnya lemot, huwaaa….. Untunglah Yu Minah sudah mulai membungkus rujakku.

“Barangkali, Yu. Wong amnesia itu kan daya ingat yang mengalami gangguan gitu. Lha demensia kan penurunan fungsional pada otak, ditandai pikun. Yo wis kira-kira nyambung lah,” elakku bergegas menerima bungkus rujak lalu segera berlalu. Kuatir Yu Minah bertanya macam-macam lagi.

“Eeee, Jeeeeng, rujaknya belum dibayar lhooo!” Tiba-tiba Yu Minah berseru memanggilku.

“Eh, hahahaha… hihihihi… hehehehe…. maap, Yu, kelupaan,” sahutku malu dan segera berbalik kembali.

“Sampeyan ini, Jeng, wong cuma sepuluh ribu kok ya mendadak amnesia. Lha nek milyaran rak yo bisa demensia to!”

Sial!!! 😡

Iklan

16 thoughts on “Amnesia

  1. Mabruri Sirampog Januari 11, 2012 / 4:15 pm

    hahahahah,,,,,
    kena lagi dehsama yu minah…

    ternyata yu minah ga kalah cerdasnya.. ga pake tanya sama mbah google lagi.. qkqkqkq

    choco:

    *tengak-tengok*

    Psst, Yu Minah sebetulnya gak cerdas, MasBrur, tapi sok tauuuuu….. 😛

  2. marsudiyanto Januari 11, 2012 / 5:27 pm

    Semoga kita tidak Demensia dan Amnesia
    Semoga kita tetap Indonesia…

    choco:

    Semoga masih di Asia 😀

  3. Abi Sabila Juga Januari 11, 2012 / 7:26 pm

    hehehehe….penjual rujak ulek yang cerdas! tapi masih lebih cerdas penggagas cerita ini tentunya.

    choco:

    Aaahh, Abiii…. 😳

    (apa cobak :mrgreen: )

  4. Lidya Januari 11, 2012 / 10:47 pm

    mbak chocho pinter kaya gugel kalo kata pascal hehehe

    choco:

    Hahahaha….Pascal suka kerjain PR ama mbah gugel yaa 😀
    Kak Guanteng juga kok 😀

  5. @yankmira Januari 11, 2012 / 11:08 pm

    Paragraf pertama ada “Tumis Kompor” kaya gimana tu jeng? semoga bukan aku yang amnesia yaa :)))

    choco:

    Wkwkwkwkw….klo pertengahan bulan gini saya mang suka lebay, Yank :mrgreen:

  6. ~Amela~ Januari 12, 2012 / 7:53 am

    wakakakakak
    di skak mat lagi nih sama yu minah

    choco:

    Emang Yu Minah tuh suka mempermalukan saya di depan publik 😦

  7. Agung Rangga Januari 12, 2012 / 8:50 am

    eh, kadang-kadang saya suka mengalamai lupa sebentar, tapi gak lama. itu dementia bukan ya? 😦

    choco:

    Bukan Nak, itu biasanya karena kegalauan anak muda. Maka istirahat cukup, makan bergizi, dan hindari rasa-rasa galau yaa 😛

  8. niar_cilukbaa Januari 12, 2012 / 10:07 am

    hahahahah…………….yu minah na kritis yaa, pinter-pinter,…
    yu minah nitip rujak satu pedes puooll, tenang ajah di bayar kuq….xixixixixi…:p

    choco:

    Nanti mulez lho, Yu Minah kalo dibilang pedes puoolll bisa ngasih cabenya sekilo lho, Say 😛

  9. nDaru Januari 12, 2012 / 2:04 pm

    saya tiba2 lupa mau komentar apa..semoga bukan gejala demensia

    choco:

    Saya kira memang itu gejalanya, saolnya dah lamaaaaa ndak main sini sihh :mrgreen:

  10. nique Januari 13, 2012 / 12:14 am

    hihihii pinter ya? kayak Egi tadi bilang saya pinter, padahal pe er dia itu cuma 5-4, dan saya bisa ajarin dia jawabannya … eh njeplak aja bilang ‘Biuda kok pinter sih?”
    boro2 happy yang ada maluuuuuuuu xixixi
    untung ga amnesia njawabnya 😛
    eh komennya nyambung ga siH? anggap aja nyambungnya ya mba *maksa*

    choco:

    Hahahahaha…. anak-anak itu tulus lho, Jeng, kalo memuji keluar dari lubuk hati yang paling dalam 😀

  11. Abed Saragih Januari 13, 2012 / 1:21 am

    Sama dengan saya udah terjangkit amnesia,,,btw ada gak obatnya 🙂

    http://www.disave.blogspot.com

    choco:

    Adaa, obatnya rajinlah berhitung 😛

  12. Orin Januari 13, 2012 / 12:52 pm

    huahahaha….tanda2 dementia tuuuuuh qiqiqiq

    choco:

    Aaawww….sereeeemmm…. 😦

  13. alice in wonderland Januari 13, 2012 / 8:55 pm

    hihi jadi gelagepan ya kalau tiba2 diserang dan prof gugel lagi susah diakses… Aku pesen tumis kompor dunk^^

    choco:

    Padahal gugel adalah tumpuan harapanku 😛

    Tumisnya pedes gak, Say? 😀

  14. maminx Januari 14, 2012 / 9:48 pm

    bener bener nih yu minah selalu ada dalam hati, wkwkw. selalu jadi perbincangan yak..harusnya bayar royalti ke beliau nih, mana pinter ngebalas lagi.

    kalau demensia penuruan fungsi di otak, tapi kalau dementor di harry potter sih makhluk yang nyedot kebahagiaan

    mirip ya demensia ama dementor, tapi fungsinya beda, hehehe..

    choco:

    Demensia dan dementor keduanya sama-sama menakutkan, Minx. Untunglah aku sudah punya patronus 😛

  15. Imelda Januari 20, 2012 / 3:25 pm

    aku insomnia aja deh (dulu aku suka kebalik amnesia dan insomnia hehehe)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s