Cari Solusi · Dongeng insomnia · Iseng Aja · Nimbrung Mikir · Serial Yu Minah

Wajah-wajah Itu…

Siang yang panas, cuaca antara terik dan mendung. Hawa-hawa begini paling enak makan rujaknya Yu Minah yang sedep dan pedes itu. Maka dengan berjalan kaki tentu dengan payung berumbai-rumbai aku menyambangi warung Yu Minah. Sempat bertemu beberapa pengunjung yang menenteng bungkusan rujak nan lezat itu 😀 Seperti biasa setelah mengucap salam aku langsung bertengger di bangku kesayangan.

“Buatkan rujak serut dua Yu, satu pedas datu sedang,” ujarku.

“Kok tumben Jeng, week end gini ndak pergi mana-mana?” tanyanya sambil mulai menyiapkan bumbu sambal.

“Iya Yu, mau istirahat aja. Badan pegel semua gara-gara macet kemaren. Masa berangkat kena macet 3 jam lha pulangnya malah lebih parah, 4,5 jam!” keluhku.

“Ooo, gara-gara demo buruh kemaren ya, Jeng? Saya nonton beritanya di tipi, wuidddihh segitu banyak orang ck..ck..ck..”

“Saya sempat terhenti di gerbang tol, yo wis matikan mesin dan nonton demo bareng-bareng sopir truk dan pengguna jalan lainnya. Semua pada motret tapi saya gak brani keluar, Yu, lha wong emak-emak sendiri,” ceritaku sambil menimang-nimang kedondong yang mencurigakan asemnya.

“Kalo saya mendukung para buruh itu, Jeng, lha sekarang gini. Kalo pabrik itu keuntungannya misal seratus juta, trus dengan adanya kenaikan upah keuntungan jadi 60 juta. Mereka bilang rugi, padahal kan sebetulnya tetep untung, cuma berkurang. Gitu kan, Jeng? Apalagi kalo pabrik-pabrik besar yang harga jual produknya bisa gak ketulungan mahalnya, lha untungnya kan besar to?” tanya Yu Minah dengan penuh perasaan, sehingga nguleknya pun membuat tubuh montoknya bergoyang kian kemari. Sungguh, aku gak ngerti yang beginian. Maka aku diam saja.

“Coba sampeyan bayangkan, Jeng, UMK yang mereka ajukan itu sebetulnya masih masuk akal, lha wong pendapatan saya sebulan aja kadang bisa melebihi upah minimum yang golongan tiga itu kok. Coba dengan pendapatan mereka yang minimum itu mereka harus menghidupi istri dan anak, apa cukup? Belum biaya yang semakin tinggi, sekolah, ini itu. Kasihan to?” oceh Yu Minah. Digerusnya gerombolan kacang itu dengan gemas sampai lumat mat! Aku masih diam.

“Mestinya ikutin aja, tapi harus seimbang. Kalo upah udah naik ya karyawan harus disiplin, kerja keras, karena pasti target jadi naik. Dah gitu tingkatkan kualitas sehingga perusahaan juga senang mempekerjakan mereka,” lanjut Yu Minah.

Soal ini sungguh aku gak mengerti. Seandainya Yu Minah kenal dengan Le’Ndor atau Mastein tentu mereka akan bisa menjelaskan dengan lebih baik.

“Sepertinya gak segampang itu, Yu. Tapi kemaren emang aku lihat wajah-wajah pendemo yang kelelahan, mungkin juga terbersit kekuatiran di hati mereka akan nasib mereka nanti. Sebetulnya gak semua pabrik gak memenuhi tuntutan, Yu. Banyak yang sudah menerapkan, malah di wilayah kantor saya banyak pabrik yang sudah pasang spanduk |Kami mendukung sepenuhnya UMK 2012| gitu.”

“Lha ndak semua to?”

“Ya gak, Yu. Kalo semua ya gak perlu unras dong! Kan gak semua pabrik mampu, terutama yang padat karya ato yang modalnya pas-pasan. Aku malah kuatir kalo unras yang sampe nutup jalan gitu malah bikin investor pada kabur. Atau malah jadi PHK besar-besaran,” keluhku sedih.

“Jadi sebetulnya sampeyan ini mihak sapa to, Jeng? Katanya kasihan sama wajah-wajah lelah itu? Lah kok sekarang kayaknya lebih berat ke pabrik?” tanya Yu Minah dengan nada mengancam sambil mulai membungkus rujakku.

“Aku gak mihak siapa-siapa, Yu. Aku gak ngerti yang beginian, aku cuma pengen semua berakhir dengan baik. Tak ada pihak yang dirugikan atau dikecewakan. Bisa mengambil jalan tengah yang masuk akal. Itu saja,” sahutku seraya mengeluarkan uang dua puluh ribuan.

Yu Minah menyerahkan rujakku yang segera kubayar dan siap berlalu.

“Eh, Jeng, maap…hehehehe…. rujaknya sekarang naik, lho. Sebungkus tiga belas ribu, Jeng hehehehehe…..,” ujar Yu Minah sambil cengengesan. Lhah?

“Lho kok naik, Yu? Kan masih boleh beli premium to? Katanya pendapatan sampeyan melebihi UMK?” tanyaku kaget.

“Ehehehehe…iya sih, tapi harga gula merah naik, Jeng, ndak nutut saya hehehehe….”

“Walah, ini menaikkan sepihak, Yu, Harusnya kan diumumkan dulu to,” omelku sambil merogoh kantong celana. Gawat, aku gak bawa dompet, cuma bawa pas-pasan!

“Hehehehe… tapi ndak usah demo Jeng, wong cuma naik tiga ribu kok hehehhe.” Yu Minah masih cengengesan.

“Aku gak mau demo tapi ngutang dulu, Yu. Gak bawa dompet je, makanya mesti kesepakatan dulu tadi jadi aku kan gak perlu ngutang!” omelku sambil berlalu.

“Welhadalah, yo wis, sampeyan ngutang enam ribu lho, Jeng!” serunya.

Sial, kenceng banget! Dua orang ibu yang baru datang melirikku dengan aneh! 😡

Rujaknya bikin ketagihan, meski yang juwal bawel 😦

Iseng Aja

Dua Belas

Minggu pagi, hujan rintik-rintik kekasih dan kedua malaikatku masih pulas. Saat yang tepat unutk mengerjakan PR dari Bang Necky 😀

Meski saya pernah buka-bukaan beberapa waktu lalu, tapi baiklah aku kan membuka lagi 😛

Deskripsikan diri Anda dalam 12 kata

1. Pemalu 😳 tapi kalo sudah akrab malah sering malu-maluin 😳
2. Kurang gawul 😳
3. Gak pedean
4. Mudah tertawa
5. Mudah terharu
6. XL
7. Memuja anak
8. Book eater
9. Takut gelap
10. Pemabok (kalo angkotnya ugal-ugalan)
11. Anti film horor mo yang lucu kek, yang esek-esek kek, apalagi horor serius hiiiyyyy…
12. Baik hati 😛

Sebutkan 12 kata yang kamu ketahui tentang transportasi umum di Indonesia

1. Banyak yang rusak dan jorok 😦 (angkot Jabodetabek)
2. Gak memadai (sepur)
3. Gak manusiawi kalo diberantas, lebih gak manusiawi kalo gak diberantas 😦 (becak)
4. Seringkali melebihi daya muat (kapal)
5. Banyak pilihan (pesawat)
6. Ugal-ugalan (bus)
7. Takut kalo naik sendiri (taxi)
8. Belum pernah coba (transJak)
9. Berisik (bajaj)
10. Paling males (naik ojek) eh, ini transportasi umum bukan yak? 😛
11. Sudah punah (bemo)
12. Tolong diperhatikan agar kami para pengguna transum bisa lebih nyaman dan jagalah kebersihan wahai para penumpang (buat semua transum dan penumpangnya 😛 )

Sebutkan 12 jenis masakan yang menjadi favoritmu

1. Soto yang gak pake santan
2. Asem-asem sandung lamur (aku bisa masaknya lhooo 😛 )
3. Bakso
4. Asam padeh
5. Dendeng lambok made in mertua 😛
6. Sayur lodeh plus ikan asin yang tipiiiiissss trus pake sambel trasi made in Ibunda 😛
7. Mpek-mpek yang enak kalo gak enak gak ah 😛
8. Gulai ayam plus ketupat made in mertua 😛 (asli, enak bangget!)
9. Rujak tapi gak suka yang asem
10. Kepiting saos padang
11. Pecel trus pake kerupuk gendar 😀
12. Tahu pletok

Aduuuuhhh, jadi ngelih 😦

Pilih 12 blog lain yang belum mendapatkan #resolusi12!

1. BuEm
2. BuMon
3. @yangmira
4. MamiZidane
5. MasBrur
6. Iyhaaaaa
7. Jeng Lidya
8. Om NH (saya tau lagi sibuk beliau, tapiii…yah gak dikerjakan gak papa kok, Om 😀 )

Delapan juga 😛

Buat 12 pertanyaan lain untuk 12 blog pilihan Anda! Atau pertanyaan yang sama seperti ini juga boleh ^^

1. 12 kelebihan Anda
2. 12 hal yang paling tidak Anda sukai
3. 12 hal tentang Jakarta
4. 12 tujuan wisata yang paling diinginkan
5. 12 makanan yang paling Anda gak suka

Untuk yang terakhir ada 12 pertanyaan:

1. Apa arti dari nama Anda?
Nama depan adalah nama permandian, nama tengah artinya mmm….artinya bunga kali yaa 😳 nama akhir adalah nama semua anak perempuan Ibundaku 😛
2. Apa maksud judul/tagline blog anda, dan kenapa anda memilih kalimat tersebut?
Aahh, itu karena aku penggemar coklat dan suka makan 😳
3. Kenapa anda ngeblog?
Pada awalnya biar gak dianggap ketinggalan jaman :oopsL namun pada akhirnya untuk melepaskan hasrat ndobos dan berkawan 😀
4. Apa yang paling Anda takuti di dunia ini?
Takut kehilangan
5. Apa yang paling tidak Anda sukai?
Dibohongi
6. Apa yang anda lakukan untuk menjaga lingkungan?
Membuang sampah pada tempatnya
7. Sebutkan 1 orang yang paling anda cintai!
Gak bisa 1 Bang, harus 2, kedua malaikatku –> ini sudah paket
8. Apa yang anda lakukan untuk menjaga kesehatan anda?
Belum ada 😦 tap berusaha jogging pagi hari
9. Apa yang membuat anda menjadi nyaman?
Berada di samping anak-anak dan saling berpelukaaaaannn 😛
10. Apa hobi Anda?
Membaca
11. Apa motto hidup anda?
“Bersedih secukupnya saja setelah itu tertawalah” (opo to yo?)
12. Apa yang anda ketahui tentang transportasi umum?
Transportasi untuk umum yang seharusnya keberadaannya dapat memenuhi kebutuhan umum dan tentu saja harus diatur dan diperhatikan oleh pemerintah 😀

Demikianlah, Bang Necky, PR sudah saya kerjakan dengan seksama dan sebenar-benarnya. Dan semoga para sahabat bersedia mengerjakan PR ini juga 😀

PS. Warna-warni di atas juga belajar dari Pak Mars 😀