Cinta Rasa Rendang

Cintaku Padamu Seperti Rendang

tahukah kau, bahwa cinta itu seperti rendang
pertama melihat mungkin tak begitu terasa
karena bentuk dan rupa yang mbleketek
namun sekali kau merasakan, kau akan ketagihan
dan kau ingin menikmatinya lagi dan lagi

mengapa seperti rendang?
karena cinta tidak datang tiba-tiba dan begitu saja
cinta harus diolah dengan bumbu yang rumit
diaduk berulang kali dengan penuh perasaan
sesekali dengan api besar namun sesekali dengan api kecil
kadang kau lelah dan ingin menyerah
namun bila terbayang kenikmatannya kau takkan berhenti
semakin lama kau masak akan semakin nikmat

mengapa seperti rendang?
karena cinta itu sedap dan lezat
ada pedas, gurih, sesekali bersemu pahit, sesekali liat dan menantang
namun terasa memikat bila kau sesap dengan memejamkan mata

tapi, mengapa rendang?
karena kekasihku urang Minang 😳
dan semakin aku mengolah dan memasaknya
semakin aku menikmatinya
dan semakin aku cinta padanya 😳
karena dia lezat seperti rendang πŸ˜›

β€œUngkapan Anti Biasa, Ungkapan Dengan HTMLβ€œ.

Iklan

25 thoughts on “Cinta Rasa Rendang

  1. chocoVanilla Januari 25, 2012 / 1:32 pm

    Horeeee aku bisaaa……
    Lapor Pak Mars dulu ahh…. πŸ˜€

    (sumpah mati, aku gak bisa masak rendang! πŸ˜₯ )

  2. Imelda Januari 25, 2012 / 1:38 pm

    Karena urang Minang makanya rendang ya
    kalo orang bule pakainya wine atau cheese hihihi

    choco:

    Hahahaha…. kalo suaminya Japanese pakainya sushi ato sake, BuEm? πŸ˜›

  3. nique Januari 25, 2012 / 1:45 pm

    suami saya bukan urang Minang, tapi dia cinta sama rendang
    mau dong mba dikirimi rendang buatanmu hehehe

    eh baru baca? bener ga bisa masak rendang? ah tiwas seneng mau 😦

    choco:

    Rendang itu universal, Jeng, banyak yang suka πŸ˜€

    Aku ndak isa bikin rendang, Jeng πŸ˜₯ Soalnya mertuaku kalo bikin rendang enaaaaaak buangget! Aku jadi minder mau bikin :mrgreen: (alasan!)

  4. Lidya Januari 25, 2012 / 1:51 pm

    horeeee aku bisa masak rendang, pamer padahal dah ketauan kan kartu aku mbak hehehe. itu loh penjual bumbu

    choco:

    Wakakaka…Jeng Lid buka rahasia πŸ˜›
    Emang rumit bikinnya, Jeng, tapi makin sering mencoba makin enak hasilnya πŸ˜€

  5. Asop Januari 25, 2012 / 1:52 pm

    Rendang? Dagingnya yang empuk ya… πŸ˜€

    choco:

    Empuk dan meresap πŸ˜€

  6. dmilano Januari 25, 2012 / 1:54 pm

    Saleum,
    wkwkwkk… pantesan saja puisinya berbau rendang.
    semoga pak mars kasih joget pisang…..

    choco:

    Sudah dikasih josang, Bang πŸ˜€

  7. Nchie Januari 25, 2012 / 2:07 pm

    Asik..Cintanya berasa rendang ya..
    Mba Piet..
    jadi mau rendangnya..

    choco:

    Aku juga mau, Jeng, kapan-kapan belajar bersama bikin rendang yuuk πŸ˜€

  8. @yankmira Januari 25, 2012 / 2:58 pm

    eits dah, mantab bener rendangnya. aku bisa masak rendang juga, *beli bumbu jadi, ckckckck. Semoga rendangnya tetap lezat dan melezatkan πŸ™‚

    choco:

    Hihihihihi….bumbu rahasia ya, Yank, ayo kirim sini πŸ˜›

  9. Mabruri Sirampog Januari 25, 2012 / 3:05 pm

    karena bentuk dan rupa yang mbleketek…

    wkwkwk, ketawa yakin baca kata mleketek… bahasa Indonesianya apa ya bu mbeleketek itu?? :))

    choco:

    Hahahahaha…merusak suasana ya, MasBrur πŸ˜›
    Basa Indonesanya apa ya? Mleketrek mungkin? Halah, luwih parah :mrgreen:

  10. Evi Januari 25, 2012 / 3:35 pm

    Cinta ibarat rendang, yang tambah lama dimasak dengan api kecil rasanya akan semakin enak. Hm, jadi ingat rendang emak sendiri πŸ™‚

    choco:

    Setujuuuu… makin lama makin sedep πŸ˜›

  11. Orin Januari 25, 2012 / 4:14 pm

    hahahaha…. puitis sekali mbeleketeknya itu bu choco qiqiqiqi

    choco:

    Merusak suasana ya, Orin San πŸ˜›

  12. honeylizious Januari 25, 2012 / 4:18 pm

    sukaaaaaaaaaaaa

    choco:

    Makasiiiiiiy πŸ˜€

  13. Dhenok Habibie Januari 25, 2012 / 4:29 pm

    hahahaha, kenapa hrus ada mbleketeknya mbak choco?? bahasanya lucu.. tapi dhe gk suka rendang je, jadi tak tahu bagaimana cinta versi mbak choco yang rasa rendang..

    choco:

    Hihihihihi…. gak papa, Dhe Say, karena ini emang hanya versiku dalam mendefinisikan cinta yang sudah kronis πŸ˜›

  14. maminx Januari 25, 2012 / 4:59 pm

    duh malem ini jadi pengen rendang. saya suka rendang ama kikil, hehehe

    tapi ngomong2 yu minah tak di ajak di postingan cinta ini nih πŸ˜‰

    choco:

    Aahhhaiiii, kok jadi kau yang ngidam ya, Minx? Hiihhihihihi…..

    Yu Minah hanya pandai merujak tak pandai merendang πŸ˜›

  15. dewo Januari 25, 2012 / 10:02 pm

    Hiks, jadi kelaperan…

    choco:

    Gih mamam dulu, ntar kurus lhooo πŸ˜›

  16. nh18 Januari 26, 2012 / 6:03 am

    Rendang ?

    Makin diangetin … Makin maknyuuusss …

    Alot alot gurih gemannaaaa gituh …

    Yamih lah pokoke

    Salam sya bu

    choco:

    Mantap, Om! Makin kering makin lezat πŸ˜€
    Kalo kata Ibu saya makan rendang ki ngajak guyon. Soale lari sana-lari sini, maklum geraham sudah nyaris habis :mrgreen:

    Eh, gak bermaksud menyinggung soal gigi lho, Om πŸ˜›

  17. Bella Januari 26, 2012 / 12:20 pm

    Bagi rendangnya donk tante cantik
    Bella suka rendang tapi gak bisa masaknya
    Salam manis dari Bella

    choco:

    Iiiiihhhhh, gemeeeezzzz banget ama pipinyaaaa…..
    Tante juga ndak bisa masak rendang, Bellaaaa…. minta beliin MbahKung di restoran Padang aja yaaaa πŸ˜€

  18. advertiyha Januari 26, 2012 / 1:56 pm

    mesti makanan… senengnya kok iming-imingin ibu menyusui.. 😦

    hahaha… keren puisinya sist..
    moga menyabetttttttt.. rendang,, eh…
    hihihi

    choco:

    Aaahhh, ibu menyusuinya saja yang doyan makan kayak aku hihihihihih….. :mrgreen:
    Piye ki, arep ketemu ra sido-sido? 😦

  19. monda Januari 26, 2012 / 2:19 pm

    mbak ada lho yang parahh..
    kalau ngaduk rendang udah cape kan boleh digantiin sama yang lain….
    cinta a la rendang boleh dignatiin nggak he..he…

    choco:

    Waaaaa…..gak boleeeeeh, BuMon πŸ˜₯
    Dan lagi kalo ganti tangan katanya rendangnya gak enak lhooo πŸ˜›

  20. Susu Segar Januari 26, 2012 / 6:06 pm

    klo misalnya rendangnya buat rebutan gimana. .. . ???? masihkah mau bertahan dan memperjuangkan mbak .. . . . . ???

    choco:

    Jikalau rendang itu belum terlanjur terhidang di depan saya, maka saya akan merelakan dan memilih gulai tunjang atau asam padeh aja atau kepala ikan bolehlah.

    Tapi jikalu sudah terhidang di meja saya, eeiitt….akan saya pertahankan, dan menyuruh yang lain untuk melahap gulai telur atau tongkol balado saja!

    (ini ngomongnya di resto Padang πŸ˜› )

  21. Tebak ini siapa! Januari 27, 2012 / 9:40 am

    Lahhh, sebenernya bisa apa nggak masak rendang. Hehe… πŸ˜€

    choco:

    Gak iso blaz, Una! πŸ˜₯

  22. marsudiyanto.net Januari 27, 2012 / 6:05 pm

    Lho…
    Saya malah belum komen disini to πŸ˜€


    Sing penting saya dah dapet Josang πŸ˜€

  23. vizon Januari 31, 2012 / 7:43 pm

    Ehm… saya urang Minang lho… hahaha… πŸ˜€


    Iyo, awak baca baralek gadangnyo, Da πŸ˜€

  24. Fathi Sari Juni 7, 2012 / 11:13 pm

    bagus bagus puisinya i like it…

    Wah, pakar rendang nih πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s